Trending

6/recent/ticker-posts

Catatan BMs (50) : Kulakan Makanan, Penggeledahan dan Nobar Sexy Killers Yang Tak Menarik

 



Hari kamis (18/08) kemarin, aku pulang dari MTs sesaat sebelum ashar tiba. aku pulang dengan sarungan, membawa tas di punggung dan proyektor di tangan. Saat memasuki areal pondok, saat itu diniyah sedang berlangsung. Di tengah berlangsungnya KBM, ada salah seorang santri berseru begini, “bagooos”. Duh, miris hati ini. Apalagi sorak-ramai dari santri lainnya, rasanya aku sebagai pahlawan kesiangan dan sosok yang dapat diandalkan karena memenuhi keinginan mereka: nobar.

Huhu. Gimana gitu ya ?

Setelah sholat ashar berjama’ah, aku panggil santri itu. Ku suruh pijat-pijat di punggung. Sambil lalu aku bilangi dan nasehati agar tidak seperti itu lagi. Iya hanya mengangguk dan bilang, “engghi tadz”. Setelah itu pergi dan kembali ke kamar. Persiapan diniyah sore.

Setelah kejadian itu, aku izin ke Gus Hadi. Ngebel dhalem beliau untuk izin keluar. Pinjam motor. Ternyata beliau sedang tidur dan aku saat menunggu beliau keluar, ngebel ke dua kalinya. Duh, apakah aku kurang sabar ya. Gus Hadi akhirnya keluar dan beliau tampak bangun tidur. Jawabannya sudah ditebak, beliau mengizinkan dan mengiyakan.

Aku awalnya beli paketan data karena kebetulan siang sebelum ashar itu, paketanku jleb habis. Kemudian aku ke rumahnya Aulia Firdausiyah. Aku awalnya sudah janjian dengan Aulia ini soal beli produksi makanannya untuk aku jual lagi.

Ternyata, ketika jam 16.00 WIB dan aku masih belum beli paketan itu, ia kirim vn bahwa ia tidak bisa ketemu denganku. Ia ada acara dan keluar sore itu. Katanya sih ngajar. Aku tetap melanjutkan perjalanan. Barangkali ada orang yang bisa aku temui dan aku mendapatkan produk makananya. Daripada aku bolak-balik ya kan. Jaraknya lumayan jauh.

Ketika tiba disana, aku bertemu dengan ibunya. Ada beberapa varian produk beserta besar ukuran kemasannya. Aku pulang jam lima sore dari rumah itu. Aku ngebut karena sholat maghrib adalah jadwal aku menjadi imam di pondok. Takut telat nanti malah membuat tidak enak hati pada tuan rumah dan ustadz yang lainnya.

Setelah urusan sore itu selesai, ba’da sholat maghrib, para ustadz kemudian melakukan penggeledahan saat para santri sedang melakukan kegiatan. Instruksi ini dari Neng Iin via chat WA pada Topek. Para usatdz menggeledah, kecuali Ustadz Muhib standbye di musholla menjadi imam dan mengawal kegiatan santri.

Ba’da kegiatan isya’, penggeladahan itu selesai. Tidak ada yang membawa HP. Semuanya relatif aman. Hanya benda-benda kecil dan beberapa benda dilarang sesuai dengan hasil kesepakatan aturan keamanan daerah tapi aturan itu belum disosialisasikan.

Lanjut pada malam harinya, agenda yang ditunggu-tunggu santri, yakni nonton bareng (nobar). Nobar filmnya adalah sexy killers. Film yang mengungkap keboborokan pemerintah kita. Ada bisnis batu bara, pertambangan dan lain sebagainya yang menghisap kekayaan Negara-negara miskin, merusak lingkungan dan kebiadaban-kebiadaban lainnya.

Aku berharap, dengan nonton film itu, para generasi bangsa ini semakin sadar realita dan fenomena di bagian bumi Indonesia lainnya sedang ada mega-proyek tak ramah dan tak adil sama sekali. Sadar akan realitas, menumbuhkan sikap dan gerak yang ‘seharusnya’ dan ‘bagaimana’.

Aku tidak dan belum nonton full film itu. Aku hanya menonton sekilas. Aku tidur karena capek tidak tidur siang tadi. Sejak beberapa hari ini aku forsir siang hari dengan main laptop dan lain sebagainya.

Tapi kenyataan berbeda dengan harapan. Para adik-adik santri ini ingin ganti film karena tidak seru. Ini ada masalah. Gap antara harapan pengurus/ustadz dengan santri. Aku yang belum 100 % tidur tadi malam sempat mendengar keributan –protes- tadi malam. Aku melanjutkan tidur. Membiarkan begitu saja.

Masalah tadi malam ditangani oleh Ust. Anam. Tak apalah. Gantian. Siapa tahu kalau ternyata mereka tidak suka ?

 

Catatan BMs Kamis, 18 Agustus 2022. Selesai ditulis pada Jum’at, 19 Agustus 2022.

Posting Komentar

0 Komentar