Trending

6/recent/ticker-posts

Catatan BMs (41): Mari Duduk Bersama, Satukan Persepsi Kita

 

 

Kadangkala, aku ingat hari sibuk-sibuknya disini, semisal pada hari Sabtu dan Ahad (6-7/08) lalu. Saat aku dituntut, mau tidak mau, dituntut untuk menyelesaikan PPT Duta Santri DIgital dan fikih zakat pertanian. Capek juga kalau ingat hari-hari itu. Memang dan sudah menjadi keharusan, persiapan dilakukan jauh-jauh hari sebelum suatu momen –apalagi agenda pasti- terjadi.

Tapi semua orang memang ingin begitu kan ? dan, nyatanya, tidak semua orang mau dan mampu, bisa dan dibisakan untuk melakukan persiapan jauh-jauh hari itu. Benar kata orang, kesuksesan itu ada ketika kesiapan bertemu dengan kesempatan. Kalau sudah pasti ada agenda tertentu, itu adalah sebuah kesempatan yang diberikan tuhan pada kita. Sedangkan kesiapan, mau siapa lagi yang mempersiapkan diri, upgrade kualitas pribadi dan lain sebagainya kecuali diri kita sendiri.

Kadang, aku bergumam dalam hati, berkacalah ke cermin dan bilanglah, “tidak ada yang butuh pada dirimu sendiri daripada orang yang di cermin itu”

Allah. Allah. La Haula wa Laa Quwwata Illa Billah.

Untuk catatan BMs hari selasa (09/08) ini, aku ingin menulis catatan tentang sosialisasi pengurus daerah kepada para santri. Sosialisasi ini dilaksanakan ba’da maghrib. Kegiatan pembinaan al-Qur’an itu harus diliburkan.

Sebelum sosialisasi itu, pada siang harinya, ada sedikit drama tipis-tipis yang terjadi diantara Aku, Anam dan Topek. Siang ba’da dhuhur itu, Topek pinjam HP ke aku mau syuting dan wawancara ke Kiai Zainurrifa’. Ia ingin buat video profil daerah.

Aku jelaskan kaget. Ini konsepnya bagaimana ? dan apa saja yang mau ditampilkan di video itu, belum dimusyawarahkan bersama. Kita belum duduk bersama, menyatukan persepsi. Aku sering makan ati, tapi mau bagaimana lagi, tiada daya dan upaya untuk mengungkapkan semua selain harus kutelan sendiri.

Setelah itu, aku klarfikasi soal pembuatan video profil ini ke Topek. Akhirnya aku menemukan beberapa titik dan kelemahan dari ‘akan wawancara’ ini. Konsep pembuatan video belum matang. Aku pun memanggil Anam untuk duduk bersama. Merumuskan bagaimana enaknya video profil ini.

Kesalahan dan koreksi ini pun segera ditemukan. Sehingga kamipun tahu bagian mana yang harus diperbaiki. Kalau boleh jujur, ya sebenarnya aku banyak makan ati ke dia. Mau bagaimana lagi. Harus sabar dan sabar.

Dan, melalui Topek, aku jadi belajar menyikapi ketidak idealan dalam hidup. Bagaimana memperlakukan hal buruk, tidak enak dan kesalahan yang ada di depan mata kita. Apapaun hal buruk itu, jangan dicela dan perbesar. Aku punya dosa, kesalahan dan hal buruk juga. Kalau aku memperbesar, membuat heboh dan memperkeruh keadaan, khawatir suatu saat nanti aku yang menjadi orang yang seperti itu.

Hufth, sungguh memalukan sekali.

Setelah peristiwa itu selesai, pada malam harinya, pengurus mengadakan sosialisasi. Aku yang menjadi proog dan epilog sosialisasi proker pengurus itu. Alhamdulillah, keinginan ada sosialisasi kegiatan/proker tiap devisi ini bisa selesai juga.

Semoga dengan adanya sosialisasi ini, para santri yang diamanahi jadi pengurus ini punya rasa kepemilikan, kesadaran berkhidmah dan memiliki rasa tanggung jawab. Amiin.

Catatan BMs (41) hari Selasa, 09 Agustus 2022. Selesai menulis pada hari Rabu, 10 Agustus 2022 pukul 16:42 WIB.

Posting Komentar

0 Komentar