Trending

6/recent/ticker-posts

Catatan BMs (13) : Hari Yang Mulai Berat, Cerita Mengadakan Lomba Idul Adha

 


Hari-hari berlalu. Saat ini tanggal 12 Juli dan aku sekarang masih menulis catatan diary BMs hari kemarin. Kemarin tak sempat menulis dan akhrinya aku qodho (ganti) sekarang. Menjalani masa-masa BMs, benar kata Ra Syukron, jangan mengharap enak-enakan disana.

Sejak kemarin, perang batin dan pikiran tiba-tiba tanding tanpa beraturan. Tapi keadaan menuntut untuk kuat, sabar dan tegar. Seolah-olah sedang baik-baik saja dan di permukaan tampak aman.

Kemarin, seharian diisini acara lomba semarak idul adha. Total ada lima lomba, yakni lomba makan kerupuk, lomba balap karung dan lomba masukkan paku dalam botol. Tiga lomba ini dilaksanakan sebelum sholat dzuhur berjama’ah. Lalu dua lomba sisanya, yakni lomba pukul mantan dan lomba mengisi air dilaksanakan ba’da ashar.

Rencananya, dua lomba terakhir ini dilaksanakan ba’da dhuhur dan selesai sebelum ashar. Tapi karena persiapan yang kurang dan akhirnya molor, akhirnya lomba ini dilaksanakan setelah ashar. Alhamdulillah. Selesai juga. Meski penuh dengan kesalahan dan kekurangan.

Sore itu, sempat ada sedikit drama. Juga ada pembicaraan belakang diantara kami. Tapi setelah acara selesai dan siang tadi, baru suasana cair kembali. Tapi pada hakikatnya, bagaimana ? entahlah. Keadaan hakiki hati seseorang memang berbeda-beda.

Entah masalah pribadi yang bagaimana ujungnya, urusan kegiatan pondok dan BMs tetaplah urusan lain. Ke dua hal tersebut tidak boleh dicampur adukkan dengan urusan pribadi. Urusan pribadi ya urusan pribadi. Urusan BMs, mari kita selesaikan bersama-sama.

Kemarin sore-pun, setelah duduk bersama untuk menemukan solusi atas kegiatan yang molor itu. Tentu molornya kegiatan bukan hanya molor belaka, ada panitia yang mengawal acara memiliki celah dan kekurangan. Baik kurang koordinasi, dendam pribadi, egosentris dan lain sebagainya yang membuat kegiatan tidak sesuai rencanan.

Pada duduk bersama itupun kami bagi tugas. Aku dan Ust. Taufiq bagian pengemasan hadiah/ bagian packaging istilahnya. Sedangkan Ust. Muhib dan Anam yang mengawal lomba pukul mantan dan mengisi air. Jam setengah lima -kira-kira- dua lomba itu selesai.

Aku yang  seharusnya beli hadiah-hadiah bagi para juara dan mengemasnya saat itu mengerjakan aurod santri di daerah ini. Tugas Kiai Hafidz yang mulai ku cicil satu persatu. Sedangkan tugas beli hadiah-hadiah itu kami wakilkan pada Rahul yang saat itu mendapat pakonan dari pihak dhalem untuk ke Kotaanyar. Akhirnya sekalian nitip beli-beli itu.

Saat itu, kebetulan ada Kiai Hafidz berada di musholla sore itu. Aku langsung bertanya beberapa hal yang tidak kupahami tentang beberapa teks dan penyusunan aurod santri. Akhirnya jadilah kami sedikit berbincang ini-itu. Termasuk beberapa bacaan yang ternyata beliau juga musykil, seperti nama-nama dalam ijazah sanad burdah itu.

Dan, salah satu info penting lagi yang aku dapat saat itu adalah penambahan bacaan istighfar yang menurut Kiai Fadhol dapat menghapus dosa besar. Bacaan itu adalah :

اَسْتَغْفِرُ اللَّهَ  الْعَظِيْمَ الَّذِيْ لاَاِلَهَ اِلَّاهُوَ اْلحَيُّ اْلقَيُّوْمُ وَاَتُوْبُ اِلَيْهِ ﴿۳

Artinya : Aku mohon ampun kepada Allah yang maha agusng yang tidak ada tuhan (yang berhak disembah) selain Dia. Dzat yang maha hidup, berdiri sendiri dan aku bertaubah kepadanya

Semoga kita bisa mengamalkannya. Amiin.

Saat itu, setelah lomba-lomba selesai, Anam dan Topek keluar. Mereka mengisi air galon kamar yang kebetulan sedang habis. Sekalian, mereka ku mintai tolong untuk mengambil lcd proyektor di Pondok Pesantren Nurul Yaqin karena nanti malam setelah penutupan ada nonton bareng (nobar) bersama adik-adik santri.

Mau pakai yang ada di Nurur Rahmah sedangkan di sini adanya punya lembaga. Sekolah sudah libur sejak dua hari yang lalu. Begitu kata Ust. Udin. Akhirnya aku pinjem ke Nurul Yaqin. Setelah pinjam, keesokannya aku mendapat kabar bahwa si Farhani, dianggap lancang karena berani meminjamkan proyektor itu kepada pihak luar. Padahal sesuai prosedur, kata Farhani sudah selesai. Segala izin telah telah diurus. Entah di mana letak kesalahannya, aku kurang paham.

Hari ini berat, besok akan lebih berat dan barangkali keesokannya lagi akan lebih berat lagi, tapi yakinlah, semoga Allah memudahkan semua jalan. Selalu ada kisah indah setelah sabar menerima segala cobaan dan ujian. Allah kariim.

 

Catatan ini sangat molor selesai ditulis. Molor hingga dua hari. selesai ditulis pada hari Rabu, 13 Juli 2022. Seharusnya selesai dua hari yang lalu~

Posting Komentar

0 Komentar