Menulis kadang
menjadi sesuatu yang menyenangkan karena tidak menggangu aktivitas dan
rutinitas dan jadwal yang telah tersusun. Menulis menjadi beban dan perlu usaha
untuk meluangkan waktu, agar konsistensi tetap jalan dan padatnya kegiatan juga
tidak menjadi penghalang.
Entah sudah
beberapa hari aku menulis selalu telat. Tidak tepat waktu. Seharusnya satu satu
satu artikel. Eh, kadang satu hari mengqodho’ hari kemarin karena kemarin tidak
nulis. Begitu seterusnya. Jadi harus berkorban: satu hari harus menulis lebih
dari satu artikel.
Kadang muncul
pertanyaan dalam benak, apa gunanya menulis di blog ? apa gunanya menulis diary
setiap hari dan pertanyaan-pertanyaan mendasar lainnya.
Entahlah. Mengapa
aku melakukannya. Bagiku, menulis adalah pekerjaan menuju keabadian. Tuhan
abadi dengan dzatnya sendiri. Manusia abadi dengan karya. Diantara berbagai
macam dunia buatan manusia, tulisan adalah satunya.
Pekerjaan penulis
adalah menulis, baik itu dibaca atau tidak. Itu urusan lain. yang penting dia
menulis. Aku yakin, untuk menjadi penulis hebat, besar dan mengubah suatu
peradaban, maka perlu proses panjang. Diantaranya menulis setiap hari seperti
ini.
Selain itu,
landasanku menulis diary di blog adalah ungkapan Ra Fayyadl, Mudir Ma’had Aly
Nurul Jadid yang keren itu. Beliau pernah bilang kalau santri saat ini jarang
yang menulis diary. Beliau dulu biasa menulis diary. Menceritakan kehidupan
sehari-hari. Ra Fayyadl juga punya blog lho. Tapi sekarang ini, blog beliau tak
aktif lagi. Ra Fayyadl jadwalnya padat. Mengurusi umat.
Sampai saat ini,
teladan orang besar yang menulis di blog adalah Pak Dahlan Iskan. Di usianya
yang semakin menua, beliau tetap aktif menulis di disway.id. Prof. Prayogo,
jika anda mengenal, tahu sepak terjang dan jasa beliau untuk UIN Maulana Malik
Ibrahim Malang, maka anda akan kagum. Tahukah anda kebiasaan beliau ?
Kebiasaan beliau
adalah menulis artikel pendek selama 2000 hari.
Kalau boleh jujur,
sebenarnya capek menulis diary atau artikel di blog ini. Belum lagi tugas-tugas
di BMs yang menumpuk, rencana dan agenda yang belum terlaksana dan lain
sebagainya. Wah. Kalau bukan karena Allah yang membisakan kecuali Allah.
Enaknya sekarang ini, mandi terus tidur. Itu nikmat yang luar biasa.
Baiklah. Catatan
BMs hari senin kemarin, mari kita selesaikan. Agar cepat selesai. Tidak
menumpuk dan segera beralih mengerjakan tugas-tugas yang lain.
Kemarin senin,
pinginnya puasa senin. Tidak sahur sih. Pinginnya itu ketika pagi hari setelah
sholat shubuh. Tapi setelah di pikir-pikir, daripada nanti aku mengajar di MTs
lemas dan tidak semangat gara-gara puasa, akhirnya aku memutuskan untuk tidak
puasa saja. mengajar wajib dan puasa sunah. Atau, daripada puasa dianggap
problem aku mengajar tidak semangat, ya sudah aku tidak puasa saja.
Kemarin kegiatan
berjalan sebagaimana biasa. Sekolah ya sekolah. Kegiatan pondok juga
sebagaimana biasa. Kemarin ini juga, aku bersyukur Topek semangat ngurusi
sosialisasi peraturan daerah.
Ia langsung matur
ke Gus Hadi bahwa malam selasa ini, akan ada sosialisasi peraturan daerah.
Peraturan daerah ini, kalau meninjau pada tupoksi devisi daerah, ya ada di
dalam tanggung jawabku. Pendamping devisi keamanan.
Tadi malam, saat pembacaan
sholawat burda ba’da isya’, aku dipanggil Topek untuk membenahi peraturan dan
tata tertib daerah ini. Kebetulan juga, tadi malam ada Ust. Udin ke sini,
sekalian kami bisa konsultasi ke beliau.
Sebenarnya dulu
disini sudah ada peraturan daerah. Tadi malam, Zainul Mujib, santri kelas tiga
Aliyah – orang kepercayaan Dhalem itu memberikan sejumlah peraturan yang wajib
ada. Lalu ketika aku dipanggil oleh Topek untuk memperbaiki draf aturan daerah
ini, aku, Topek dan Ust. Udin yang merumuskannya.
Setelah kegiatan
sholawatan itu selesai, lalu sosialisasi. Aku sosialisasi selaku bagian
keamanan. Ust. Taufiq memperjelas peraturan-peraturan tersebut. Aku sangat
bersykur, guru tugas dari Sidogiri dan Karangpanas ini sangat terbuka sekali.
Terbuka dengan segala masukan dan inovasi yang kami inginkan. Intinya, enak
untuk diajak bersinergi.
Tak lupa juga
dengan Gus Hadi sekeluarga, Kiai Hafit pula yang sangat mendorong kami bergerak
dan memberikan peluang untuk mencoba berbagai kegiatan-kegiatan. Terimakasih
semuanya.
Catatan BMs
(27). Catatan hari Senin, 25 Juli 2022 lalu. Selesai ditulis pada Selasa, 26
Juli 2022 pukul 13:41 WIB.

0 Komentar