Semenjak ada kejadian kemarin
yang aku disuruh fokus BMs, aku ada perasaan gamang untuk menjalani kegiatan
atau mengisi ekstrakurikuler jurnalistik di Madrasah Aliyah Negeri 1
Probolinggo (MANSA-Pro) Putri setiap hari Sabtu pukul 13.00 WIB sampai selesai.
Hampir siang itu, aku chat nomer WA MANSA-Pro
Putri itu, tidak dibalas. Alhamdulillah. Aku tidak jadi ke pondok. Jadi masih
bisa menjalankan dawuh Ra Fayyadl, “fokus bms”. Selain itu, pada hari-hari itu,
kepalaku berat karena pikiran dan tugas yang menumpuk.
Duh, ada rencana strategis,
selayang pandang dan lain sebagainya. Banyak sekali. Aku sampai bingung
bagaimana cara mengerjakannya. Apalagi Kiai Hafit yang selalu bertanya, membuat
diri ini selalu kepikiran karena kurang bisa memenuhi harapan dan membahagiakan
beliau. Kiai Hafit.
Sebenarnya, Jum’at kemarin saat
aku membonceng Kiai Hafit, beliau sudah berpesan untuk segera menyelesaikan
aurod santri yang ke dua. Isinya tentang burdah, hizbul futuh dan beberapa doa
tambahan lainnya. Jadi kalau di total, aurodnya ini disini ada 3, yakni al-Majmu’ah
1 dan 2, dan aurod pribadi Kiai Hafit.
Kiai Hafit selalu bilang, dhulih
pemareh ustadz, masak kuleh ghik ntarrah Nurul Jadid (cepat diselesaikan
ustadz. Masak saya harus ke Nurul Jadid (untuk menyelesaikan aurod ini).
Huhu. Aku jadi ada beban pikiran.
Belum lagi aku ingin ikut suatu even, buat portofolio dan essay sebanyak
-minimal- 900 kata. Hah. Entahlah, entah.
Di BMs ini, memang sih enak.
Aku jadi lebih bebas dan
sesuka hati mau ngapain saja. Tapi ketika ada tuntutan itu lho, kadang buat
tidak kerasan, ingin nangis dan lain sebagainya. Aku yakin ini terbaik dan aku
harus latihan dan terus latihan agar menjalani semua takdir ini dengan senang
hati.
Allah Kariiimm
*Catatan BMs 45, yakni catatan
BMs hari Sabtu, 13 Agustus 2022. Selesai ditulis pada Kamis, 18 Agustus 2022
pukul 06:44 WIB.

0 Komentar