Fix tujuh hari Bakti
Mahasantri (BMs) berlalu. Sedangkan program BMs kami, belum juga terbentuk
secara valid. Baru tadi malam kami, yakni aku, Topek dan Anam ngumpul bareng
dan berbicara agak serius soal pengabdian ini. Jujur, aku ya kepikiran beberapa
hari yang lalu kok tidak gercep (gerak cepat) soal kegiatan BMs. Belum ada
program harian hingga program unggulan. Hah, entahlah~
Pelan-pelan,
seiring berjalannya waktu, akhirnya kami juga mulai menyusun program. Tadi malam
sudah selesai. File mentahan hasil rapat tadi malam perlu dipoles dan
diperbaiki tata tulisannya, lalu dihaturkan pada Gus Hadi.
Ada satu poin yang
kurang: program unggulan soal kaderisasi keilmuan keagamaan. Kelompok kami saat
ini belum ada. Yang ada masih program unggulan non-keilmuan keagamaan, yakni
pembetukan tim infokom/humas/media center untuk aktivasi akun media sosial
daerah riyadlus sholihin ini. Yang penting mereka punya ilmunya dulu. Sumber
Daya Manusia (SDM) nya siap dulu. Semoga fasilitas soal ini dapat menyusul
kemudian hari.
Sedangkan terkait
program unggulan kaderisasii keilmuan keagamaan ini kelompok kami belum
menemukan yang pas. Sedangkan untuk mengadakan wisuda, i’lan dan lain
sebagainya, disini sudah ada sistem yang berjalan, yakni metode al-miftah. Itu harus
satu tahun. Nah bagian al-miftah ini sudah ada yang mengawal, yakni Ust. Taufiq
dan Ust. Muhib.
Nah, mungkin teman-teman
pembaca sekalian ada usulan ?
Jadi, soal program
BMs ini, kelompok kami membaginya menjadi dua, yakni program BMs dan PKM. Yang BMs
dibagi menjadi dua, yakni keagamaan dan menejemen kepesantren. Soal keagamaan
ini lebih mengarah kepada keilmuan keagamaan atau tafaqquh fid din. Poin
ini, lebih mengamalkan pembekalan yang disampaikan oleh Ust. Suliyanto pra-pelepasan
peserta BMs.
Rencananya, hasil
rapat tadi malam akan kami print dan dihaturkan pada Gus Hadi. Bismillah saja.
semoga semua lancar dan aman. Tidak ada kendala yang berarti.
Sedangkan poin ke
dua, yakni soal menejemen kepesantrenan atau peningkatan mutu pesantren. Untuk yang
ini, lebih menjurus kepada hal-hal teknis yang mendukung kepada perbaikan kualitas
sistem yang dijalankan oleh daerah Riyadlus Sholihin Pondok Pesantren Nurur Rahmah.
Poin ke dua ini, sebagai bentuk pengamalan ilmunya Ust. Tohet saat pembekalan
BMs dulu.
Hahh. Itu saja mungkin.
Selebihnya, kemarin
aku mengerjakan tugas-tugas lain. Berpindah dari satu tugas ke tugas yang lain.
Aku kira bekerja secara sat-set itu mudah. Ternyata tidak. Tidak semua hal yang
indah secara ekspektasi di alam pikiran, ketika dijalani seperti yang dibayangkan.
Kemarin itu rencananya desain ‘coming soon 5 karya angkatan’ sebentar saja. Tapi
ketika sudah di depan laptop dan tersambung dengan jaringan internet, wah, cari
ide buat konten itu cukup lama sekali.
Juga, kemarin aku
mencoba menyelesaikan desain cover ilmu faraidh. Aku sudah menyanggupi untuk
mengerjakannya dan wajib dikoreksi oleh senior saya soal desain grafis. Ia teman
sekelas. Dila namanya. Meski perempuan, dia jago soal desain grafis.
Nah, kemarin aku
dapat koreksi dan tentunya juga masukan. Aku disuruh untuk mengubah font arab yang
aku pakai. Berhubung aku desain pakai canva dan font yang disaranin Dila tidak ada
di Canva, akhirnya harus unggah font ke aplikasi itu.
Untuk unggah font,
harus lihat youtube dan tutorial. Aku juga sudah tanya ke grup komunitas canva.
Klink Canva namanya. Tapi jawabannya tidak seketika saat itu. Duh, duh. Emannya.
Ketika cari di youtube, praktik di Canva ternyata tidak sama. Akhirnya aku
harus cari tutorial lain. Dan itu semua menghabiskan waktu lho~. Agenda itupun
tidak tuntas kemarin.
Akhirnya kegelisahan
ini terjawab sekitar dua jam kemudian. Kata Kak Syam di grup itu begini, “Kalau statusnya masih member belum bisa kak,
harus minta ke Mas @gabutdikantor dulu. Nanti Pc ya. Mas @gabutdikantor mohon
dibantu ya 🙏🏻”.
Sampai detik
ini, pukul 07:09 WIB. masih belum ada respon dan balasan. Entahlah. Jadilah garap
cover proyek faraidh itu jadi terbengkalai.
Setelah jadi
pamflet promosi coming soon proyek 5 buku angkatan, lalu diposting meski tidak
melalui koreksi yang ketat. Akhirnya ketika malam hari, ada yang mengingatkan
kalau kata-kata yang ada di pamflet itu terdapat kesalahan. Akhirnya tadi malam
aku edit ulang, share di grup tapi belum post ulang yang ada di IG.
Dari lima
proyek angkatan itu, ada satu proyek yang perlu penggarapan ekstra, yakni
dualisme pernikahan. Karya ini berisi kumpulan artikel munakahat dengan kajian
hukum Islam dan Indonesia. Katanya Pak Ije, aku disuruh buat template dalam
buku itu. Tata cara penulisan dan tata letaknya. Intinya biat terlihat profesional
dan lebih rapi.
Belum lagi
soal proyek angkatan. Bismillah. Allah Allah. Semoga selesai. Rampung. Selesai
tanggungan dan sabar menghadapi ini semua. Dari Ilmu Faraidh yang tinggal
cover, Ilmu Mantiq baru fix kata Aam, Ekonomi Mikro Islam tinggal cetak. Untuk karya
ke dua dan tiga ini aman.
Lalu, ada
karya ke empat, yakni dualisme pernikahan yang cukup berat sebenarnya bagi
saya. Terakhir, ada ilmu arudh dan qawafi yang tinggal menunggu selesai edit
dan koreksi dari Nurul Makkiyah.
Oh ya, kemarin,
setelah post pamflet segera rilis proyek 5 buku angkatan, ada yang DM akun brighty.
Ia bilang mau pesan dan tanya harga. Wah, soal harga ini aku kurang tau. Ku tanya
di grup pun, teman-teman juga diam, tidak tahu atau memang tidak mau tahu. Entahlah.
Akhirnya DM itu tidak terbalas dan menggantung sampai saat ini.
Terakhir,
aku juga ingin cerita bahwa tadi malam alhamdulillah dapat melaksanakan target
agenda hari itu, yakni mengartikan kitab mukhtasor syafi. Sebuah kitab karya
Syekh ad-Damanhuri yang membahas ilmu arudh dan qawafi. Aku mengartikan kitab
ini via VN di telegram pada seorang kawan. Tadi malam ngartikan hingga
muqoddimah saja. untuk kelanjutannya bila tidak udzur, inginku lanjutkan
keesokan harinya.
Mungkin itu
saja cerita aktivitas kemarin. Selasa, 05 Juli 2022. Sekian. Terimakasih.
*Catatan
ini selesai ditulis pada Rabu, 06 Juli 2022.
.png)
0 Komentar