Trending

6/recent/ticker-posts

Catatan BMs (10): Aktivits Hari Tarwiyah dan Kisah Masyayikh NJ Riwayat Kiai Hafidz

 


Hari tarwiyah berlalu. Hari  jum’at, 08 Juli 2022. Hari demi hari pula kami berkurang menjalani BMs dan PKM ini. Kemarin, tepatnya tadi malam aku tidur awal lagi. Setelah Kiai Hafidz ke depan kamar, kami menemani beliau hingga pukul -kurang lebih- sampai jam sembilan lewat, lalu ke kamar dan aku langsung rebahan. Rebahanku memang beda. Langsung hilang. Wkwkwk.

Seharian kemarin, puasa tarwiyah. Barangkali bukan hanya disini yang wajib puasa, di pondok-pondok  lainnya memang para santri diwajibkan puasa. Nah, kalau wajib puasa begini biasanya ya libur kegiatan. Karena libur, nganggur, tak sedikit pula waktu para santri yang digunakan untuk tidur. Tak terkecuali dalam hal ini adalah para ustadz. hahaha.

Meski libur, kemarin ada agenda pagi yang tidak boleh ditinggalkan, yakni kerja bakti atau istilah di pondok itu “jum’at bersih”. Piket bersama. Seluruh santri, para ustadz dan pengurus. Semua bagi tugas sesuai di posisi masing-masing. Ada yang di kamar mandi, halaman dan musholla wilayah.

Sebelum piket, ada kegiatan sholat dhuha. Disini, meski pondok/daerah kecil, kegiatannya cukup  padat. Hal ini bukan aku saja yang mengakui, tapi Ust. Taufiq -guru tugas itu- pun juga mengakuinya.

Ada shlat tahajud berjama’ah, sholat dhuha dan kegiatan wajib lainnya yang wajib didampingi oleh para ustadz. Tidak pandang bulu. Meski tidak ada hukuman bagi para ustadz yang telat/tidak mengikuti kegiatan wilayah, tapi kami di sini tetap tidak enak bila menyalahi adat kebiasaan di sini.

Oleh karena itu, di sini ya harus rajin. Tuntutan keadaan begitu. Seandainya tidak rajin dan tidak menjadi sosok yang patut diteladani, rasanya malu. Kalau bicara/ngomong di depan santri bagusnya minta ampun, tapi secara praktik dan amaliah, malah berbanding terbalik 180 derajat.

Kemarin, aku mengisi waktu buat menyelesaikan desain infografis spesial kurban. Total ada 11 slide. Semua ku posting di IG @daerah_riyadlush-Sholihin dan ku jadikan IG story. Cari ide dan eksekusi sendiri. Mylai cari bahan konten, desain sendiri, revisi sendiri, share konten sendiri dan semua dilakukan sendiri. Mirip-mirip dulu saat masih berjuang di awal menghidupkan akun medsos ma’had aly.

Selain itu, kemarin aku juga mendapat pesan dari Ust. Syarifuddin untuk membuat banner. Aku menyanggupi asal ada koreksi dari Ust. Udin. Selain itu, ada pesan/chat dari Gus Hadi bahwa Idul Adha nanti dibutuhkan khotib idul adha. Silahkan dimusyawarahkan antara ke lima orang disini. Nah, kira-kira siapa ya ?. hahaha. Tentu kami saling tunjuk. Lihat saja besok hasilnya.

Selebihnya, kegiatan berjalan sebagaimana biasanya. Buka puasa, jama’ah, ngaji al-qur’an, nakrir nadzam al-miftah dan KBM al-Miftah sebagaimana biasa. Nah, saat KBM itu Kiai Hafidz ke kamar sebagaimana yang ku ceritakan di awal tulisan ini tadi.

Beliau banyak cerita banyak hal. Diantaranya adalah beliau yang alumnus Sekolah Menengah Nurul Jadid (SMA), nostalgia kehidupan di NJ dulu hingga kisah Kiai Zaini yang apa-apa dikerjakan semua. Beliau sosok yang semangat dalam beraktivitas. Semua beliau lakukan sendiri. Tidak menunggu hadaman dan lain sebagainya.

Diantara kisah yang ku ingat, Kiai Zaini pernah bertanya ke Kiai Hasan Abdul Wafi soal sawah yang yang dipasrahkan ke Kiai Hasan Abdul Wafi. Ketika ditanya keadaan sawah itu dan ternyata sawah itu tidak terlalu diurus dan dirawat oleh Kiai Hasan. Akhirnya Kiai Zaini menegur Kiai Hasan agar merawat dan mengelola sawah.

Kiai Zaini berpesan, “urusan santri ya santri. Urusan kasab (pekerjaan, red) urusan kasab. Jangan mengandalkan pemberian santri,” begitu kira-kira. Begitulah, pelajaran ikhlas yang diberikan oleh Kiai Zaini. Pendiri Pondok Pesantren Nurul Jadid yang terkenal ikhlas.

Ada beberapa potong kisah masyayikh Nurul Jadid yang diceritakan Kiai Hafidz malam itu yang tidak bisa aku tulis dalam tulisan kali ini. Banyak ibroh dan pelajaran yang bisa ku ambil. Intinya, semangat berjuang, berproses dan semoga kita selalu dalam lindungan-naungan do’a para masyayikh, orang tua dan ridho-Nya. Amiin.

 

*Catatan BMs hari ke 10. Selesai ditulis pada hari Sabtu, 09 Juli 2022 pukul 01:10 WIB.

Posting Komentar

0 Komentar