Trending

6/recent/ticker-posts

Catatan BMs (28) : Tidur Duluan Sejak Maghrib

 


 

Setelah menulis kegelisahan “fundamental / dasar menulis diary di blog” pada catatan hari senin (25/07) lalu, aku kemarin selasa jadi buka-buka blog-nya Ra Fayyadl. Aku ingin tahu catatan-catatan diary-nya Ra Fayyadl. Ternyata isinya bukan seperti blog-ku yang lebih cenderung seperti curhat. Tulisan-tulisan di blog ‘perahu-perahu kertas’ itu, isinya merupakan esai-esai refleksi kehidupan. Bernas dan bergizi sekali.

Padahal dulu aku pernah baca sekilas, cerita-cerita Ra Fayyadl ketika awal-awal di Prancis. Tapi aku baca kemarin bukan catatan awal-awal di Prancis. Entahlah, yang jelas aku harus tetap menulis. Bagaimanapun hasil akhirnya.

Hari selasa kemarin adalah hari libur aku masuk MTs. Tidak ada jam mengajar. Aku dan Anam kebetulan sama-sama kosong. Alhamdulillah. Sangat menyenangkan sekali bukan, yang biasanya harus masuk, pakai celana dan jas BMs rapi-rapi, hari kemarin aku santai-santai. Aku ingin garap ini-itu (tugas-tugas), tapi karena kedinginan dan rasa lapar yang membuat tak semangat, akhirnya aku tidur.

Aku bangun jam sembilan lebih. Aku bangun dan para ustadz lain sedang asyiknya makan. Aku langsung ke kamar mandi, wudhu dan lalu makan. Aku buka HP ada pemberitahuan telepon tidak terjawab dari Pak Mudzakkir. Ku tanya “bdeh napah pak ?”

Aku tinggal hp itu dan langsung makan. Ku buka HP lagi dan ada panggilan tak terjawab dari beliau. Sekali lagi. Kemudian beliau bilang, silahkan ke rumah karena saat itu beliau kosong tidak ada kesibukan. Aku tidak menjawab. Karena pagi itu aku ada agenda sendiri, tapi kepikiran dengan ajakan Pak Mudzakkir itu, akhirnya ku balas chat dari beliau, “engghi siap pak”.

Aku selesaikan makan dan ku putuskan untuk menuju rumah beliau. Rumah beliau sebelahnya pondok pas. Rumah pertama sebelum gerbang atau gapura masuk pondok. Saat itu, badanku capek. Entah kenapa, aku tak tahu. badan tidak fit seperti biasa, tapi kalau untuk aktivitas sehari-hari, ya tampak normal saja.

Aku ke rumah beliau. Bincang-bincang utama adalah tentang persiapan acara PKM tentang pertanian. Selebihnya, curhatan dan cerita-cerita tentang realita yang Pak Mudzakkir temui. Dari kritik pesantren, guru MTs hingga rencana kedatangan Ra Fayyadl ke Nurur Rahmah dalam acara pakta integritas di pesantren ini.

Sesaat sebelum dzuhur tiba, aku sudah tiba di pondok. Aku adzan, dzikir ba’da adzan dan Anam yang jadi Imam Sholat. Saat itu, Topek dan Ust. Muhib sedang keluar. Aku dan Anam ke musholla, sedangkan Ust. Taufiq Sidogiri tidur dan sulit dibangunkan. Ketika bangun beberapa menit setelah dzuhur, Ust. Taufiq bilang sedang tidak enak badan. Rasanya mau sakit.

Tapi setelah itu, semuanya baik-baik saja. Ust. Taufiq sehat dan aku disuruh ngajar di TPQ al-Mahasin. Aku disana jam dua hingga ashar. Selesai, aku kembali ke pondok untuk sholat ashar di sini. Hari kemarin aku tidak ngaji al-Qur’an sama sekali. Padahal target minimal, sehari baca setengah juz/lima lembar.

Aku capek dan memutuskan untuk tidur. Sore hari. Padahal tidur sore itu tidak baik. Ah. dasar aku.

Dapat beberapa menit, aku terbangun. Entah mengapa aku kok bangun. Aku akhirnya memutuskan untuk mencukupkan tidur sore yang sebentar itu. Ku lanjutkan diri ini untuk desain struktur kepengurusan/guru MTs Nurur Rahmah. Tugas Pak Zen yang tak kunjung selesai.

Setelah ku selesaikan -semampuku-, ternyata ada beberapa nama yang belum ada fotonya. Foto guru-guru ini tugasnya Pak Zen. Terus, setelah aku laporan hasil desain sementara itu, ada perubahan gaya desain yang aku buat. Aku buat desain strukturnya itu menyamping, tapi kemarin diperjelas bahwa struktural itu dari atas ke bawah. Lalu ada beberapa devisi dan nama baru yang harus ada dalam struktural madrasah. Otomatis harus putar otak lagi.

Sore itu, aku cukupkan tugas desain strukur madrasah. Aku lalu makan. Makan sore. Siangnya aku tidak makan. Aku lapar dan badanku masih ‘dienak-enakkan’ saja. Akhirnya, setelah ngimami sholat maghrib, saat pembacaan ratibul haddad, aku turun dari musholla. Menuju kamar. Ganti baju dengan pakai jaket. Aku tidur.

Ustadz-ustadz menyangkaku sakit. Aku bilang aku tidak apa-apa, aku baik-baik saja. Tapi beginilah keadaannya. Aku jadi terus tidur-tiduran, nonton youtube yang isinya edukasi, nonton live IG-nya maksimalin diri (Bang Joe). Alhamdulillah, ada ilmu yang ku dapat tadi malam.

Tadi malam juga, aku tidak mengisi KBM safinah. Aku putuskan tidur seperti orang normal biasanya. Bukan begadang maksudku. Anam yang begadang. Lalu ia membangunkanku. Ustadz-ustadz yang lain agak sulit bangun. Barangkali lelah dengan kesibukan seharian di pondok. Kalau aku kan tidur duluan sejak maghrib. Hahaha.

Akhirnya, tahajud hingga pembinaan al-Qur’an shubuh, aku full di musholla. Biasanya gantian dan bukan aku yang jadi imam. Tapi karena tak ada ustadz lagi, apa boleh buat ?

Selesai semuanya. Rabu pagi ini aku ceklist tugas-tugas. Ada tujuh tugas yang perlu ku kerjakan. Belum lagi belajar materi IPS untuk kelas 7, 8 dan 9 MTs. Hah. Entahlah. Bila tanpa pertolongan, anugerah dan rahmat-Nya (Allah), apalah jadinya aku ?

*Catatan hari Selasa, 26 Juli 2022. Selesai nulis pada Rabu, 27 Juli 2022 pukul 07.23 WIB. sesaat sebelum aku masuk ke MTs bersama Anam. Padahal jam ngajarnya/masuknya pukul 07.40 WIB.

Posting Komentar

0 Komentar