Trending

6/recent/ticker-posts

Catatan BMs (48) : Kunjungan ke Rumahnya Agus Salim

 



Diantara hasil keputusan malam selasa itu adalah mengunjungi rumahnya Agus Salim, santri / pengurus di sini yang orang tuanya jarang hadir saat isitghotsah wali santri di daerah Riyadlus Sholihin. Dan, Agus Salim itu nama aslinya. Sedangkan nama panggilannya adalah Rahmad.

Menurut kabar yang atau pembahasan pada rapat itu adalah Rahmad itu (1) soal peralatan mandi selalu pakai punya temannya. Soal uang saku dan finansial, ia selalu rang tekorang (kekurangan, red).

Dulu, ketika kelas dua MI, (2) Mad itu mondok tidak diantar ke orang tuanya. Ia kesini bersama Ama’ (cucu Kiai Hafit / putrnya Gus Hadi). Ia awalnya mondok di pusat, entah kelas berapa, ia-pun pindah ke sini.

Selanjutnya, (3) orang tuanya Mad jarang hadir saat istighotsah wali santri. Orangtuanya tidak pegang HP android. Tidak bisa mungkin. Biasa orang desa.

Akhirnya, ba’da ashar itu, ada empat orang yang ke sana, yakni aku, Ust. Taufiq, Topek dan Rahmad. Kami berangkat saat diniyah sore baru mulai. Jam setengah empat lebih. Kata Mad, rumahnya ada di daerah terpencil. Hanya ada 13 rumah di desanya. Selebihnya sawah.

Setelah sampai, ternyata benar juga. Rumah-rumah di daerahnya Mad cukup sedikit. Ternyata aku pernah lewat depan rumahnya saat pergi ke rumahnya Cak Luk sebelum idul adha dulu. Sesampai disana, awalnya kami tidak langsung dipersilahkan masuk. Mad masih masuk dan cari orang tuanya.

Ternyata orang tua Mad baru berangkat. Entah ke sawah atau cari rumput. Sedangkan kakak laki-lakinya baru saja keluar dan salipan. Aku menghampiri Mad dan bilang, “ayo, ustadz-ustadznya ini disuruh duduk dulu. Kasian”.

Hahaha. Aku suruh dia begitu dulu karena mendengar keluhan mereka (Ustaadz Taufiqoin) tidak langsung dipersilahkan duduk. Kata Mad, di rumahnya tidak ada siapa-siapa. Tapi saat baru masuk, aku barusan melihat seorang perempuan paruh baya itu.

Aku tanya pada Mad, “siapa itu ?”

Mad menjawab, itu kakak iparnya atau istri kakak laki-lakinya yang salipan tadi.

Ah, entahlah.

Kami duduk di ruang tamu itu. Tak lama setelah itu, kakak yang salipan itu akhirnya datang. Kami ngobrol ngalor-ngidul. Hingga hamir maghrib, ibunya Mad tiba. sedangkan urusan dan kepentinga kami sudah selesai dibicarakan dengan kakaknya Mad. Akhirnya, obrolan dengan ibunya Mad tak berlangsung lama. Waktu sudah senja dan kami pun pamit pulang.

Catatan BMs ke 48. Hari Selasa, 16 Agustus 2022.

Posting Komentar

0 Komentar