Trending

6/recent/ticker-posts

Catatan BMs (51) : Tidak Ada Istighotsah, Ke Dhalem Gus Busthomi Tapi Tidak Ketemu

 



Seminggu sebelum diadakannya haul Kiai Zainul Mu’in di PP. Nurur Rahmah, tidak ada istighotsah mingguan bersama Kiai Hafit pada hari jum’at itu. Yang aku dengar dari Topek, bahwa jalur akan kami lewati terlalu curam. Berbahaya. Akhirnya minggu itu libur. Entah Gus Hadi atau Kiai Hafit saja yang berangkat sendirian, aku tak kurang tahu.

Karena libur istighotsah hari jum’at itu, aku santai-santai di kamar. Leyeh-leyeh. Menikmati suasana libur. Yang ku ingat, sore itu setelah sholat ashar berjama’ah, aku mengajak Faqih, santri Riyadlus Sholihin yang menjadi pengurus kebersihan untuk keluar.

Ia awalnya bilang sakit perut sebagai dalih untuk menolak ajakanku. Tapi aku menyangkal sambil ketawa-ketawa. “tidak, tidak. Kamu berbohong,” ucapku dalam bahasa madura. Hahaha.

Aku meminta tolong padanya untuk membawa tas yang berisi beberapa makanan hasil dari kulakan. (pada tulisan sebelumnya kan aku sudah menceritakan soal kulakan beberapa makanan / snack).

Nah, contoh variasi snack/makanan yang ada di dalam tas itu, hendak ku tawarkan ke Gus Busthomi. Sebagaimana penawaran sebelumnya, kalau makanan yang ku bawa itu cocok pada beliau, beliau akan kulakan/beli banyak padaku yang pada nantinya akan dijual ke Sidoarjo. Sebagaimana bisnis yang biasa ia lakukan selama –kurang lebih- dua tahun ini.

Sesampai di sana, ternyata dhalem beliau seda tutupan. Beliau sedang mios (keluar, red). Aku tahu beliau mios karena ada salah satu santri –entah hadaman apa tidak- memberitahuku demikian. Akhirnya aku dengan Faqih berjalan menuju pondok tapi dengan jalur yang berbeda.

Aku dan Faqih pulang lewat asrama santri putra yang pusat. Aku rekam dan dokumentasikan asrama pusat  yang sore itu kebetulan sedang sepi. Para santri sedang ada acara lomba ‘sepak bola’ dalam rangka menyambut haul Kiai Zainul Mu’in.

Aku juga menengok sunga di sebelah pondok pusat itu. Kata Faqih, para santri bisa mandi di sungai selain memang kamar mandi santri sudah disediakan sebanyak dua kamar mandi.

Pada hari itu, aku juga sempat buat story IG soal ini. Haha. Setelah itu, kami lewat depan gapura depan Pondok Pesantren Nurur Rahmah. Faqih bertemu santri lainnya dan ia memutuskan untuk bermain dengan temannya. Kami berpisah.  Ia bersama temannya dan aku berjalan sendiri menuju pondok.

Catatan BMs hari Jum’at, 19 Agustus 2022. Selesai ditulis pada Rabu, 31 Agustus 2022 pukul 10.08 WIB. selesai menulis ketika sudah ada di pondok.

Posting Komentar

0 Komentar