Sekarang ku lanjut
menulis catatan BMs ke 25. Catatan hari Sabtu, 23 Juli 2022. Hari sabtu adalah
hari yang padat bagiku. Dalam sehari yang ada 8 jam pelajaran, hampir saja aku
full time mengajar. Dari jam pertama hingga terakhir. Apalagi aku ngajar Ilmu Pengetahuan
Sosial (IPS). Mau menerangkan apa aku ini ?
Kemarin, aku
berangkat duluan ke MTs. Anam baru bangun saat aku baru selesai mandi. Aku
berangkat duluan karena ada waktu ngajar pada jam pertama di kelaa IX A. Ketika
masuk kelas itu, hah, entahlah.
Saat itu aku belum
makan. Para siswa banyak yang rame. Mau teriak-teriak ya lemas. Hahaha. Dan
waktunya cukup lama. Dua jam pelajaran sekolah. Satu jamnya itu 35 menit. Jadi
kalau dua jam itu 1 jam sepuluh menit. Aku berulang-ulang kali liat jam di HP.
Duh, masih lama ternyata. Aku ngisi kelas itu sejak pukul 07.40 WIB. sampai
08.50 WIB.
Keluar, lalu lanjut
di kelas XII B. Aku saat itu bawa buku fiqih kelas XII. Buku ajar-nya Anam. Aku
salah bawa buku. Tapi tak apalah. Aku di kelas ini hanya satu jam. Sekali
perkenalan, antara para murid dan aku, selesai waktunya. Aku santai saja. kalau
kelas ini lebih nurut daripada sebelumnya.
Lalu keluar. Ada
waktu istirahat dua puluh menit. Aku dan Anam sempatkan untuk balik ke Riyadlus
Sholihin. sebenarnya jalan kaki bisa. Tapi di sini ada Ust. Udin. Jadi pinjem
sepedanya saja. lalu kami ngeng-ngeng ke pondok. Makan. Soalnya lapar
tadi saat sebelum berangkat belum
sarapan. Tapi setelah dipikir-pikir, enakan begini. Tidak ada sarapan
pagi agar ketika ngajar nanti tidak ngantuk. Aku sering begini. Saat perut
kenyang, mata ngantuk sekali.
Lalu aku ada jam di
kelas VII. Di kelasnya siswa baru itu, aku kebagian dua jam. Sejak tadi, aku
coba mengelus dada. Coba menenangkan hati dan pikiran, bahwa semua ini kersane
gusti Allah. Tidak usah mikir macam-macam. Barangkali hidup yang menurutku
tidak enak ini, impian orang lain. betapa banyak nikat yang Allah berikan
padaku, tapi gara-gara ketidak enakan ini, aku jadi lupa nikmat-nikmat lain dan
yang selama ini Allah berikan.
Akhirnya hati dan
pikiranku agak tenang. Ketika beberapa menit masuk kelas VII itu, Pak Mudzakkir
tiba-tiba ada di pintu. Aku ditanya, sudah apa belum ngajarnya. Ya jelas
belumlah. Aku baru masuk.
Aku tanya balik
beliau, “mau ngajar pak ?”
“iya mau ngajar,”
“mau ngajar apa pak
?”
“mau ngajar IPS. Ya
sudah teruskan Mas Alfin. Sepuluh menit ya,” jawab beliau.
“iya pak,” ku jawab
singkat.
Pak Mudzakkir lalu
masuk kelas VII itu. Beliau duduk di bangku belakang paling pojok. Karena aku
baru masuk dan dikasih waktu sepuluh menit, aku tuntaskan waktu sedikit itu.
Aku ngabsen sekaligus tanya nama, alamat dan mondok/luaran. Setelah itu aku
yang perkenalan dan selesai.
Aku bingung. Heran
sekaligus senang. Heran karena Pak Mudzakkir kok tiba-tiba mau ngajar dan
ngambil jam ngajarku. Bingung kok beliau duduk di pojok belakang. Ikut menyimak
aku ngabsen dan sekaligus aku senang: waktu ngajarku diambil beliau. Akhirnya
tidak ngajar deh.
Akupun langsung
menuju ke kantor. Desain proyek yang belum selesai. Aku juga dibarengi Pak Zen.
Bagian TU yang beberapa kali memintaku untuk mendesain sesuatu. Yang kemarin,
aku disuruh desain jurnal absen guru. Ditunggu saat itu juga. Dan proyek desain
beliau yang belum selesai adalah desain struktur madrasah yang baru. Aku belum
selesai desainnya. Dan dari pihak Pak Zen, foto-foto guru yang ada di
struktural juga belum dikirim. Tadi aku ditanya lagi dan aku bilang, akan ku
garap di pondok.
Saat kami duduk
bersama itu, Pak Zen bilang bahwa gaji guru di madrasah sini ada yang
perjam-nya empat ribu rupiah. Ada yang lima ribu rupiah. Jadi kalau sehari itu
ada delapan jam mengajar, maksimal sehari dapat uang sebesar empat puluh ribu. Tapi
tentu tidak semua guru ngajar full di sini.
Kata beliau lagi,
“ngajar di madrasah kalau tidak ikhlas betul, tidak akan kuat. Makanya kalau
ingin kaya, jangan ngajar di madrasah, harus bisnis. Saya disini ini cuma
selingan saja,” ujarnya.
Pak Zen bilang
bahwa selain menjadi bagian TU madrasah, ia juga bekerja sebagai petani di
sawah dan bisnis online. Ia sudah merasakan pahit-getirnya pengalaman di dunia
keuangan digital, seperti bitcoint dan lain sebagainya. pesan beliu: karena
memang semua itu kehendak Allh, jadi meskipun usaha bagaimanapun, kalau Allah
tidak mentakdirkan, tidak akan terjadi.
Selain itu, pada
malam harinya, aku ada PKM. PKM yang ngisi saat itu adalah aku. Bahas tentang
munakahat. Tapi untuk catatan tadi malam aku ingin mencatatnya pada catatan
hari berikutnya saja. see you.
*Catatan BMs 25
yang pertama. Catatan hari Sabtu, 23 Juli 2022. Selesai nulis tadi siang,
sekitar pukul 13.15 WIB. Sekarang pukul 20.31 WIB.
.png)
0 Komentar