Trending

6/recent/ticker-posts

Catatan BMs (52) : Pelajaran Dari Gus Busthomi & Buat Baner Darul Hikmah

 



Hari Sabtu itu, sebagaiman rutinitas pagi yang aku kerjakan. Tidur pagi dan bangun hingga hampir pukul delapan sehingga telat untuk berangkat sekolah. Haduh. Sesampai di sekolah, kata anak-anak kelas tiga itu, sedang ada latihan gerak jalan jadi tidak ada pelajaran.

Akhirnya aku ke kantor. Aku tanya Pak Sholah, kepala MTS Nurur Rahmah, ia menjawab ‘iya mungkin’. Aku hanya mengiyakan. Lalu lanjut meletakkan laptop di kantor MTs dan langsung menuju Gus Busthomi. Aku ke sana untuk ‘coba lagi’ agenda sowan pada beliau yang gagal pada kemarin sore itu.

Ternyata beliau ada. Aku dipersilahkan masuk. Tanpa basa-basi, aku langsung mengucapkan maksud dan tujuanku. Juga, kejadian kemarin sore yang aku ke dhalem beliau tapi tidak ketemu.

Setelah menawarkan beberapa produk, aku sempat bingung ditanya soal harga karena memang aku kurang paham harga beberapa snack yang aku bawa. Kata produsen yang aku kulakan ke sana memang ada ukuran sedang, kecil dan besar. Dan yang ku bawa itu Cuma model sedang dan besar. Dan, aku lupa –tepatnya kurang paham- akan ukuran itu karena tidak ada perbandingan yang pas.

Setelah ‘interogasi’ kecil-kecilan itu, Gus Busthomi menolak tawaran beberapa makanan yang ku bawa itu. Ia bilang bahwa di Sidoarjo banyak makanan sepert yang ku bawa ini. Tapi ia membeli dua makanan yang ku bawa dengan harga normal.

Dari pertemuan ini, Gus Busthomi bercerita banyak hal. Diantaranya yang ku ingat adalah :

Gus Busthomi sangat rajin dalam mencari ilmu dan mengabdi ketika beliau mondok di amtsilati, Jepara, Jawa Tengah dulu. Seolah-olah, hidupnya selama di pondok ingin menghabiskan ilmu di sana. Belajar terus menerus. Namun, ada salah satu laku tirakat dan pengabdian beliau selama mondok, yakni dawam al-wudhu´ (terus menerus dalam keadaan suci karena wudhu’) dan membersihkan kamar mandi.

Ya, setiap malam ketika hendak tidur, beliau berdo’a, “Ya Allah, bangunkan aku jam satu /dua. Meskipun saya tidak ada sholat tahajud, hajat, witir, tasbih dan lain sebagainya, aku hendak mencuci/membersihkan kamar mandi santri,” riwayat bil makna.

Barangkali sebab mensikat dan membersihkan kamar mandi santri yang identik kotor itu, sehingga para santri ketika ambil wudhu dan hendak sholat tahajud, hatinya merasa senang. Barangkali sebab pengabdian itu, hidupnya beliau sekarang enak.

Barangkali karena itu ya, kata beliau, Gus Busthomi sudah diajak umroh pada tahun 2018 oleh wali santri. Beliau ikut bahstul masail ya ikut sebagaimana santri pada umumnya. Tapi selalu ada saja kisah manis yang ia rasakan setiap menjalani pengabdian ke pondok seperti itu.

Beliau asli orang Sidoarjo. Secara keturunan, kakek beliau merupakan seorang kiai akan tetapi seiring berjalannya waktu, pesantrennya tidak eksis. Entah kenapa, aku kurang tahu. Namun ketika pada perjalanan hidup beliau, Gus Busthomi dinikahkan dengan salah satu putri di PP. Nurur Rahmah ini. Ia lalu menjadi gus dan kepala pesantren di PP. Nurur Rahmah.

Soal bisnis, ia sudah menjalani bisnis selama lima tahun. Dua tahun ia hidup susah dan berjuang bersama istrinya. Mencari kolega, relasi dan pasar bisnis di daerah sekitar. ‘ini gimana putrinya kiai kok dibawa bawa kresek merah besar-besar keliling ngantarkan makanan ke mana-mana’. Kenang Gus Bustomi saat itu.

Kehidupan tidak enak soal bisnis itu berjalan sekitar dua tahun-an. Tapi sekarang tinggal enaknya saja. Di Sidoarjo itu beliau sering ditelfon untuk mengirim makanan lagi dan lagi. Saking larisnya. Jadi karena relasi produsen dan pasarnya sudah ketemu, sekarang tinggal menjalankan roda bisnisnya secara mandiri. Lebih banyak mengontrol dan duduk-duduk di rumah.

Selain kisah soal Gus Busthomi, pada hari itu aku juga dimintai tolong oleh kawan-kawan Bakti Mahasantri (BMs) di Pondok Pesantren Darul Hikmah, Randutatah itu. Aku menyelesaikannya. Alhamdulillah cocok.

Tapi tadi malam setelah aku tanya lagi ke Syamsi bagaimana komentarnya tentang banner tersebut, katanya banner itu terlalu sepi. Aku lanjut bertanya, sepertinya ukuran banner itu berubah ya ?. ia menjawab “iya” saja.

 

Catatan BMs hari Sabtu, 20 Agustus 2022. Selesai ditulis pada hari Rabu, 31 Agustus 2022 pukul 11:06 WIB.

Posting Komentar

0 Komentar