Trending

6/recent/ticker-posts

Catatan BMs (58) : Penutupan dan Lepas Pisah Peserta BMs Yang Bareng Dengan Haul Masyayikh



Menuntut sempurna adalah kesombongan. Semua yang terjadi adalah takdir dan telah diizinkan oleh Allah untuk terjadi. Mau sekeras dan sebagus apapun persiapan, yang namanya manusia juga lemah. Kesadaran manusia akan kelemahannya akan mengantarkan dia pada Tuhannya.

Barusan, telah selesai penutupan dan Lepas Pisah Peserta Bakti Mahasantri (BMs) Ma’had Aly Nurul Jadid. Acara ini digelar di musholla yang dihadiri oleh wali santri, santri, keluarga dhalem dan juga guru tugas dari Sidogiri dan Karangpanas.

Acara berlajalan lancar. Sedikit, satu dua kendala ada sih. Tapi aku bersyukur, bersyukur sekali. Aku sangat yakin dan percaya sekali, kalau yang terjadi semua ini, sudah kersane Gusti Allah.

Sedih, duka dan semua luka yang saya alami saat masa-maa BMs disini, sangat aku syukuri. Ternyata lebih mending dan baik begitu. Sudahlah. Kita menerima saja dan fokus pada yang apa kita usahakan. Maksimalkan. Menjadikan keterbatasan sebagai peluang. Berproses, proses dan proses.

Kata Pak Soekarno, hidup bukan tentang kamu berhasil saja, tapi juga kegagalan. Dalam kegagalan kamu belajar banyak hal.

Ya Allah. Full senyum untuk semua ini. Asal kau tidak marah. Itu saja. Cukup. Semoga aku tetap merasakan nikmat iman dan Islam ini. Mati Husnul khotimah. Aamiin. Aamiin.

Oh ya, jadi pada hari Jum’at, 26 Agustus 2022 itu, siang hari ba’da jum’atan, sekitar pukul 14.15 WIB, acara penutupan dan lepas pisah peserta BMs digelar di musholla Riyadlus Sholihi.

Oh ya, untuk penutupan ini aku buat beritanya lho. Kalian bisa akses berita tersebut dengan link di sini. 

Purna Tugas, Peserta BMs Ma’had Aly Nurul Jadid di PP. Nurur Rahmah Laksanakan Penutupan

Probolinggo – Peserta Bakti Mahasantri (BMs) Ma’had Aly Nurul Jadid yang telah purna tugas menjalani masa pengabdian selama dua bulan di Pondok Pesantren Nurur Rahmah, Kotaanyar, Probolinggo mengadakan penutupan pada Jum’at (26/08).Kegiatan penutupan ini bertepatan dengan momen haul Pendiri Pondok Pesantren Nurur Rahmah yang ke 13.

Acara yang dilaksanakan di musholla Riyadlus Sholihin dimulai pukul 14.15 WIB dan sekitar pukul 15.15 WIB. Acara yang dihadiri oleh santri, wali santri, guru tugas dan juga keluarga dhalem Pesantren Nurur Rahmah ini berjalan lancar.

Turut hadir dalam acara tersebut adalah pihak dari Ma’had Aly Nurul Jadid yang diwakili oleh Naib Mudir I dan II Ma’had Aly Nurul Jadid, yakni K. Ach. Barizi Muhdor dan Ust. Suliyanto. Juga panitia BMs, yakni Ust. Hibatullah Huwaidi.

Program BMs ini merupakan program Kuliah Kerja Nyata (KKN) versi Ma’had Aly Nurul Jadid. Istilahnya berbeda, tetapi secara praktik sedikit berbeda. Kalau BMs itu para Mahasantri yang telah dibagi beberapa kelompok ditugaskan di beberapa pesantren yang telah ditentukan untuk melaksanakan pengabdian selama dua bulan.

“Jadi kalau BMs ini, para mahasantri dituntut untuk mengabdi dan memberikan sumbangsih sesuai dengan kebutuhan di masing-masing pesantren yang telah ditempati. Nah kebetulan kelompok kami yang berjumlah tiga orang menempati Pondok Pesantren Nurur Rahmah Daerah Riyadlus Sholihin ini,” ujar Alfin Haidar Ali selaku koordinator kelompok pada saat sambutan.

Ust. Abdul Hadi selaku kepala daerah Riyadlus Sholihin mengungkapkan, bahwa beliau banyak mengucapkan terimakasih kepada pihak Ma’had Aly Nurul Jadid yang telah dipercaya untuk ditempati BMs.

“Kami selaku tuan rumah juga mohon maaf, karena hanya ini yang bisa kami mampu untuk melayani semua tamu undangan,” ujarnya saat sambutan. Setelah sambutan-sambutan, acara dilanjut dengan pemberian kenang-kenangan antar dua pihak, yakni peserta BMs dan tuan rumah, tahlil dan foto bersama.

 


Posting Komentar

0 Komentar