Malam hari
setelah pematerian duta santri digital, aku langsung tidur. Senang banget
rasanya karena tugas yang membuatku kepkiran menyiapkan bahan presentasi itu
akhirnya tuntas dan selesai. Waktu terus berlalu, mau tidak mau aku dituntut
untuk maju. Presentasi dan maju di depan adik-adik santri sih its ok, tapi
isinya ini lho. Masak mau bicara kemana-mana dan tidak terarah begitu ?
Malam itu, tak
ambil lama aku langsung terlelap. Padahal, esok harinya aku ada kegiatan PKM,
yakni pematerian tentang fikih zakat pertanian. Jujur, aku sangat awam dan
kurang begitu paham tentang zakat tumbuh-tumbuhan itu.
Yang jelas,
panduan fikih zakat pertanian itu tidak akan jadi dan acara tidak akan berjalan
lancar tanpa adanya dukungan dari berbagai pihak. Hari Ahad (07/08) itu, aku
ada jadwal ngajar di daerah An-Nur. Tidak enak bila aku tidak masuk lagi karena
minggu kemarin aku sudah izin tidak masuk kesana. Awalnya aku ingin izin tidak
mengajar, tapi begitu. Tidak enak sendiri.
Untuk buat
panduan tersebut, tentu aku harus paham secata matang fikih pertanian,
mengetiknya, mentashihnya lalu memfotocopynya. Ada proses memahaminya ini yang
sulit. Apalagi internet/paket data di HP ku tidak bisa membuatku untuk
mengakses google secara mudah. Akhirnya saat mau buka situs NU.Onlne, tidak
bisa.
Aku Tanya ke
Ust. Alfan, Ust. Yaqin Nurul Qodim, Pak Suli, Ust. Mustain dan itu saja. Yang
palng intens menjawab kegamanagan dan kebingunanku adalah Ust. Ahmad Qusyairi
as-SAlimy. Terimakasih sekali lagi ya pak.
Terimakasih juga
kepada teman-teman WA, yang bersedia membantu meski telat. Wkwkw. Ada yang
jawab setelah pematerian usai.
Yang jelas
pra-pematerian itu, hah, aku dibuat terbentur-terbentur dengan keadaan. Sore
hari pasca diniyah itu, aku tidak langsung berangkat keluar buat fotocopy
panduan zakat pertanian itu. Aku masih mengedit dan mengetik beberapa poin yang
perlu ku ketik.
Lalu aku keluar
dengan Anam. Belum drama mau izin ke Neng Iin, antara aku dan Anam, siapa yang
harus izin ?. hah. Kendala lagi. Setelah Anam mengalah, aku keluar. Kami menuju
ATM terlebih dahulu, karena Anam ada kepentingan mau ambil uang. Tapi uangnya
tidak ada.
Waktu semakin
sore, titipan Topek untuk bayar shopee di indomart itu juga akhirnya tidak bisa
terealisasikan. Oh ya, sore itu Topek nitip bayar sesuatu di Indomart. Setelah
dari ATM, aku dan Anam menuju tempat fotocopy-an. Saat menunggu fotocopy-an,
Topek chat bahwa Neng Iin minta es boba, akhirnya kami beli dan tak sempat ke
rumahnya Pak Abdulah.
Di Pondok,
sedang sibuk-sibuknya menyiapkan penutupan PHBI Tahun Baru Islam 1444 H. aku
datang ketika maghrib sudah tiba. Di sini sedang sepi karena para santri sedang
sibuk persiapan buka puasa. Saat aku datang, para ustadz sedang sibuk
membungkus hadiah.
Hah. Entahlah.
Kehidupan tak selalu berjalan sesuai keinginan kita. Kita terus dituntut untuk
selalu beradaptasi dengan segala perubahan yang ada.
*Catatan BMs
hari Ahad, 07 Agustus 2022. Selesai hari Rabu, 10 Agustus 2022.

0 Komentar