![]() |
Kalau dipikir-pikir,
menulis di blog ini menjadi prioritas yang bisa-bisa mengalahkan tugas-tugas
yang dibebankan pihak tuan rumah kepada kami. Iya enak kalau menulis ini lancar
dan aman terus. Misalnya menyusun kerangka gagasan, proses menulis, revisi,
editing gambar, posting hingga share itu cukup dalam satu jam. Syukur banget
itu. Tapi keadaan memang tidak selalu begitu.
Kadang males,
kadang ingin tidur-tiduran dulu. Kadang ingin status HP, kadang ya malah
menghabiskan waktu chattingan dengan orang lain, dan lain sebagainya. semuanya distraksi
yang seharusnya bisa diminimalisir.
Tapi mau bagaimana
lagi ? hidup penuh dengan rintangan dan tak selalu berjalan mulus. Aku barangkali
menjadi salah satu pemuda diantara banyak pemuda di Indoensia yang diberi
kesempatan pendidikan yang layak, alat belajar yang memadai, sungguh eman bila
tidak menggunakan segala kesempatan ini dengan sebaik-baiknya. Aku sibuk apa ?
menikah, belum. Bekerja cari nafkah untuk diri sendiri, adik dan orang tua juga
tidak.
Sebagaimana dawuh
Ra Amak, “belajar se keras-kerasnya itu wajib hukumnya”.
Ya, meskipun tidak
semua orang mendukung, selalu ada gap antara harapan dan kenyataan. Dan juga
distraksi dalam belajar selalu ada di mana-mana. Yah, seharusnya sih kita
tidak boleh menyerah dan pasrah terhadap keadaan. Masih muda. Eman.
Sebagaimana sedikit
bagian yang pernah saya baca di buku filosofi teras, bahwa banyak orang marah
bila uang/materi/harta benda dicuri oleh orang lain. tapi tidak banyak yang marah
bila waktu kita diambil oleh orang lain. Bagiku, dunia media sosial dan segala hal
yang menyibukkan dan itu tidak penting bagi masa depan nanti, itu sudah menyita
waktu dan benda-benda itu mencuri bagian dari hidup kita yang begitu singkat
ini.
Tapi, sekali lagi, sulit
untuk ideal. Namanya juga manusia. Disiplin memang harus dilatih. Tidak ada
semua hal yang langsung jadi. Mi instan saja, yang katanya instan itu kalau mengkonsumsinya
perlu proses, apalagi jadi orang sukses dan besar nanti. Heheuy.
Untuk catatan hari
ke sebelas ini, tepatnya pada hari arofah, sengaja ku menulis lebih awal. Ingin
ku selesaikan lebih awal dari jadwal yang ku tetapkan, yakni menulis sebelum
tidur. Nah bila ada kejadian-kejadian/peristiwa menarik hari ini setelah
tulisan ini selesai, bisa ku tulis di tulisan esok hari atau tulisan ini ku
edit sendiri.
Sebenarnya sejak
kemarin, kami sebagai ustadz ini bingung, kalau ada hari besar Islam seperti
hari raya ini, kegiatan wilayah mau diisi apa ? bagaimana ?. Kemarin kami
bingung, apa sholat berjama’ah dulu apa buka puasa dulu ? seandainya adzan
dulu, jama’ah lalu buka puasa setelah itu sebelum isya’ mau diisi apa ?
Ust. Taufiq sudah
bertanya ke Neng Iin, tapi beliau menjawab terserah ustadz. Tanya ke santri senior,
biasanya itu begini: buka dulu -entah ada adzan apa tidak di musholla- lalu
berjama’ah maghrib dan kegiatan sebagaimana biasanya.
Akhirnya tadi malam
begitu. Buka puasa dulu, makan nasi semua dan tidak ada yang mengumandangkan adzan maghrib di musholla. Lalu
kami berjama’ah maghrib dan kegiatan berjalan normal seperti biasanya.
Begitupula dengan
hari sabtu ini. Mau diisi dengan apa. Setelah melewati perbincangan yang agak
lama, diputuskanlah untuk membaca amalan hari arofah ala Nurul Jadid. setelah
dzikir jama’ah shubuh selesai, pembacaan amalan dimulai. Para ustadz gantian
untuk membacanya.
Kegiatan ini
selesai sekitar pukul setengah tujuh. Lalu dilanjutkan dengan sholat dhuha
berjama’ah empat roka’at, piket dan
setelah itu tidak ada kegiatan hingga dhuhur. Sholat berjama’ah dan saat ini,
pukul dua siang ini kegiatan diniyah itu masuk.
Saat ini, Ust.
Taufiq sedang mengordinir para santri untuk kegiatan. Salut. Meski keadaan mendorong
untuk libur, tapi kegiatan tetap jalan. Bukan hanya dorongan semangat belajar yang
membuat kegiatan berjalan, tapi pengawasan keluarga dhalem juga sangat
berpengaruh. Khawatir ada bel panggilan untuk kegiatan atau di chat Neng Iin, “kok
tidak ada kegiatan ustadz ?”.
Secara pribadi, aku
ingin nanti sore ada bersih-bersih bagian depan daerah/wilayah. Karena rumput
menjalar begitu tebal. Aku ingin mengak para ustadz dan santri untuk mengadakan
kerja bakti ini. Hitung-hitung sebagai persiapan idul adha. Begitu~
Sekian. Terimakasih
Catatan hari ini. Hari
ke 11 BMs. Alhamdulillah tepat waktu setelah beberapa hari ini telat selalu.
Selesai ditulis pada pukul 14:04 WIB.
.png)
0 Komentar