Trending

6/recent/ticker-posts

Catatan BMs (11) : Jelang Idul Adha, Santri Daerah Riyadlus Sholihin Baca Amalan Hari Arafah


Kalau dipikir-pikir, menulis di blog ini menjadi prioritas yang bisa-bisa mengalahkan tugas-tugas yang dibebankan pihak tuan rumah kepada kami. Iya enak kalau menulis ini lancar dan aman terus. Misalnya menyusun kerangka gagasan, proses menulis, revisi, editing gambar, posting hingga share itu cukup dalam satu jam. Syukur banget itu. Tapi keadaan memang tidak selalu begitu.

Kadang males, kadang ingin tidur-tiduran dulu. Kadang ingin status HP, kadang ya malah menghabiskan waktu chattingan dengan orang lain, dan lain sebagainya. semuanya distraksi yang seharusnya bisa diminimalisir.

Tapi mau bagaimana lagi ? hidup penuh dengan rintangan dan tak selalu berjalan mulus. Aku barangkali menjadi salah satu pemuda diantara banyak pemuda di Indoensia yang diberi kesempatan pendidikan yang layak, alat belajar yang memadai, sungguh eman bila tidak menggunakan segala kesempatan ini dengan sebaik-baiknya. Aku sibuk apa ? menikah, belum. Bekerja cari nafkah untuk diri sendiri, adik dan orang tua juga tidak.

Sebagaimana dawuh Ra Amak, “belajar se keras-kerasnya itu wajib hukumnya”.

Ya, meskipun tidak semua orang mendukung, selalu ada gap antara harapan dan kenyataan. Dan juga distraksi dalam belajar selalu ada di mana-mana. Yah, seharusnya sih kita tidak boleh menyerah dan pasrah terhadap keadaan. Masih muda. Eman.

Sebagaimana sedikit bagian yang pernah saya baca di buku filosofi teras, bahwa banyak orang marah bila uang/materi/harta benda dicuri oleh orang lain. tapi tidak banyak yang marah bila waktu kita diambil oleh orang lain. Bagiku, dunia media sosial dan segala hal yang menyibukkan dan itu tidak penting bagi masa depan nanti, itu sudah menyita waktu dan benda-benda itu mencuri bagian dari hidup kita yang begitu singkat ini.

Tapi, sekali lagi, sulit untuk ideal. Namanya juga manusia. Disiplin memang harus dilatih. Tidak ada semua hal yang langsung jadi. Mi instan saja, yang  katanya instan itu kalau mengkonsumsinya perlu proses, apalagi jadi orang sukses dan besar nanti. Heheuy.

Untuk catatan hari ke sebelas ini, tepatnya pada hari arofah, sengaja ku menulis lebih awal. Ingin ku selesaikan lebih awal dari jadwal yang ku tetapkan, yakni menulis sebelum tidur. Nah bila ada kejadian-kejadian/peristiwa menarik hari ini setelah tulisan ini selesai, bisa ku tulis di tulisan esok hari atau tulisan ini ku edit sendiri.

Sebenarnya sejak kemarin, kami sebagai ustadz ini bingung, kalau ada hari besar Islam seperti hari raya ini, kegiatan wilayah mau diisi apa ? bagaimana ?. Kemarin kami bingung, apa sholat berjama’ah dulu apa buka puasa dulu ? seandainya adzan dulu, jama’ah lalu buka puasa setelah itu sebelum isya’ mau diisi apa ?

Ust. Taufiq sudah bertanya ke Neng Iin, tapi beliau menjawab terserah ustadz. Tanya ke santri senior, biasanya itu begini: buka dulu -entah ada adzan apa tidak di musholla- lalu berjama’ah maghrib dan kegiatan sebagaimana biasanya.

Akhirnya tadi malam begitu. Buka puasa dulu, makan nasi semua dan tidak ada yang  mengumandangkan adzan maghrib di musholla. Lalu kami berjama’ah maghrib dan kegiatan berjalan normal seperti biasanya.

Begitupula dengan hari sabtu ini. Mau diisi dengan apa. Setelah melewati perbincangan yang agak lama, diputuskanlah untuk membaca amalan hari arofah ala Nurul Jadid. setelah dzikir jama’ah shubuh selesai, pembacaan amalan dimulai. Para ustadz gantian untuk membacanya.

Kegiatan ini selesai sekitar pukul setengah tujuh. Lalu dilanjutkan dengan sholat dhuha berjama’ah  empat roka’at, piket dan setelah itu tidak ada kegiatan hingga dhuhur. Sholat berjama’ah dan saat ini, pukul dua siang ini kegiatan diniyah itu masuk.

Saat ini, Ust. Taufiq sedang mengordinir para santri  untuk kegiatan. Salut. Meski keadaan mendorong untuk libur, tapi kegiatan tetap jalan. Bukan hanya dorongan semangat belajar yang membuat kegiatan berjalan, tapi pengawasan keluarga dhalem juga sangat berpengaruh. Khawatir ada bel panggilan untuk kegiatan atau di chat Neng Iin, “kok tidak ada kegiatan ustadz ?”.

Secara pribadi, aku ingin nanti sore ada bersih-bersih bagian depan daerah/wilayah. Karena rumput menjalar begitu tebal. Aku ingin mengak para ustadz dan santri untuk mengadakan kerja bakti ini. Hitung-hitung sebagai persiapan idul adha. Begitu~

Sekian. Terimakasih

Catatan hari ini. Hari ke 11 BMs. Alhamdulillah tepat waktu setelah beberapa hari ini telat selalu. Selesai ditulis pada pukul 14:04 WIB.


Posting Komentar

0 Komentar