Tak terasa, pada
hari senin (08/08) lalu adalah hari ke-40 kami menjalani masa BMs dan PKM di
PP. Nurur Rahmah Daerah Riyadlus Sholihin. Sebagaimana arahan Kiai Hafit pada
rapat evaluasi guru tugas, usatdz BMs dan keluarga dhalem agar ada kumpulan
setiap malam selasa dengan pengurus, akhirnya secara perdana kumpulan itu
dilaksanakan.
Dari semua
pengurus, ada beberapa devisi yang tidak hadir. Diantaranya adalah Bendahara
dan Keamanan yang memang satu orang pengurusnya, yakni Zainul Mujib (Je).
Kakinya terkilir saat hendak menuju kamar mandi. Ia kesakitan.
Selain keamanan,
pengurus yang tak hadir itu adalah bagian ubudiyah. Pengurusnya adalah Roziqin
dan Hiday. Roziqin sedang di rumahnya. Ia ingin berhenti mondok katanya.
Sedangkan Hiday, ia tidur di kamarnya. Akhirnya rapat harus dilanjutkan.
Satu persatu
kegiatan demi kegiatan tiap devisi coba ditanamkan pada mereka. Setahap demi
setahap, para pengurus ini dibina menejemen kepengurusan yang baik. Dan, satu
demu satu pula perlengkapan pengurus yang mereka butuhkan menjadi tanggung
jawabku. Kok aku ?
Karena yang tahu
untuk urusan administratif dan jaringan ini aku.
Memangnya,
perlengkapan apa yang dibutuhkan ?
Mengeprint
program kerja, aturan keamanan, susunan kepengurus hingga absensi ubudiyah.
Untuk absensi ini digunakan ubudiyah ketika kegiatan ke-mushollahaan. Sedangkan
tiga poin sisanya, seharusnya ditempel di kamar pengurus. Agar semakin ingat
dan tertanam pada diri mereka akan program kerja masing-masing devisi.
*Catatan BMs
40, Hari Senin 08 Agustus 2022. Selesai ditulis pada hari Rabu, 10 Agustus
2022.

0 Komentar