Trending

6/recent/ticker-posts

Catatan BMs (37): Dari Buat Papan Tulis Hingga Rapat Evaluasi Bersama Kelurga Dhalem

 



Tak terasa, hari kamis (04/08) kemarin adalah hari ke 37 kami menjalani BMS dan PKM.  Ada banyak kisah, cerita dan kenangan yang kami jalani selama ini. Pada catatan ini, aku mengucapkan banyak terima kasih kepada semua pihak yang terlibat memberi warna, mensukseskan hingga mengarahkan kami agar tidak keluar jalur sebagaimana mestinya.

Tak lupa, kami juga mohon maaf kepada seluruh pihak yang tidak mungkin kami sebutkan satu persatu, dari ujung timu, barat, utara dan selatan yang tentunya kami ada salah tingkah. Baik kami sadari atau tidak.

Ke dua ucapan tadi, terimakasih dan mohon maaf, sebagai refleksi atas segala yang berlalu. Waktu terus berjalan dan semoga saja, tugas-tugas yang belum terselesaikan dapat segera rampung. Di sisi, kurang lebih 23 hari lagi ini, semoga kami dapat menuntaskan semuanya dengan maksimal. Amiin.

Pada hari Rabu, Topek sudah bilang bahwa keesokan harinya, akan garap papan tulis santri. Baiklah. Tapi hari hari Kamis aku ada jam mengajar di MTs. Di jam pertama dan ke dua, dan juga pada jam (entah ke berapa) yang jelas setelah istirahat, aku ada jam lagi di putri.

Kepada pihak MTs, sebenarnya aku tidak enak sendiri ketika sering tidak masuk bila tiba-tiba ada pekerjaan desain keperluan madrasah. Tidak ada konfirmasi lagi. Sehingga beberapa kelas, sempat aku tinggalkan begitu saja. terutama kelas di putri. Dari semua kelas 7, 8 dan 9 (siswi) itu, aku hanya masuk satu kali saja dari masing-masing kelas.

Hah. Hari Kamis itu, aku pulang agak lama, yakni jam setengah satu dikarenakan tugasku baru selesai saat itu. Kalau mau lanjut, bisa juga. Aku mau desain brosur pondok, tapi isi desainnya aku belum ada gambaran. Sehingga ku akhiri saja dan langsung pulang ke pondok.

Sesampai di pondok, Topek dan dibantu beberapa santri masih menggarap papan. Aku di kamar langsung makan karena sejak pagi aku belum makan. Apalagi pagi itu aku bangun kesiangan sehingga berimbas pada masuk kelas (jam mengajarku di MTs) pun telat.

Setelah makan, sholat dan istirahat sebentar, aku langsung ikut nimbrung. Garap papan itu sampai sore dan alhamdulillah papan tulis (KBM) santri akhirnya jadi. Yang belum tinggal satu: papan informasi. Rencananya kemarin mau langsung diselesaikan, tapi waktu tidak mendukung (sudah sore).

Setelah itu, ba’da maghrib, para ustadz BMS disuruh Gus Hadi untuk mengawal kegiatan pawai obor TPQ Al-Mahasin. Sebuah lembaga pendidikan al-Qur’an bagi anak-anak yang bangunan gedungnya, itu adalah rumah-nya Gus Hadi. Jadi, Gus Hadi ini punya rumah besar, dan sebagian dari gedung itu dialihkan dan dijadikan tempat pendidikan anak-anak disekitar sini.

Setelah keliling desa, pawai obor selesai dan kami kembali ke pondok sekitar jam delapan kurang lima belas menit. Kegiatan di musholla belum selesai. Aku, Topek  dan Anam langsung ke kamar. Istirahat.

Kegiatan rutin malam jum’at santri, setelah kegiatan selesai di musholla ada ke maqbaroh pendiri PP. Nurur Rahmah, yakni Kiai Zainul Mu’in. Kami bertiga tidak ikut dan setelah kegiatan ziarah itu, langsung ada panggilan bahwa rapat akan segera dimulai.

Yang hadir pada rapat itu adalah kami berlima (para ustadz BMs dan Guru Tugas Sidogiri & Karang Panas), Kiai Hafit Achmad, Gus Hadi dan Ust. Aan. Untuk nama terakhir ini, kata Gus Hadi, adalah tenaga pengajar yang akan menggantikan kami bertiga (ustadz BMS) setelah purna tugas. Rumah Ust. Aan ada di desa sebelah. Ia masih mahasiswa dan -sepertinya tinggal menunggu wisuda- sehingga ia tidak terlalu banyak kegiatan dan bisa mengajar di sini nanti.

Rapat itu, mengevaluasi banyak hal, terutama perkembangan santri dalam belajar al-miftah, KBM Safinah, penumbuhan jiwa tanggung jawab santri sebagai pengurus dan hal-hal adminstratif dan perkembangan pesantren lainnya.

Rapat selesai sekitar jam sebelas. Aku yang belum sholat langsung ambil wudhu dan menghampar sajadah. Aku ingin nangis tapi malu pada para ustadz. Ada tambahan tugas setelah rapat itu sedangkan tugas yang ada masih menumpuk. Allah.

Bismillah. Semoga dari peristiwa dan pengalam ini, menambah kekuatan serta keteguhanku dalam menjalani kehidupan di hari-hari ini. Amiin. La haula wa laa quwwata illa billah.

Posting Komentar

0 Komentar