Setelah menulis
kegelisahan “fundamental / dasar menulis diary di blog” pada catatan hari senin
(25/07) lalu, aku kemarin selasa jadi buka-buka blog-nya Ra Fayyadl. Aku ingin
tahu catatan-catatan diary-nya Ra Fayyadl. Ternyata isinya bukan seperti
blog-ku yang lebih cenderung seperti curhat. Tulisan-tulisan di blog ‘perahu-perahu
kertas’ itu, isinya merupakan esai-esai refleksi kehidupan. Bernas dan bergizi
sekali.
Padahal dulu aku
pernah baca sekilas, cerita-cerita Ra Fayyadl ketika awal-awal di Prancis. Tapi
aku baca kemarin bukan catatan awal-awal di Prancis. Entahlah, yang jelas aku
harus tetap menulis. Bagaimanapun hasil akhirnya.
Hari selasa kemarin
adalah hari libur aku masuk MTs. Tidak ada jam mengajar. Aku dan Anam kebetulan
sama-sama kosong. Alhamdulillah. Sangat menyenangkan sekali bukan, yang
biasanya harus masuk, pakai celana dan jas BMs rapi-rapi, hari kemarin aku
santai-santai. Aku ingin garap ini-itu (tugas-tugas), tapi karena kedinginan
dan rasa lapar yang membuat tak semangat, akhirnya aku tidur.
Aku bangun jam
sembilan lebih. Aku bangun dan para ustadz lain sedang asyiknya makan. Aku
langsung ke kamar mandi, wudhu dan lalu makan. Aku buka HP ada pemberitahuan
telepon tidak terjawab dari Pak Mudzakkir. Ku tanya “bdeh napah pak ?”
Aku tinggal hp itu
dan langsung makan. Ku buka HP lagi dan ada panggilan tak terjawab dari beliau.
Sekali lagi. Kemudian beliau bilang, silahkan ke rumah karena saat itu beliau
kosong tidak ada kesibukan. Aku tidak menjawab. Karena pagi itu aku ada agenda
sendiri, tapi kepikiran dengan ajakan Pak Mudzakkir itu, akhirnya ku balas chat
dari beliau, “engghi siap pak”.
Aku selesaikan
makan dan ku putuskan untuk menuju rumah beliau. Rumah beliau sebelahnya pondok
pas. Rumah pertama sebelum gerbang atau gapura masuk pondok. Saat itu, badanku
capek. Entah kenapa, aku tak tahu. badan tidak fit seperti biasa, tapi kalau
untuk aktivitas sehari-hari, ya tampak normal saja.
Aku ke rumah
beliau. Bincang-bincang utama adalah tentang persiapan acara PKM tentang
pertanian. Selebihnya, curhatan dan cerita-cerita tentang realita yang Pak
Mudzakkir temui. Dari kritik pesantren, guru MTs hingga rencana kedatangan Ra
Fayyadl ke Nurur Rahmah dalam acara pakta integritas di pesantren ini.
Sesaat sebelum
dzuhur tiba, aku sudah tiba di pondok. Aku adzan, dzikir ba’da adzan dan Anam
yang jadi Imam Sholat. Saat itu, Topek dan Ust. Muhib sedang keluar. Aku dan
Anam ke musholla, sedangkan Ust. Taufiq Sidogiri tidur dan sulit dibangunkan.
Ketika bangun beberapa menit setelah dzuhur, Ust. Taufiq bilang sedang tidak
enak badan. Rasanya mau sakit.
Tapi setelah itu,
semuanya baik-baik saja. Ust. Taufiq sehat dan aku disuruh ngajar di TPQ
al-Mahasin. Aku disana jam dua hingga ashar. Selesai, aku kembali ke pondok
untuk sholat ashar di sini. Hari kemarin aku tidak ngaji al-Qur’an sama sekali.
Padahal target minimal, sehari baca setengah juz/lima lembar.
Aku capek dan
memutuskan untuk tidur. Sore hari. Padahal tidur sore itu tidak baik. Ah. dasar
aku.
Dapat beberapa
menit, aku terbangun. Entah mengapa aku kok bangun. Aku akhirnya memutuskan
untuk mencukupkan tidur sore yang sebentar itu. Ku lanjutkan diri ini untuk
desain struktur kepengurusan/guru MTs Nurur Rahmah. Tugas Pak Zen yang tak
kunjung selesai.
Setelah ku
selesaikan -semampuku-, ternyata ada beberapa nama yang belum ada fotonya. Foto
guru-guru ini tugasnya Pak Zen. Terus, setelah aku laporan hasil desain
sementara itu, ada perubahan gaya desain yang aku buat. Aku buat desain
strukturnya itu menyamping, tapi kemarin diperjelas bahwa struktural itu dari
atas ke bawah. Lalu ada beberapa devisi dan nama baru yang harus ada dalam
struktural madrasah. Otomatis harus putar otak lagi.
Sore itu, aku
cukupkan tugas desain strukur madrasah. Aku lalu makan. Makan sore. Siangnya aku
tidak makan. Aku lapar dan badanku masih ‘dienak-enakkan’ saja. Akhirnya,
setelah ngimami sholat maghrib, saat pembacaan ratibul haddad, aku turun dari
musholla. Menuju kamar. Ganti baju dengan pakai jaket. Aku tidur.
Ustadz-ustadz
menyangkaku sakit. Aku bilang aku tidak apa-apa, aku baik-baik saja. Tapi
beginilah keadaannya. Aku jadi terus tidur-tiduran, nonton youtube yang isinya
edukasi, nonton live IG-nya maksimalin diri (Bang Joe). Alhamdulillah, ada ilmu
yang ku dapat tadi malam.
Tadi malam juga,
aku tidak mengisi KBM safinah. Aku putuskan tidur seperti orang normal
biasanya. Bukan begadang maksudku. Anam yang begadang. Lalu ia membangunkanku.
Ustadz-ustadz yang lain agak sulit bangun. Barangkali lelah dengan kesibukan
seharian di pondok. Kalau aku kan tidur duluan sejak maghrib. Hahaha.
Akhirnya, tahajud
hingga pembinaan al-Qur’an shubuh, aku full di musholla. Biasanya gantian dan
bukan aku yang jadi imam. Tapi karena tak ada ustadz lagi, apa boleh buat ?
Selesai semuanya.
Rabu pagi ini aku ceklist tugas-tugas. Ada tujuh tugas yang perlu ku kerjakan.
Belum lagi belajar materi IPS untuk kelas 7, 8 dan 9 MTs. Hah. Entahlah. Bila
tanpa pertolongan, anugerah dan rahmat-Nya (Allah), apalah jadinya aku ?
*Catatan hari
Selasa, 26 Juli 2022. Selesai nulis pada Rabu, 27 Juli 2022 pukul 07.23 WIB.
sesaat sebelum aku masuk ke MTs bersama Anam. Padahal jam ngajarnya/masuknya
pukul 07.40 WIB.

0 Komentar