Trending

6/recent/ticker-posts

Catatan BMs (34) : Tugas Desain Struktur Madrasah Selesai, Para Ustadz Bakar-Bakar di Rumah Pak Zen

 

 

Tadi pagi, aku berangkat ke sekolah sebagaimana biasa. Bersama Anam. Sampai di sekolah, aku tidak langsung ke kantor. Aku titip tas (yang ku bawa) ke Anam. Ia langsung ke kantor. Aku tidak. Tapi aku langsung menuju kelas VII A. Aku kebagian jam satu dan dua pelajaran pertama.

Mengajar mata pelajaran IPS, aku mengira pelajaran seperti ini sudah selesai dengan mereka membaca secara mandiri buku LKS tersebut. Tapi para siswa disini, jangankan membaca, mengetahui jadwal pelajarannya pun sudah alhamdulillah.

Jadi aku terangkan ulang apa yang ada di LKS itu. Saat itu materinya tentang keluarga. Aku jelaskan sedikit, nonton video di youtube sebentar dan ada tugas: menulis silsilah keluarga mereka. Tapi setelah memberi tugas, waktu tinggal sedikit, akhirnya aku jadikan PR saja tugas itu. Biar pertemuan selanjutnya, ada pengumpulan tugas.

Selain mereka, aku pun juga punya PR. Tapi tidak kepada siswa kelas VII A itu, tapi di kelas VIII A. Ada salah seorang siswa yang bertanya, “hutang negara kepada pihak asing, ditanggung siapa ? sedangkan pemerintahan kita selalu berganti setiap lima tahun sekali ?”

Aku coba mencari jawaban ini di youtube. Ternyata aku tidak menemukan konten/judul video belum ada yang mengena betul pada pertanyaan siswa itu. Akhirnya aku menjadikan ini PR dan insyaallah akan nonton video jawaban ini -di HP- pada pertemuan selanjutnya.

Setelah mengajar di kelas VII A selesai, aku menuju kantor. Aku membuka laptop dan langsung mengerjakan tugas: buat desain banner struktural madrasah tahun pelajaran 2022/2023. Cuma modal canva, akhirnya aku bisa menyelesaikan tugas satu kali duduk. Tentunya dibarengi Pak Zen, bagian TU MTs yang banyak memberiku tugas-tugas desain di MTs.

Tak apa. Aku bersyukur berarti ada kemapuan/skill yang Allah titipkan padaku ternyata bermanfaat pada banyak pihak. Salah satunya MTs Nurur Rahmah ini, juga daerah Riyadlus Sholihin. Terutama ketika ada keperluan desain banner atau buat konten-konten media sosial.

Garap desain kemarin, beserta revisi-revisinya, selesai ketika waktu sholat dzuhur tiba. Begitupula dengan tugas yang tertumpuk, yakni desain baner struktural kelas VIII A. Alhamdulillah selesai juga. Jadi hari Senin (01/08) itu, aku tidak masuk di kelas IX A yang saat itu aku ada jadwal mengajar IPS. Tapi ada tugas desain ini, jadi aku tidak masuk.

Setelah selesai tugas, aku bertanya, “ada tugas lagi pak ?”

Pertanyaan seperti ini menujukkan kesenanganku dipercaya menerima proyek-proyek desain. Menerima tugas-tugas seperti ini tentu melatih skill desainku menggunakan canva. Semakin sering desain, insyaallah semakin mahir dan cakap dalam menggunakan aplikasi ini.

Setelah selesai semuanya, aku diajak oleh Pak Zen untuk nak-tanakan di rumah beliau. Kata Pak Zen, “mumpung istri saya keluar. Ada di rumah mertua”.

Awalnya aku tidak mengiyakan, karena nanti malam ada jadwal lomba tahlil di Riyadlus Sholihin. Tapi Pak Zen tetap mengajak, dengan ajak terbuka malah. Aku disuruh mengajak ustadz yang dari Sidogiri, tak lupa pula aku mengajak Topek. Kalau Anam, memang diajak karena aku dan dia duet di MTs.

Keputusan siang itu, aku disuruh tanya dulu enaknya para ustadz ini bagaimana. Jadi ke rumah Pak Zen jam berapa. Yang penting konfirmasinya, paling akhir itu ba’da maghrib karena persiapan mau beli bahan-bahannya.

Aku pun tanya pada ustadz-ustadz, bagaimana enaknya ?. lomba diundur dan kita ke rumah Pak Zen bareng-bareng, atau tetap ada lomba dan setelah lomba langsung ke rumahnya Pak Zen. Kesepakatannya adalah lomba digeser dan jam sembila para ustadz langsung gass ke rumahnya Pak Zen. Alhamdulillah. Ada kegiatan ke luar pondok, tidak serius dan bisa dikerjakan bareng-bareng lima orang ustadz ini.

Jam sembilan, berangkat ke sana kita berangkat kosongan. Semua bahan dari Pak Zen. Kita tinggal  kerja dan kumpul bersama. Bakar-bakar malam itu adalah bakar-bakar terong. Selain dijamu dengan berbagai fasilitas nak-tanakan yang serba ada itu, karena Pak Zen sangat berpengalaman dan biasa melakukan nak-tanakan, kami juga dijamu dengan kopi jamu. Hasil campuran kopi, jamu, habbatus sauda’ dan campuran-campuran lainnya.

Aku hanya bisa sedikit menikmat dari minuman itu. Rasanya pahit. Tapi kata Pak Zen, minimun ini menyehatkan dan membuat lega di dada. Aku dan ustadz lainnya hanya minum sedikit. Karena baru pertama kali merasakan pahitnya minuman itu. Beberapa kali lidah kami terjulur dan muka kamu kecut-pucat karena tidak tahan menahan rasa pahit.

Hahh. Sederhana tapi seru dan mengasyikkan.

Bakar-bakar itu pun akhirnya selesai. Kami pulan dan sampai pondok sekitar jam dua belas malam kurang lima belas menit-an.

*Catatan BMs (34) hari Senin, 01 Agustus 2022. Selesai menulis pada hari Selasa, 02 Agustus 2022 pukul 08:58 WIB.

Posting Komentar

0 Komentar