Trending

6/recent/ticker-posts

Catatan BMs (27) : Agenda Malam Selasa Adalah Sosialisasi Peraturan Daerah

 


Menulis kadang menjadi sesuatu yang menyenangkan karena tidak menggangu aktivitas dan rutinitas dan jadwal yang telah tersusun. Menulis menjadi beban dan perlu usaha untuk meluangkan waktu, agar konsistensi tetap jalan dan padatnya kegiatan juga tidak menjadi penghalang.

Entah sudah beberapa hari aku menulis selalu telat. Tidak tepat waktu. Seharusnya satu satu satu artikel. Eh, kadang satu hari mengqodho’ hari kemarin karena kemarin tidak nulis. Begitu seterusnya. Jadi harus berkorban: satu hari harus menulis lebih dari satu artikel.

Kadang muncul pertanyaan dalam benak, apa gunanya menulis di blog ? apa gunanya menulis diary setiap hari dan pertanyaan-pertanyaan mendasar lainnya.

Entahlah. Mengapa aku melakukannya. Bagiku, menulis adalah pekerjaan menuju keabadian. Tuhan abadi dengan dzatnya sendiri. Manusia abadi dengan karya. Diantara berbagai macam dunia buatan manusia, tulisan adalah satunya.

Pekerjaan penulis adalah menulis, baik itu dibaca atau tidak. Itu urusan lain. yang penting dia menulis. Aku yakin, untuk menjadi penulis hebat, besar dan mengubah suatu peradaban, maka perlu proses panjang. Diantaranya menulis setiap hari seperti ini.

Selain itu, landasanku menulis diary di blog adalah ungkapan Ra Fayyadl, Mudir Ma’had Aly Nurul Jadid yang keren itu. Beliau pernah bilang kalau santri saat ini jarang yang menulis diary. Beliau dulu biasa menulis diary. Menceritakan kehidupan sehari-hari. Ra Fayyadl juga punya blog lho. Tapi sekarang ini, blog beliau tak aktif lagi. Ra Fayyadl jadwalnya padat. Mengurusi umat.

Sampai saat ini, teladan orang besar yang menulis di blog adalah Pak Dahlan Iskan. Di usianya yang semakin menua, beliau tetap aktif menulis di disway.id. Prof. Prayogo, jika anda mengenal, tahu sepak terjang dan jasa beliau untuk UIN Maulana Malik Ibrahim Malang, maka anda akan kagum. Tahukah anda kebiasaan beliau ?

Kebiasaan beliau adalah menulis artikel pendek selama 2000 hari.

Kalau boleh jujur, sebenarnya capek menulis diary atau artikel di blog ini. Belum lagi tugas-tugas di BMs yang menumpuk, rencana dan agenda yang belum terlaksana dan lain sebagainya. Wah. Kalau bukan karena Allah yang membisakan kecuali Allah. Enaknya sekarang ini, mandi terus tidur. Itu nikmat yang luar biasa.

Baiklah. Catatan BMs hari senin kemarin, mari kita selesaikan. Agar cepat selesai. Tidak menumpuk dan segera beralih mengerjakan tugas-tugas yang lain.

Kemarin senin, pinginnya puasa senin. Tidak sahur sih. Pinginnya itu ketika pagi hari setelah sholat shubuh. Tapi setelah di pikir-pikir, daripada nanti aku mengajar di MTs lemas dan tidak semangat gara-gara puasa, akhirnya aku memutuskan untuk tidak puasa saja. mengajar wajib dan puasa sunah. Atau, daripada puasa dianggap problem aku mengajar tidak semangat, ya sudah aku tidak puasa saja.

Kemarin kegiatan berjalan sebagaimana biasa. Sekolah ya sekolah. Kegiatan pondok juga sebagaimana biasa. Kemarin ini juga, aku bersyukur Topek semangat ngurusi sosialisasi peraturan daerah.

Ia langsung matur ke Gus Hadi bahwa malam selasa ini, akan ada sosialisasi peraturan daerah. Peraturan daerah ini, kalau meninjau pada tupoksi devisi daerah, ya ada di dalam tanggung jawabku. Pendamping devisi keamanan.

Tadi malam, saat pembacaan sholawat burda ba’da isya’, aku dipanggil Topek untuk membenahi peraturan dan tata tertib daerah ini. Kebetulan juga, tadi malam ada Ust. Udin ke sini, sekalian kami bisa konsultasi ke beliau.

Sebenarnya dulu disini sudah ada peraturan daerah. Tadi malam, Zainul Mujib, santri kelas tiga Aliyah – orang kepercayaan Dhalem itu memberikan sejumlah peraturan yang wajib ada. Lalu ketika aku dipanggil oleh Topek untuk memperbaiki draf aturan daerah ini, aku, Topek dan Ust. Udin yang merumuskannya.

Setelah kegiatan sholawatan itu selesai, lalu sosialisasi. Aku sosialisasi selaku bagian keamanan. Ust. Taufiq memperjelas peraturan-peraturan tersebut. Aku sangat bersykur, guru tugas dari Sidogiri dan Karangpanas ini sangat terbuka sekali. Terbuka dengan segala masukan dan inovasi yang kami inginkan. Intinya, enak untuk diajak bersinergi.

Tak lupa juga dengan Gus Hadi sekeluarga, Kiai Hafit pula yang sangat mendorong kami bergerak dan memberikan peluang untuk mencoba berbagai kegiatan-kegiatan. Terimakasih semuanya.

Catatan BMs (27). Catatan hari Senin, 25 Juli 2022 lalu. Selesai ditulis pada Selasa, 26 Juli 2022 pukul 13:41 WIB.

Posting Komentar

0 Komentar