Tulisan ini merupakan tulisan
qodho’an yang sudah beberapa hari aku tidak pegang notebook/laptop untuk
menulis. Atau mungkin karena kurang terasahnya jiwa miltanku yang menulis
sebenarnya tidak harus ada laptop/notebook, tapi di buku tulis pun bisa,
akhirnya harus telat beberapa hari hingga pada hari ini aku baru menggarapnya.
Secara teori, memang tidak ada
yang langsung bagus, ideal, mulus dan lancar. Setidaknya dari
kesalahan-kesalahan yang kita telah alami, membuat kita akan sadar akan
kelemahan kita. Membuat kita memikirkan beberapa langkah untuk mengantisipasi
kesalahan yang berulang ke dua kalinya.
Ini juga teori bagus. Ya semoga
saja kita semua dapat mempraktikkan dan menerapkannya. Amiin.
Pada hari itu, setelah cek
kegiatan/aktivitas hp-ku, aku posting quote atau kutipan Kiai Zainul Mu’in.
Sebenarnya aku sudah lama edit quote beliau, tapi baru tanggal 24 itu yang ke
post karena ikut urutan agar feed IG-nya rapi.
Kutipan tersebut begini :
“Oreng reyah mun
cakang atahajud, mun be’en tak alim, pola ana’en. Tak ana’en mik kompoyyah.
Keng comak mun oreng cakang tahajud ampo endik potih alim.”
Artinya : orang itu kalau rajin
tahajud, kamu tidak alim, mungkin anaknya. Kalau tidak anaknya, mungkin
cucunya. Tapi biasanya orang rajin tahajud itu punya cucu alim.
Setidaknya, kata-kata beliau
menjadi cambuk semangat kita untuk terus mengabdi dan menyembah tuhan yang maha
esa. Allah SWT. Amiin.
Catatan BMs hari
Rabu, 24 Agustus 2022. Selesai ditulis pada hari Rabu, 31 Agustus 2022 pukul
14:17 WIB.

0 Komentar