Trending

6/recent/ticker-posts

Catatan BMs (54) : Sakit Gigi, Perika Ke Klink Azzainiyah Hingga Ngumpul Bareng di Alit

 



Hari Senin itu, menjadi pengalaman berharga bagiku. Mari menjaga sesuatu yang ada dan telah anugerahkan Allah pada kita. Termasuk gigi. Duh, hari itu aku sakit gigi. Sakit gigi ini mencapai klimaksnya pada siang menjelang sore hari.

Saat itu aku berada di kantor MTs Nurur Rahmah. Biasalah, main laptop, wifian, mengerjakan tugas dan menyendiri. Aku tidak suka berada di kamar pondok. Nanti dikasih tugas ini, tugas itu, padahal  aku juga punya tugas yang tidak bisa diwakilkan.

Hah. Entahlah. Ini termasuk egois apa tidak. Yang jelas, sore itu aku ingin menangis menahan ngilunya sakit gigi. Huhu.

Setelah sedikit mereda, aku putuskan kembali ke pondok. Aku langsung tiduran seharian. Bangun hanya untuk sholat. Malam itu adalah malam selasa. Topek sudah punya rencana mengadakan perpisahan dengan ustadz guru tugas dari Sidogiri dan Karang Panas di warung alit.

Jadi aku memutuskan untuk periksa ke klinik az-Zainiyah. Aku awalnya hubungi instagram klinik az-zainiyah, tanya poli gigi kapan bukanya. Ternyata malam selasa itu buka hingga pukul sepuluh. Aku kesana bareng Anam yang kebetulan dia ada keperluan untuk tambal gigi juga.

Saat mengambil uang itu, aku buka dompet. Setelah itu aku tahu kalau uang BMs yang mulanya seratus lima puluh ribu itu tinggal lima puluh ribu rupiah. Aku, Topek dan Anam sempat mencari bersama-sama. Tapi entahlah. Uang tetap tidak ketemu.

Dalam fikih, uang tersebut berstatus yad al-amanah (kekuasaan kepercayaan). Sehingga kalau uang itu hilang bukan akibat kecerobahan pemegang uang, uang itu diwajib diganti. Aku tidak wajib ganti karena sudah ku simpan di dompet.

Aku berangkat sajalah. Hilangnya uang ini bukan kehendak dan kendaliku. Akupun izin lalu berangkat dengan Anam pakai sepeda supra milik Kiai Hafit itu. Aku sempat menunggu lumayan lama di klinik.

Sebagaimana janjian di awal, setelah selesai urusan di klinik, aku langsung menuju ke alit. Di sana sudah ada Topek, Ust. Taufiq dan Ust. Muhib. Tak lama setelah itu, Lutfi dan Sutan nyusul. Aku dan Topek menyusul mereka karena sepeda motor di sana tidak ada. Sedang rusak.

Singkatnya begitu. Aku tidak bisa menulis sedetail mungkin karena secara garis besar memang begitu. Hah. Pengalaman dan lika-liku BMs ini akan berlalu. Biarlah tulisan-tulisan dalam blogku yang mengabadikannya. Sekian. Terimakasih.

 

Catatan BMs Senin, 22 Agustus 2022. Selesai ditulis pada hari Rabu, 31 Agustus 2022 pukul 12:59 WIB.

 

Posting Komentar

0 Komentar