Menuntut sempurna adalah
kesombongan. Semua yang terjadi adalah takdir dan telah diizinkan oleh Allah
untuk terjadi. Mau sekeras dan sebagus apapun persiapan, yang namanya manusia
juga lemah. Kesadaran manusia akan kelemahannya akan mengantarkan dia pada Tuhannya.
Barusan, telah selesai
penutupan dan Lepas Pisah Peserta Bakti Mahasantri (BMs) Ma’had Aly Nurul
Jadid. Acara ini digelar di musholla yang dihadiri oleh wali santri, santri,
keluarga dhalem dan juga guru tugas dari Sidogiri dan Karangpanas.
Acara berlajalan lancar.
Sedikit, satu dua kendala ada sih. Tapi aku bersyukur, bersyukur sekali. Aku
sangat yakin dan percaya sekali, kalau yang terjadi semua ini, sudah kersane
Gusti Allah.
Sedih, duka dan semua luka
yang saya alami saat masa-maa BMs disini, sangat aku syukuri. Ternyata lebih
mending dan baik begitu. Sudahlah. Kita menerima saja dan fokus pada yang apa
kita usahakan. Maksimalkan. Menjadikan keterbatasan sebagai peluang. Berproses,
proses dan proses.
Kata Pak Soekarno, hidup
bukan tentang kamu berhasil saja, tapi juga kegagalan. Dalam kegagalan kamu
belajar banyak hal.
Ya Allah. Full senyum untuk
semua ini. Asal kau tidak marah. Itu saja. Cukup. Semoga aku tetap merasakan
nikmat iman dan Islam ini. Mati Husnul khotimah. Aamiin. Aamiin.
Oh ya, jadi pada hari Jum’at,
26 Agustus 2022 itu, siang hari ba’da jum’atan, sekitar pukul 14.15 WIB, acara
penutupan dan lepas pisah peserta BMs digelar di musholla Riyadlus Sholihi.
Oh ya, untuk penutupan ini
aku buat beritanya lho. Kalian bisa akses berita tersebut dengan link di sini.
Purna Tugas, Peserta BMs
Ma’had Aly Nurul Jadid di PP. Nurur Rahmah Laksanakan Penutupan
Probolinggo – Peserta Bakti
Mahasantri (BMs) Ma’had Aly Nurul Jadid yang telah purna tugas menjalani masa
pengabdian selama dua bulan di Pondok Pesantren Nurur Rahmah, Kotaanyar,
Probolinggo mengadakan penutupan pada Jum’at (26/08).Kegiatan penutupan ini
bertepatan dengan momen haul Pendiri Pondok Pesantren Nurur Rahmah yang ke 13.
Acara yang dilaksanakan di
musholla Riyadlus Sholihin dimulai pukul 14.15 WIB dan sekitar pukul 15.15 WIB.
Acara yang dihadiri oleh santri, wali santri, guru tugas dan juga keluarga
dhalem Pesantren Nurur Rahmah ini berjalan lancar.
Turut hadir dalam acara tersebut
adalah pihak dari Ma’had Aly Nurul Jadid yang diwakili oleh Naib Mudir I dan II
Ma’had Aly Nurul Jadid, yakni K. Ach. Barizi Muhdor dan Ust. Suliyanto. Juga
panitia BMs, yakni Ust. Hibatullah Huwaidi.
Program BMs ini merupakan
program Kuliah Kerja Nyata (KKN) versi Ma’had Aly Nurul Jadid. Istilahnya
berbeda, tetapi secara praktik sedikit berbeda. Kalau BMs itu para Mahasantri
yang telah dibagi beberapa kelompok ditugaskan di beberapa pesantren yang telah
ditentukan untuk melaksanakan pengabdian selama dua bulan.
“Jadi kalau BMs ini, para
mahasantri dituntut untuk mengabdi dan memberikan sumbangsih sesuai dengan
kebutuhan di masing-masing pesantren yang telah ditempati. Nah kebetulan
kelompok kami yang berjumlah tiga orang menempati Pondok Pesantren Nurur Rahmah
Daerah Riyadlus Sholihin ini,” ujar Alfin Haidar Ali selaku koordinator
kelompok pada saat sambutan.
Ust. Abdul Hadi selaku kepala
daerah Riyadlus Sholihin mengungkapkan, bahwa beliau banyak mengucapkan
terimakasih kepada pihak Ma’had Aly Nurul Jadid yang telah dipercaya untuk
ditempati BMs.
“Kami selaku tuan rumah juga
mohon maaf, karena hanya ini yang bisa kami mampu untuk melayani semua tamu
undangan,” ujarnya saat sambutan. Setelah sambutan-sambutan, acara dilanjut
dengan pemberian kenang-kenangan antar dua pihak, yakni peserta BMs dan tuan
rumah, tahlil dan foto bersama.

0 Komentar