Tadi pagi, aku
berangkat ke sekolah sebagaimana biasa. Bersama Anam. Sampai di sekolah, aku
tidak langsung ke kantor. Aku titip tas (yang ku bawa) ke Anam. Ia langsung ke
kantor. Aku tidak. Tapi aku langsung menuju kelas VII A. Aku kebagian jam satu
dan dua pelajaran pertama.
Mengajar mata
pelajaran IPS, aku mengira pelajaran seperti ini sudah selesai dengan mereka
membaca secara mandiri buku LKS tersebut. Tapi para siswa disini, jangankan
membaca, mengetahui jadwal pelajarannya pun sudah alhamdulillah.
Jadi aku terangkan
ulang apa yang ada di LKS itu. Saat itu materinya tentang keluarga. Aku jelaskan
sedikit, nonton video di youtube sebentar dan ada tugas: menulis silsilah
keluarga mereka. Tapi setelah memberi tugas, waktu tinggal sedikit, akhirnya
aku jadikan PR saja tugas itu. Biar pertemuan selanjutnya, ada pengumpulan
tugas.
Selain mereka, aku pun
juga punya PR. Tapi tidak kepada siswa kelas VII A itu, tapi di kelas VIII A. Ada
salah seorang siswa yang bertanya, “hutang negara kepada pihak asing,
ditanggung siapa ? sedangkan pemerintahan kita selalu berganti setiap lima
tahun sekali ?”
Aku coba mencari jawaban
ini di youtube. Ternyata aku tidak menemukan konten/judul video belum ada yang
mengena betul pada pertanyaan siswa itu. Akhirnya aku menjadikan ini PR dan
insyaallah akan nonton video jawaban ini -di HP- pada pertemuan selanjutnya.
Setelah mengajar di
kelas VII A selesai, aku menuju kantor. Aku membuka laptop dan langsung
mengerjakan tugas: buat desain banner struktural madrasah tahun pelajaran
2022/2023. Cuma modal canva, akhirnya aku bisa menyelesaikan tugas satu kali
duduk. Tentunya dibarengi Pak Zen, bagian TU MTs yang banyak memberiku tugas-tugas
desain di MTs.
Tak apa. Aku bersyukur
berarti ada kemapuan/skill yang Allah titipkan padaku ternyata bermanfaat pada
banyak pihak. Salah satunya MTs Nurur Rahmah ini, juga daerah Riyadlus
Sholihin. Terutama ketika ada keperluan desain banner atau buat konten-konten
media sosial.
Garap desain
kemarin, beserta revisi-revisinya, selesai ketika waktu sholat dzuhur tiba. Begitupula
dengan tugas yang tertumpuk, yakni desain baner struktural kelas VIII A. Alhamdulillah
selesai juga. Jadi hari Senin (01/08) itu, aku tidak masuk di kelas IX A yang
saat itu aku ada jadwal mengajar IPS. Tapi ada tugas desain ini, jadi aku tidak
masuk.
Setelah selesai
tugas, aku bertanya, “ada tugas lagi pak ?”
Pertanyaan seperti
ini menujukkan kesenanganku dipercaya menerima proyek-proyek desain. Menerima
tugas-tugas seperti ini tentu melatih skill desainku menggunakan canva. Semakin
sering desain, insyaallah semakin mahir dan cakap dalam menggunakan aplikasi
ini.
Setelah selesai
semuanya, aku diajak oleh Pak Zen untuk nak-tanakan di rumah beliau. Kata
Pak Zen, “mumpung istri saya keluar. Ada di rumah mertua”.
Awalnya aku tidak
mengiyakan, karena nanti malam ada jadwal lomba tahlil di Riyadlus Sholihin. Tapi
Pak Zen tetap mengajak, dengan ajak terbuka malah. Aku disuruh mengajak ustadz
yang dari Sidogiri, tak lupa pula aku mengajak Topek. Kalau Anam, memang diajak
karena aku dan dia duet di MTs.
Keputusan siang
itu, aku disuruh tanya dulu enaknya para ustadz ini bagaimana. Jadi ke rumah
Pak Zen jam berapa. Yang penting konfirmasinya, paling akhir itu ba’da maghrib
karena persiapan mau beli bahan-bahannya.
Aku pun tanya pada
ustadz-ustadz, bagaimana enaknya ?. lomba diundur dan kita ke rumah Pak Zen
bareng-bareng, atau tetap ada lomba dan setelah lomba langsung ke rumahnya Pak
Zen. Kesepakatannya adalah lomba digeser dan jam sembila para ustadz langsung gass
ke rumahnya Pak Zen. Alhamdulillah. Ada kegiatan ke luar pondok, tidak
serius dan bisa dikerjakan bareng-bareng lima orang ustadz ini.
Jam sembilan,
berangkat ke sana kita berangkat kosongan. Semua bahan dari Pak Zen. Kita tinggal kerja dan kumpul bersama. Bakar-bakar malam
itu adalah bakar-bakar terong. Selain dijamu dengan berbagai fasilitas nak-tanakan
yang serba ada itu, karena Pak Zen sangat berpengalaman dan biasa melakukan
nak-tanakan, kami juga dijamu dengan kopi jamu. Hasil campuran kopi,
jamu, habbatus sauda’ dan campuran-campuran lainnya.
Aku hanya bisa
sedikit menikmat dari minuman itu. Rasanya pahit. Tapi kata Pak Zen, minimun
ini menyehatkan dan membuat lega di dada. Aku dan ustadz lainnya hanya minum
sedikit. Karena baru pertama kali merasakan pahitnya minuman itu. Beberapa kali
lidah kami terjulur dan muka kamu kecut-pucat karena tidak tahan menahan rasa pahit.
Hahh. Sederhana
tapi seru dan mengasyikkan.
Bakar-bakar itu pun
akhirnya selesai. Kami pulan dan sampai pondok sekitar jam dua belas malam
kurang lima belas menit-an.
*Catatan BMs (34)
hari Senin, 01 Agustus 2022. Selesai menulis pada hari Selasa, 02 Agustus 2022
pukul 08:58 WIB.

0 Komentar