Aku mengetik ini
malam. Malam jum’t tepatnya. Catatan BMs ku ada tiga hari yang belum selesai.
Sejak selasa, rabu dan kamis. Tidak ada yang bisa mentakdirkan aku malam-malam
begini buka laptop, mengetik dan menyelesaikan tugas-tugas ini (itupun kalau
tuntas semuanya dan semoga tuntas) kecualia Allah SWT. semata. Padahal dari
tadi, main hp terus. Scrool media sosial tidak berhenti-henti. Astaghfirullahahl
‘adzim.
Catatan BMs ke 35
adalah catatan hari Selasa (02/08). Ku ingin bercerita tentang satu hari
persiapan menyambut datanganya Ra Fayyadl ke PP. Nurur Rahmah. Beliau mengisi
acara ‘muhadhoroh ammah’ ala yayasan disini. Semacam pembukaan untuk
tahun ajaran 2022/2023.
Pada hari itu,
malam r
abunya, diisini ada lomba tahlil. Seharusnya aku jadi juri, tapi berhubung
aku ada keperluan sehingga aku harus keluar dan tidak bisa menjadi juri. Malam
itu, aku keluar untuk print “konsep seminar pertanian peran pesantren dalam
dunia pesantren”.
Nah, isinya konsep
tersebut akan aku copas dibawah ini. Sekaligus sebagai catatan, pengingat dan
gambaran terkait persiapan melaksanakan kegiatan/acara yang bersifat kerjasama
dengan pihak lain.
Rancangan Konsep Acara
“Peran Pesantren Dalam Dunia Pertanian”
A.
Latar
Belakang
Pertanian
merupakan salah satu sektor penting dalam kehidupan manusia. Dengan pertanian
dan segala hal yang berkaitan dengannya, kita sebagai umat manusia dapat
mengonsumsi berbagai makanan beserta lauk pauknya. Dunia pertanian, bagi
masyarakat menengah ke bawah merupakan mata pencaharian sekaligu sumber
penghasilan utama dalam kehidupa sehari-hari mereka. Tak heran, bila sosok
hadratussyekh K.H. Hasyim Asy’ari, Rais Akbar Nahdlatul Ulama (NU) pernah
mengatakan, “Petani Adalah Pahlawan Negeri”.
Belakang
ini, saya mendengar potongan-potongan cerita dan kisah perjuangan masyayikh
Nurul Jadid dalam membela petani. Baik dari segi kontrak harga hingga
perjuangan melalui jalur hukum. Saya mendengarnya langsung dari Bpk. Mudzakkir,
Ketua Asosiasi Petani – Kab. Probolinggo (Aspek Pro). Melalui beliau, saya
belajar banyak hal tentang peran pesantren dalam dunia pertanian. Selain
pengalamannya dalam dunia pertanian, Pak Mudzakkir juga pernah keliling manca
negara di Asia Tenggara sebagai perwakilan petani Indonesia pada tahun 2007,
2008 hingga 2009 untuk belajar dan memberikan kontribusi di Indonesia.
Dari
beberapa kali berbincang-bincang dengan beliau, saya jadi mengerti bahwa visi
santri Nurul Jadid sebagaimana dawuh Kiai Zaini Mun’im, “saya tidak ridha bila
santri Nurul Jadid tidak berjuang di masyarakat” dan “orang yang hidup di
Indonesia kemudian tidak melakukan perjuangan, dia telah berbuat maksiat. Orang
yang hanya memikirkan masalah pendidikannya sendiri, maka orang itu telah
berbuat maksiat. Kita semua harus
memikirkan perjuangan rakyat banyak” adalah visi yang sangat realistis, membumi
dan perlu diilhami oleh semua elemen yang ada di pondok pesantren ini. Baik
santri, wali santri, alumni hingga para pegawai di dalamnya.
B.
Tujuan
a.
Mengenalkan
perjuangan masyayikh Nurul Jadid dalam dunia pertanian
b.
Memahami
semangat juang masyayikh Nurul Jadid terhadap masyarakat sekitar
c.
Mengenalkan
dampak dan manfaaat dunia pesantren terhadap dunia pertanian
C.
Konsep
Acara
1.
Hari, Waktu :
2.
Tempat : IG Live Streaming
Pondok Pesantren Nurul Jadid
3.
Pemateri :
-
K. Muhammad
Al-Fayyadl, M.Phil (Aktivis Agraria Dan Intelektua Muda NU)
-
Mudzakkir
(Ketua Asosiasi Petani Kab. Probolinggo)
D.
Kisi-Kisi
Materi
1.
K. Muhammad
Al-Fayyadl
-
Peran
pesantren dalam dunia pertanian
-
Sepak terjang
masyayikh Nurul Jadid membela petani
2.
Pak Mudzakkir
-
Perbandingan
dunia pertanian Indonesia dan negara-negara Asean
-
Realita dan
Problematika pertanian
-
PR Pesantren
untuk dunia pertanian (hal-hal dalam pertanian yang belum tersentuh oleh
pesantren)
E.
Target
-
Publikasi
perjuangan masyayikh Nurul Jadid dalam dunia pertanian di beberapa media
nasional, seperti NU Online Jawa Timur, alif.id, beritajatim.baru.com
Usulan konsep ini, arahan dari Pak Mujib karena aku ada
inisiatif untuk mengadakan seminar pertanian yang penyajinya adalah Ra Fayyadl
dan Pak Mudzakir. Konsep acara ini akan aku maturkan keesokan harinya, pada hari
Rabu saat beliau mengisi acara disini.
*Catatan BMs hari Selasa, 02 Agustus 2022. Selesai
menulis pada hari Jum’at dini hari.

0 Komentar