Trending

6/recent/ticker-posts

Catatan BMs (39) : Lika-Liku Proses Pembuatan Fikih Zakat Pertanian

 

Malam hari setelah pematerian duta santri digital, aku langsung tidur. Senang banget rasanya karena tugas yang membuatku kepkiran menyiapkan bahan presentasi itu akhirnya tuntas dan selesai. Waktu terus berlalu, mau tidak mau aku dituntut untuk maju. Presentasi dan maju di depan adik-adik santri sih its ok, tapi isinya ini lho. Masak mau bicara kemana-mana dan tidak terarah begitu ?

Malam itu, tak ambil lama aku langsung terlelap. Padahal, esok harinya aku ada kegiatan PKM, yakni pematerian tentang fikih zakat pertanian. Jujur, aku sangat awam dan kurang begitu paham tentang zakat tumbuh-tumbuhan itu.

Yang jelas, panduan fikih zakat pertanian itu tidak akan jadi dan acara tidak akan berjalan lancar tanpa adanya dukungan dari berbagai pihak. Hari Ahad (07/08) itu, aku ada jadwal ngajar di daerah An-Nur. Tidak enak bila aku tidak masuk lagi karena minggu kemarin aku sudah izin tidak masuk kesana. Awalnya aku ingin izin tidak mengajar, tapi begitu. Tidak enak sendiri.

Untuk buat panduan tersebut, tentu aku harus paham secata matang fikih pertanian, mengetiknya, mentashihnya lalu memfotocopynya. Ada proses memahaminya ini yang sulit. Apalagi internet/paket data di HP ku tidak bisa membuatku untuk mengakses google secara mudah. Akhirnya saat mau buka situs NU.Onlne, tidak bisa.

Aku Tanya ke Ust. Alfan, Ust. Yaqin Nurul Qodim, Pak Suli, Ust. Mustain dan itu saja. Yang palng intens menjawab kegamanagan dan kebingunanku adalah Ust. Ahmad Qusyairi as-SAlimy. Terimakasih sekali lagi ya pak.

Terimakasih juga kepada teman-teman WA, yang bersedia membantu meski telat. Wkwkw. Ada yang jawab setelah pematerian usai.

Yang jelas pra-pematerian itu, hah, aku dibuat terbentur-terbentur dengan keadaan. Sore hari pasca diniyah itu, aku tidak langsung berangkat keluar buat fotocopy panduan zakat pertanian itu. Aku masih mengedit dan mengetik beberapa poin yang perlu ku ketik.

Lalu aku keluar dengan Anam. Belum drama mau izin ke Neng Iin, antara aku dan Anam, siapa yang harus izin ?. hah. Kendala lagi. Setelah Anam mengalah, aku keluar. Kami menuju ATM terlebih dahulu, karena Anam ada kepentingan mau ambil uang. Tapi uangnya tidak ada.

Waktu semakin sore, titipan Topek untuk bayar shopee di indomart itu juga akhirnya tidak bisa terealisasikan. Oh ya, sore itu Topek nitip bayar sesuatu di Indomart. Setelah dari ATM, aku dan Anam menuju tempat fotocopy-an. Saat menunggu fotocopy-an, Topek chat bahwa Neng Iin minta es boba, akhirnya kami beli dan tak sempat ke rumahnya Pak Abdulah.

Di Pondok, sedang sibuk-sibuknya menyiapkan penutupan PHBI Tahun Baru Islam 1444 H. aku datang ketika maghrib sudah tiba. Di sini sedang sepi karena para santri sedang sibuk persiapan buka puasa. Saat aku datang, para ustadz sedang sibuk membungkus hadiah.

Hah. Entahlah. Kehidupan tak selalu berjalan sesuai keinginan kita. Kita terus dituntut untuk selalu beradaptasi dengan segala perubahan yang ada.

*Catatan BMs hari Ahad, 07 Agustus 2022. Selesai hari Rabu, 10 Agustus 2022.

Posting Komentar

0 Komentar