Sekarang ku menulis
catatan BMs 21 (Selasa, 19 Juli 2022). Tapi aku menulis baru hari ini (keesokan
harinya). Karena tulisan ini adalah tulisan yang telat, tidak tepat waktu
ditulis pada hari itu juga, maka menulisnya semampu dan seingatku saja.
Pada hari itu,
pagi-pagi, para peserta BMs dipanggil oleh Gus Hadi ke dhalem. Aku dan
Anam segera menuju ke sana. Topek sedang tidak ada. Ia sedang ada di dapur.
Gus Hadi ternyata
hendak berangkat ke sekolah lengkap dengan menggunakan baju seragamnya. Di dhalem,
ada seseorang yang cukup tua. Aku tak tahu awalnya. Hingga Gus Hadi
memberitahu bahwa itu adalah kepala MTs Nurur Rahmah.
Kami kemudian
berbincang-bincang sebentar. Memperjelas kesepakatan soal kami yang disuruh
mengabdi dan bantu-bantu di Mts. Aku dan Anam ditempatkan di MTs Nurur Rahmah.
Sedangkan Topek di SMK Nurur Rahmah. Intinya: aku dan Anam pergi ke MTs pada
pukul setengah delapan pagi dan masuk pada esok harinya. Rabu, 20 Juli 2022.
Pada malam harinya,
Gus Hadi secara tiba-tiba pergi ke kamar. Ia menanyakan kesepakatan dari kami
hendak mengisi dan mengajar di mana. Aku pun menjelaskan bahwa Aku dan Anam ada
di MTs dan Topek di SMK. Beliau menanyaka ini karena kepala Madrasah Aliyah
disini menanyakan kami untuk bantu-bantu di aliyah juga. Tapi hasilnya begini:
kami bertiga sudah direkrut lembaga formal lain.
Pada malam harinya,
sebagaimana rutinan pada malam-malam biasanya, aku khataman kitab washiyat
al-musthafa. Sebuah kitab karangan Syekh Abdul Wahab asy-Sya’roni yang
menjelaskan kumpulan wasiat kanjeng nabi kepada Sayyidina Ali KW.
Ada tiga anak yang
ikut khataman kitab malam itu, yakni Ahmad Syauky, Ahmad Zainul Mujib dan
Mu’tashim Billah. Terimakasih kepada adik-adik yang mau menemaniku belajar
malam-malam mengeja teks-teks dalam kitab kuning.
Selesai menulis
pada Rabu, 20 Juli 2022.

0 Komentar