Trending

6/recent/ticker-posts

Catatan BMs (29) : Selalu Bingung Sebelum Mengajar Mapel IPS

 



Sudah dua hari saya tidak menulis catatan diary BMs, yakni pada hari Rabu dan Kamis (27-28/07). Bila ku lihat rekap catatan BMs itu, aku belum menulis catatan hari rabu dan kamis. Sekarang hari jum’at, tapi aku ‘dituntut’ mengingat-ingat kejadian hari Rabu lalu agar ku tulis disini.

Dua hari lalu adalah hari perdana aku mengajar siswa Madrasah Tsanawiyah (MTs) Nurur Rahmah. Karena pertemuan perdana, seperti biasa, waktu di kelas lebih banyak dihabiskan untuk perkenalan. Perkenalan antara saya dan mereka.

Sebagian mungkin ada yang telah tahu nama saya karena sebelumnya, Pak Mudzakir pernah mengenalkan sekilas tentang saya sesaat sebelum acara wawasan kebangsaan beberapa hari lalu. Tapi, perkenalan tetap dilakukan, sekaligu mengisi waktu/jam pelajaran yang tersisa. Tanya-jawab dan lain sebagainya.

Kalau boleh jujur, mengajar mata pelajaran Ilmu Pengetahuan Sosial (IPS) adalah tantangan sekaligus ujian. Saya dituntut untuk belajar mater-materi IPS sebelum masuk kelas, sebelum menerangkan hal-hal yang berkaitan dengan materi itu di buku pegangan LKS siswa. Disisi lain amanah mengampu pelajaran IPS adalah ujian bagi saya. Saya tidak menyukai sistem pendidikan di Indonesi, para siswa dituntut untuk belajar banyak pelajaran, padahal hanya beberapa saja yang mereka butuhkan di kehidupan nyata.

Bagi saya, pelajaran-pelajaran di sekolah sangat normatif, formal dan tidak memenuhi kebutuhan kehidupan manusia secara mendesak. Secara sekilas pengamatan dan pengalaman pribadi, materi-materi yang ada di sekolah kurang membumi. Padahal banyak hal dan PR bangsa kita yang perlu kita selesaikan, bukan sekadar belajar materi-materi yang tidak terlalu penting.

Saban hendak berangkat ke sekoolah, kadang hati ini ingin menangis dan menolak untuk mengajar. Saya merasa tidak mampu, soal IPS bukan aku bidangnya, kepikiran nanti mau ngomong apa di depan para siswa dan masih banyak yang lainnyaa.

Keadaan ini berjalan beberapa hari, bahkan hingga detik ini ketika saya menulis diary. Sesekali perasawaan khawatir/takut (fomo) semacam ini reda tatkala saya melihat beberapa video edukatif-inspiratif yang isinya daging, membuat kita semakin berkembang dan meningkatkan kualitas diri setiap hari (growyt mindset).

Hari Rabu itu, setelah waktu istirahat (09.00 s/d 09.20 WIB), aku ada jam masuk di kelas VIII -kalau tidak salah-. Tapi aku saat itu tidak masuk karena ada salah seorang siswa bertanya maksud sebuah pertanyaan di lembaran yang ia pegang. Kata salah satu guru MTs di kantor saat itu, anak itu disuruh tanya kepada saya.

Akhirnya, saya suruh di duduk di samping. Saya kira ia bertanya satu soal yang berbahasa arab saja, tapi ternyata tidak. Ada beberapa soal yang sekalian ia tanyakan pada saya. aku melayani sekaligus sebagai ‘pengalihan’ ketidak siapan materi IPS yang akan saya ajarkan. Pengalihan untuk tidak mengajar.

Duh, bila melihat fenomena ini, aku jadi malu. Mengapa tidak belajar sebelum masuk kelas. Pada guru-guru termasuk diantaranya adalah K.H. Moh. Zuhri Zaini, pengasuh PP. Nurul Jadid itu selalu istiqomah dalam mengajar. Ditengah kesibukan beliau yang selalu padat, beliau selalu mengusahakan agar masuk kelas/mengajar tepat waktu. Bagaimanapun caranya.

Dalam sebuah kesempatan ngaji ihya’, K. Muhammad al-Fayyadl berkata bahwa, ketika ada pengarahan pengurus – pegawai, Kiai Zuhri dawuh kalau seorang guru telat masuk kelas / tidak tepat waktu masuk kelas untuk mengajar, maka ia telah melakukan kesalahan. Ia harus minta maaf. Seandainya muridnya berjumlah 30 orang. Maka ia harus minta maaf pada 30 murid tersebut.

Allah, ampuni hamba ya rabb yang masih jauh dari kata ideal.

Hari rabu itu, aku juga begadang. Garap desain persiapan muharram. Ternyara desain canva -yang banyak templatenya itu- perlu waktu lama. Yang bikin lama karena ditunda-tunda, inspirasi yang nge-blank, memang banyak job atau pekerjaan lainnya dan bikin karakter desain di setiap tema.

Begadangpun, tugas-tugas desain itu belum selesai. Akhirnya ku lanjut keesokan harinya. Hari kamis ketika saya ada di MTs.

*Catatan BMs (29). Catatan hari Rabu, 27 Juli 2022. Selesai nulis pada hari Jum’at, 29 Juli 2022.

 

Posting Komentar

0 Komentar