Sore Senin ini
(25/07) ini, aku menulis catatan hari Sabtu (24/07) kemarin lusa. Kemarin aku
sudah menulis dua catatan, tapi catatan BMs ke 25 itu ternyata ada dua part.
Masing-masing part itu beda temanya. Sedangkan catatan BMs khusus hari kemarin
(senin), aku belum buat. Saat ini aku meluangkan waktu untuk menulis catatan
tersebut.
Kemarin, aku
berencana untuk ke rumahnya Ust. Husain di perumahan Paiton. Sebelumnya, Ust.
Husain bilang kalau ingin janjian harus tepat waktu. Ia berencana untuk
menggagas manusia baru. Manusia yang disiplin dalam menjaga waktu. Kalau
janjian harus jelas dan tepat waktu. Janjian pukul sembilan, ya diusahakan agar
datang pukul sembilan atau sebelumnya.
Aku belum bisa
memastikan saat itu akan datang jam berapa. Tapi aku bilang, kalau tidak jadi
nanti aku konfirmasi lagi. Ternyata, beberapa hari sebelum hari Sabtu itu, Pak
Mudzakkir mengajakku untuk mendampingin siswa kelas 9 MTs Nurur Rahmah untuk
menulis catatan hasil nobar dan pematerian tentang wawasan kebangsaan.
Aku mengiyakan.
Jadi keinginanku untuk ke rumahnya Ust. Husain harus diurungkan. Aku harus
konfirmasi karena ada acara di tempat aku melaksanakan BMs.
Pagi itu, aku ke
MTs. Di kantor ada seorang bapak-bapak berbaju tentara. Di temani Pak
Mudzakkir, mereka berbincang-bincang. Aku salaman kepada mereka semua sebagai
bentuk ‘hadir’ ke MTs. Pak Mudzakkir lalu bilang, bahwa bapak itu yang akan
menjadi pemateri dan aku nanti disuruh menjelaskan teknis menulis catatan hasil
pematerian.
Singkat cerita,
acara dimulai di aula lantai dua. Putra-putri. Aku memberikan penjelasan
singkat soal catatan pematerian itu. Lalu Pak Mudzakkir menjelaskan siapa aku
dan tugasku. Aku dipercaya oleh beliau untuk mengoreksi tulisan para
siswa-siswi tersebut. Nanti akan dinilai sepuluh besar dari keseluruhan tulisan
yang terkumpul itu.
Bapak-bapak yang
menjadi pemateri itu adalah Pak Syaiful Bahri, ketua komandan koramil
Kotaanyar. Sedangkan yang menjadi moderator adalah Ust. Udin. Pada Ust. Udin,
aku bilang bahwa aku yang akan menulis berita acara ini. Beliau mengiyakan
dengan penuh antusias.
Di tengah-tengah
acara berlangsung, aku mulai menulis berita. Sesaat setelah acara selesai,
berita selesai. Langsung ku kirim pada Mas Agus. Admin media jatimberitabaru.co
yang sangat ramah sekali. Meski tidak pernah tatap muka dan bertemu langsung,
hanya kenal lewat WA saja, ia tampak sangat humble sekali. Berulang-ulang kali
ia selalu bilang mas padaku. Padahal secara usia dan pengalaman, tentu saja aku
kalah.
Selesai dikirim,
dikoreksi dan langsung dimuat, aku share link berita tersebut pada guru-guru
MTs dan ku jadikan story WA. Dari sekian kontak guru madrasah yang ku kirimi
linknya, Pak Sholah adalah satu diantara orang tersebut. Ia adalah kepala MTs.
Kata Pak Sholah saat
aku kirimi link berita acara wawasan kebangsaan tersebut, beliau langung
membalas (via WA) begini, “biar saya upload ust”.
Awalnya aku
bingung. Apanya yang mau di upload. Aku hanya ‘read’ saja pesan Pak Sholah
tanpa membalas apapun. Sejurus kemudian, Pak Sholah mendatangiku dan bilang,
“link berita tersebut agar jangan di kirim ke siapapun, termasuk pada guru-guru
disini. Ada yang perlu diubah dan diperbaiki. Agar koordinasinya itu sesuai
karena ada yang harus diperbaiki”.
Aku dalam hati muncul
keganjalan, “ngapain share berita harus ada koordinasi dari atasan ke bawahan
?. Bukankah berita menyebar bukan hanya dari dikirim link saja, bisa saja ia
tau sendiri ke website tertentu terkait acara tertentu pula ?. Apalagi ada yang
mau diperbaiki berita tersebut. Apa yang mau diperbaiki ? Apakah bapak bisa
mengubahnya bila bapak tidak kenal pada pemred atau redaksi media tersebut ?”
Hah. Entahlah~
Aku hanya menerima
keadaan. setelah mendapat instruksi seperti itu, aku langsung hapus beberapa
chat yang telah ku kirim ke beberapa guru. Diantaranya adalah Pak Zen TU, Bu
Aiysah, Ust. Udin dan Pak Mudzakkir. Sedangkan untuk status WA, (link tersebut
ku jadikan story WA) tidak ku hapus.
Kan instruksi
kepala menghapus pesan atau tidak menyebarkan link berita pada guru-guru. bukan
menghapus di status.
Setelah kejadian
itu, kegiatan dan aktivitas berjalan sebagaimana mestinya. Hingga waku berlalu
dan setelah kegiatan sholat maghrib berjam’ah plus paket dzikirannya, kegiatan
biasanya diisi dengan pembinaan al-Qur’an. Tapi saat itu tidak.
Tiba-tiba Ust. Udin
saat itu menginstruksikan pada para santri untuk membentuk lingkaran. Ia
memegang al-Qur’an yang biasa dipakai untuk khataman al-Qur’an. Ternyata benar
dugaanku (dalam hati). Ada khataman al-Qur’an. Sedangkan yang memimpin tawassul
ada Gus Hadi.
Setelah 30 juz itu
dibagi pada para santri dan juga asatidz, mereka semua lalu membaca al-Qur’an
sesuai bagian/juz yang mereka pegang. Di tengah-tengah khataman itu, Pak Sholah
datang. Malam itu. Aku dipanggil dan kami ngobrol soal berita itu.
Duh. Ternyata belum
selesai~
Sekali lagi, Pak
Sholah mewanti-wanti agar berita itu tidak di share ke siapapun. Kalau ditanya
Pak Mudzakkir, bilang saja belum sempat buat. Setelah menyimak penjelasan Pak
Sholah, ia tampak keberatan dengan beberapa kalimat yang ku tulis.
Semisal aku menulis
bahwa, “seharusnya pelajaran PPKN ini kalian di bawa ke gedung DPR agar kalian
tau apa isinya dan apa pekerjaan orang-orang di dalamnya. Bukan hanya materi
yang mengawang-ngawang saja,”. Aku tulis itu sesuai fakta di lapangan yang ku
dengar langsung dari Pak Mudzakkir.
Pak Sholah juga
cerita tentang Pak Mudzakkir. Ia mengkritik Pak Mudzakkir dalam beberapa titik.
Aku mengiyakan saja. Setelah mendengar semua penjelasan Pak Sholah, akhirnya
story WA ku tentang wawasan kebangsaan tersebut, langsung ku hapus.
Dari pengalaman
ini, aku males menulis berita untuk MTs Nurur Rahmah. Baru nulis sekali sudah
di brondong aturan ini-itu dari kepala. Baiklah kalau begitu~
Setelah Pak Sholah
mengundurkan diri, aku melanjutkan khataman. Khataman selesai, semua
melaksanakan isya’ berjama’ah. setelah sholat isya’ berjama’ah,Ust. Udin
membagikan sekotak geprek ayam sa’i dan segelas tes dingin. Para santri dan
asatidz tentu senang sekali karena ada menu makan baru. Gratis lagi.
Kami semua makan
dengan senang tentunya. Sekian. Terimakasih.
*Catatan BMs.
Selesai menulis tadi malam (Selasa dini hari), pukul 02.30 WIB.
.png)
0 Komentar