Hari Ahad itu, yang ku ingat
sejak sore hari setelah sekolah diniyah usai. Ust. Taufiq dan Ust. Muhib
dipanggil oleh Kiai Hafit untuk pergi ke dhalem beliau. Ust. Taufiq
bilang, mungkin persiapan menyambut syekh dari Syuriah. Ia menitip pesan padaku
agar para santri pakai baju putih dan naik ke musholla lebih awal. Khawatir
Syekh itu akan mampir ke Riyadlus Sholihin.
Sore itu setelah mengkondisikan
para santri, aku mandi agak sore. Hampir maghrib banget. Saat itu pula, Ust.
Taufiq menelfon dan bilang bahwa para santri suruh ke pusat sekarang juga.
Sholat maghrib berjama’ah di sana. Saat adzan berkumandang, aku lapar. Aku
memutuskan untuk makan saat itu.
Jadi ketika semua masyarakat
Riydlus Sholihin berangkat ke pusat, hanya aku yang berangkat sendirian
maghrib. Akhirnya aku jadi makmum masbuk sholat berjama’ah pada Syekh itu.
Setelah sholat berjama’ah itu usai, Syekh tersebut dihaturkan menuju dhalem Gus
Burhan yang berada di depan musholla as-Sulaimainiyah. Begitupula dengan guru
tugas dan ustadz BMs.
Kami ramah tamah, melakukan
dokumentasi dan menyimak pembicaraan di ruang tamu itu. Usut punya usut, nama
syekh tersebut adalah Syekh Ismail dari Syuriah. Aku membuat dokumentasi acara
itu di Instagram Daerah Riyadlus Sholihin.
Setelah selesai acara di pusat,
beliau dihaturkan ke rumah Gus Hadi. Disana kami melaksanakan sholawat
diba’iyah bersama. Ust. Taufiq yang memimpin sholawat tersebut. Syekh Ismail
yang membaca do’a. Kegiatan dilanjutkan sholat isya’ berjama’ah setelah itu
kegiatan selesai.
Kunjungan yang sangat berkesan.
Tak jarang ada kunjungan habib atau syekh dari Timur Tengah ke pesantren ini.
Entah kok bisa, aku kurang tahu. semoga kami-kami semua yang hadir mendapat
limpahan berkah yang Allah karuniakan pada beliau-beliau. Amiin.
Catatan BMs
Ahad, 21 Agustus 2022. Selesai ditulis pada Rabu, 31 Agustus 2022 pukul 12:30
WIB.

0 Komentar