Trending

6/recent/ticker-posts

Catatan (30) : Lika-Liku Persiapan Opening dan Seminar Peranian

 

 

Setelah selesai rekap tugas-tugas, akhirnya aku mulai mengerjakan satu demi satu tugas-tugas tersebut. Tadi pagi aku rekap tugas-tugasku. Ada beberapa tugas dari catatan sebelumnya yang belum dan sudah rampung. Ku rekap lagi agar semakin rapi dan enak untuk mengerjakannya. Setidaknya, total ada 23 tugas yang sudah menunggu dan menumpuk saat ini.

Mari kita jalani ini semua. Dengan bersyukur dan dilatih terus untuk bersyukur.

Diantara tugas-tugas itu adalah menyelesaikan catatan hari kamis (28/07) kemarin. Kemarin itu, waktu ngajarku sedikit. Jam pertama dan ke dua di kelas IX A (putra) dan satu jam di kelas VIII B. Aku masuk di jam satu dan ke dua. Sedangkan Anam masuk di kelas VIII B-nya. aku sengaja tak masuk dan memang digantikan Anam karena dia pada hari Kamis tidak ada jam ngajar. Jadi ia bantu aku masuk di kelas.

Sedangkan aku ?

Aku garap dan lakukan persiapan untuk pembukaan dan seminar pertanian pada keesokan harinya. Mulai dari desain baner acara, desain baner pesanannya Ning Iin (ucapan selamat tahun baru hijriyah), desain banner pesanannya Roni Dkk, buat surat dan lain sebagainya. kemarin aku sibuk di MTs. Ngeprint dan kertas-kertasnya juga dari MTs. Alhamdulillah. Setidaknya hal ini membantu.

Jadi antara aku dan pihak MTs ini tidak ada kontrak dan kesepakatan kerja yang pasti. Aku ya bantu-bantu di MTs dengan ngajar dan desain keperluan guru, kadang-kadang ada tugas tambahan pribadi dari guru lain. ya tidak apa-apa.

Sehingga Anam saat itu, di waktu sebelum dan setelah masuk kelas, akhirnya baca komik terus. Aku sibuk dengan laptopku. Sesekali aku ngeprint dan lebih banyak memandangi laptop. Sampai pukul dua belas siang kurang, aku dan Anam memutuskan untuk pulang. Sholat dzuhur di  pondok.

Lalu aku menyelesaikan expot desain acara yang belum sempurna, cari sepeda plus izin keluar hingga ke percetakan banner di Kotaanyar. Setelah urusan izin di sini selesai, kami berangkat ke percetakan itu. Aku hendak cetak dua banner, baner acara & baner selamat pesanannya Ning Iing.

Ternyata di percetakan itu banyak pesanan. Tapi pihk percetakan menanyanggupi untuk menyelesaikannya setelah maghrib nanti. Ketika maghrib tiba, ternyata banner yang akan digunakan esok hari belum selesai. Duh, bagaimana ini ?

Akhirnya ketika aku konfirmasi lagi, banner yang acara insyaallah akan diselesaikan malam ini. Tapi sayangnya aku tidak tanya jam berapa selesai.

Selain soal banner, masalahku ada lagi: undangan VIP. Tadi aku buat surat cuma untuk Ust. Abd. Fatah selaku pemangku daerah An-Nuur, Ust. Busthomi (Pusat) dan dua pengurus daerah serta pusat. Itu saja. tapi ketika Topek mengantarkan pusat, saat itu ada Gus/Ust. Busthomi sedang bersama Gus Muhammad. Yang dikasih surat hanya Ust. Busthomi, Gus Muhammad tidak.

Selain itu, Ning Iin juga sempat tanya siapa saja keluarga dhalem yang diundang. Setelah mendengar penjelasan dari Topek, akhirnya Ning Iin menyuruh untuk mengundang semua gus-gus disini. Masalah datang atau tidak itu urusan mereka. yang penting diundang terlebih.

Nah, untuk buat undangan hingga print di sini cukup sulit. Aku harus naik sepeda ke selatan yang tokonya tidak konsisten buka. Malam hari, ketika pembacaan diba’iyah, aku jadi ingat, aku harus print surat-surat itu. Belum lagi nama-nama gus yang diundang itu siapa saja ?

Setelah menyelesaikan kegiatan, sekitar pukul 20.15 WIB, aku menangkan diri di kamar. Mencoba pasrah. Tiba-tiba ada Ust. Udin ke kamar. Menanyakan kesiapan besok dan juga dana penyelenggaraan acara ini. Aku jadi seadanya-semampunya, juga ku sampaikan unek-unek ini: soal banner yang belum jadi dan undangan kepada gus-gus.

Alhamudlillah. Ust. Udin memberikan solusi. Ust. Udin punya nomer/kontak/orang yang ia kenal disana. Aku dikirimi nomernya dan langsung ku telpon seketika. Alhamdulillah aktif dan ku tanyakan perihal banner yang akan digunakan itu besok itu. Orang dibalik telpon itu menyanggupi jam sepuluh malam nanti banner selesai.

Selesai masalah pertama.

Sedangakn untuk urusan undangan, kata Ust. Udin, pakai Pdf saja, nanti biar Gus Hadi yang akan membagikan undangan-undangan itu kepada para gus itu. Via Pdf. Tidak apa-apa meski tanpa stempel. Alhamdulillah. Tuntas juga masalah ke dua.

Selain dua masalah inti ini, siang itu ada sedikit masalah bagiku. Meski kecil. Yaitu ber-partner dengan orang-orang human error. Sesama teman kok rasanya kurang  paham. Ada tugas yang sifatnya wajib malah mendahulukan bucin sana-sini.

Ingin marah dan negur, malah nyerang balik. Berat ini. Seandainya dikerjakan sendiri bisa sih. Tapi capeknya itu lho. Sejak awal sudah diwanti-wanti agar tidak terjadi seperti ini. Semuanya kerja. Ternyata realita tidak seindah itu.

*Catatan BMs (30), Kamis 28 Juli 2022. Selesai menulis pada hari Sabtu, 30 Juli 2022 pukul 03:58 WIB.

Posting Komentar

0 Komentar