Trending

6/recent/ticker-posts

Catatan BMs (25) pertama : Perlu Ikhlas Betul Supaya Dapat Bertahan Ngajar di Madrasah


Sekarang ku lanjut menulis catatan BMs ke 25. Catatan hari Sabtu, 23 Juli 2022. Hari sabtu adalah hari yang padat bagiku. Dalam sehari yang ada 8 jam pelajaran, hampir saja aku full time mengajar. Dari jam pertama hingga terakhir. Apalagi aku ngajar Ilmu Pengetahuan Sosial (IPS). Mau menerangkan apa aku ini ?

Kemarin, aku berangkat duluan ke MTs. Anam baru bangun saat aku baru selesai mandi. Aku berangkat duluan karena ada waktu ngajar pada jam pertama di kelaa IX A. Ketika masuk kelas itu, hah, entahlah.

Saat itu aku belum makan. Para siswa banyak yang rame. Mau teriak-teriak ya lemas. Hahaha. Dan waktunya cukup lama. Dua jam pelajaran sekolah. Satu jamnya itu 35 menit. Jadi kalau dua jam itu 1 jam sepuluh menit. Aku berulang-ulang kali liat jam di HP. Duh, masih lama ternyata. Aku ngisi kelas itu sejak pukul 07.40 WIB. sampai 08.50 WIB.

Keluar, lalu lanjut di kelas XII B. Aku saat itu bawa buku fiqih kelas XII. Buku ajar-nya Anam. Aku salah bawa buku. Tapi tak apalah. Aku di kelas ini hanya satu jam. Sekali perkenalan, antara para murid dan aku, selesai waktunya. Aku santai saja. kalau kelas ini lebih nurut daripada sebelumnya.

Lalu keluar. Ada waktu istirahat dua puluh menit. Aku dan Anam sempatkan untuk balik ke Riyadlus Sholihin. sebenarnya jalan kaki bisa. Tapi di sini ada Ust. Udin. Jadi pinjem sepedanya saja. lalu kami ngeng-ngeng ke pondok. Makan. Soalnya lapar tadi saat sebelum berangkat belum  sarapan. Tapi setelah dipikir-pikir, enakan begini. Tidak ada sarapan pagi agar ketika ngajar nanti tidak ngantuk. Aku sering begini. Saat perut kenyang, mata ngantuk sekali.

Lalu aku ada jam di kelas VII. Di kelasnya siswa baru itu, aku kebagian dua jam. Sejak tadi, aku coba mengelus dada. Coba menenangkan hati dan pikiran, bahwa semua ini kersane gusti Allah. Tidak usah mikir macam-macam. Barangkali hidup yang menurutku tidak enak ini, impian orang lain. betapa banyak nikat yang Allah berikan padaku, tapi gara-gara ketidak enakan ini, aku jadi lupa nikmat-nikmat lain dan yang selama ini Allah berikan.

Akhirnya hati dan pikiranku agak tenang. Ketika beberapa menit masuk kelas VII itu, Pak Mudzakkir tiba-tiba ada di pintu. Aku ditanya, sudah apa belum ngajarnya. Ya jelas belumlah. Aku baru masuk.

Aku tanya balik beliau, “mau ngajar pak ?”

“iya mau ngajar,”

“mau ngajar apa pak ?”

“mau ngajar IPS. Ya sudah teruskan Mas Alfin. Sepuluh menit ya,” jawab beliau.

“iya pak,” ku jawab singkat.

Pak Mudzakkir lalu masuk kelas VII itu. Beliau duduk di bangku belakang paling pojok. Karena aku baru masuk dan dikasih waktu sepuluh menit, aku tuntaskan waktu sedikit itu. Aku ngabsen sekaligus tanya nama, alamat dan mondok/luaran. Setelah itu aku yang perkenalan dan selesai.

Aku bingung. Heran sekaligus senang. Heran karena Pak Mudzakkir kok tiba-tiba mau ngajar dan ngambil jam ngajarku. Bingung kok beliau duduk di pojok belakang. Ikut menyimak aku ngabsen dan sekaligus aku senang: waktu ngajarku diambil beliau. Akhirnya tidak ngajar deh.

Akupun langsung menuju ke kantor. Desain proyek yang belum selesai. Aku juga dibarengi Pak Zen. Bagian TU yang beberapa kali memintaku untuk mendesain sesuatu. Yang kemarin, aku disuruh desain jurnal absen guru. Ditunggu saat itu juga. Dan proyek desain beliau yang belum selesai adalah desain struktur madrasah yang baru. Aku belum selesai desainnya. Dan dari pihak Pak Zen, foto-foto guru yang ada di struktural juga belum dikirim. Tadi aku ditanya lagi dan aku bilang, akan ku garap di pondok.

Saat kami duduk bersama itu, Pak Zen bilang bahwa gaji guru di madrasah sini ada yang perjam-nya empat ribu rupiah. Ada yang lima ribu rupiah. Jadi kalau sehari itu ada delapan jam mengajar, maksimal sehari dapat uang sebesar empat puluh ribu. Tapi tentu tidak semua guru ngajar full di sini.

Kata beliau lagi, “ngajar di madrasah kalau tidak ikhlas betul, tidak akan kuat. Makanya kalau ingin kaya, jangan ngajar di madrasah, harus bisnis. Saya disini ini cuma selingan saja,” ujarnya.

Pak Zen bilang bahwa selain menjadi bagian TU madrasah, ia juga bekerja sebagai petani di sawah dan bisnis online. Ia sudah merasakan pahit-getirnya pengalaman di dunia keuangan digital, seperti bitcoint dan lain sebagainya. pesan beliu: karena memang semua itu kehendak Allh, jadi meskipun usaha bagaimanapun, kalau Allah tidak mentakdirkan, tidak akan terjadi.

Selain itu, pada malam harinya, aku ada PKM. PKM yang ngisi saat itu adalah aku. Bahas tentang munakahat. Tapi untuk catatan tadi malam aku ingin mencatatnya pada catatan hari berikutnya saja. see you.

*Catatan BMs 25 yang pertama. Catatan hari Sabtu, 23 Juli 2022. Selesai nulis tadi siang, sekitar pukul 13.15 WIB. Sekarang pukul 20.31 WIB.


Posting Komentar

0 Komentar