Hari-hari berlalu.
Saat ini tanggal 12 Juli dan aku sekarang masih menulis catatan diary BMs hari
kemarin. Kemarin tak sempat menulis dan akhrinya aku qodho (ganti) sekarang. Menjalani
masa-masa BMs, benar kata Ra Syukron, jangan mengharap enak-enakan disana.
Sejak kemarin,
perang batin dan pikiran tiba-tiba tanding tanpa beraturan. Tapi keadaan
menuntut untuk kuat, sabar dan tegar. Seolah-olah sedang baik-baik saja dan di
permukaan tampak aman.
Kemarin, seharian
diisini acara lomba semarak idul adha. Total ada lima lomba, yakni lomba makan
kerupuk, lomba balap karung dan lomba masukkan paku dalam botol. Tiga lomba ini
dilaksanakan sebelum sholat dzuhur berjama’ah. Lalu dua lomba sisanya, yakni
lomba pukul mantan dan lomba mengisi air dilaksanakan ba’da ashar.
Rencananya, dua
lomba terakhir ini dilaksanakan ba’da dhuhur dan selesai sebelum ashar. Tapi
karena persiapan yang kurang dan akhirnya molor, akhirnya lomba ini
dilaksanakan setelah ashar. Alhamdulillah. Selesai juga. Meski penuh dengan
kesalahan dan kekurangan.
Sore itu, sempat
ada sedikit drama. Juga ada pembicaraan belakang diantara kami. Tapi setelah
acara selesai dan siang tadi, baru suasana cair kembali. Tapi pada hakikatnya,
bagaimana ? entahlah. Keadaan hakiki hati seseorang memang berbeda-beda.
Entah masalah
pribadi yang bagaimana ujungnya, urusan kegiatan pondok dan BMs tetaplah urusan
lain. Ke dua hal tersebut tidak boleh dicampur adukkan dengan urusan pribadi.
Urusan pribadi ya urusan pribadi. Urusan BMs, mari kita selesaikan
bersama-sama.
Kemarin sore-pun,
setelah duduk bersama untuk menemukan solusi atas kegiatan yang molor itu.
Tentu molornya kegiatan bukan hanya molor belaka, ada panitia yang mengawal
acara memiliki celah dan kekurangan. Baik kurang koordinasi, dendam pribadi,
egosentris dan lain sebagainya yang membuat kegiatan tidak sesuai rencanan.
Pada duduk bersama
itupun kami bagi tugas. Aku dan Ust. Taufiq bagian pengemasan hadiah/ bagian
packaging istilahnya. Sedangkan Ust. Muhib dan Anam yang mengawal lomba pukul
mantan dan mengisi air. Jam setengah lima -kira-kira- dua lomba itu selesai.
Aku yang seharusnya beli hadiah-hadiah bagi para juara
dan mengemasnya saat itu mengerjakan aurod santri di daerah ini. Tugas Kiai
Hafidz yang mulai ku cicil satu persatu. Sedangkan tugas beli hadiah-hadiah itu
kami wakilkan pada Rahul yang saat itu mendapat pakonan dari pihak
dhalem untuk ke Kotaanyar. Akhirnya sekalian nitip beli-beli itu.
Saat itu, kebetulan
ada Kiai Hafidz berada di musholla sore itu. Aku langsung bertanya beberapa hal
yang tidak kupahami tentang beberapa teks dan penyusunan aurod santri. Akhirnya
jadilah kami sedikit berbincang ini-itu. Termasuk beberapa bacaan yang ternyata
beliau juga musykil, seperti nama-nama dalam ijazah sanad burdah itu.
Dan, salah satu
info penting lagi yang aku dapat saat itu adalah penambahan bacaan istighfar
yang menurut Kiai Fadhol dapat menghapus dosa besar. Bacaan itu adalah :
اَسْتَغْفِرُ اللَّهَ الْعَظِيْمَ الَّذِيْ لاَاِلَهَ اِلَّاهُوَ
اْلحَيُّ اْلقَيُّوْمُ وَاَتُوْبُ اِلَيْهِ ﴿۳﴾
Artinya : Aku
mohon ampun kepada Allah yang maha agusng yang tidak ada tuhan (yang berhak
disembah) selain Dia. Dzat yang maha hidup, berdiri sendiri dan aku bertaubah
kepadanya
Semoga kita bisa
mengamalkannya. Amiin.
Saat itu, setelah
lomba-lomba selesai, Anam dan Topek keluar. Mereka mengisi air galon kamar yang
kebetulan sedang habis. Sekalian, mereka ku mintai tolong untuk mengambil lcd
proyektor di Pondok Pesantren Nurul Yaqin karena nanti malam setelah penutupan
ada nonton bareng (nobar) bersama adik-adik santri.
Mau pakai yang ada
di Nurur Rahmah sedangkan di sini adanya punya lembaga. Sekolah sudah libur
sejak dua hari yang lalu. Begitu kata Ust. Udin. Akhirnya aku pinjem ke Nurul
Yaqin. Setelah pinjam, keesokannya aku mendapat kabar bahwa si Farhani,
dianggap lancang karena berani meminjamkan proyektor itu kepada pihak luar.
Padahal sesuai prosedur, kata Farhani sudah selesai. Segala izin telah telah
diurus. Entah di mana letak kesalahannya, aku kurang paham.
Hari ini berat,
besok akan lebih berat dan barangkali keesokannya lagi akan lebih berat lagi,
tapi yakinlah, semoga Allah memudahkan semua jalan. Selalu ada kisah indah
setelah sabar menerima segala cobaan dan ujian. Allah kariim.
Catatan ini
sangat molor selesai ditulis. Molor hingga dua hari. selesai ditulis pada hari
Rabu, 13 Juli 2022. Seharusnya selesai dua hari yang lalu~

0 Komentar