Hari tarwiyah
berlalu. Hari jum’at, 08 Juli 2022. Hari
demi hari pula kami berkurang menjalani BMs dan PKM ini. Kemarin, tepatnya tadi
malam aku tidur awal lagi. Setelah Kiai Hafidz ke depan kamar, kami menemani
beliau hingga pukul -kurang lebih- sampai jam sembilan lewat, lalu ke kamar dan
aku langsung rebahan. Rebahanku memang beda. Langsung hilang. Wkwkwk.
Seharian kemarin,
puasa tarwiyah. Barangkali bukan hanya disini yang wajib puasa, di pondok-pondok lainnya memang para santri diwajibkan puasa. Nah,
kalau wajib puasa begini biasanya ya libur kegiatan. Karena libur, nganggur, tak
sedikit pula waktu para santri yang digunakan untuk tidur. Tak terkecuali dalam
hal ini adalah para ustadz. hahaha.
Meski libur,
kemarin ada agenda pagi yang tidak boleh ditinggalkan, yakni kerja bakti atau
istilah di pondok itu “jum’at bersih”. Piket bersama. Seluruh santri, para
ustadz dan pengurus. Semua bagi tugas sesuai di posisi masing-masing. Ada yang
di kamar mandi, halaman dan musholla wilayah.
Sebelum piket, ada
kegiatan sholat dhuha. Disini, meski pondok/daerah kecil, kegiatannya
cukup padat. Hal ini bukan aku saja yang
mengakui, tapi Ust. Taufiq -guru tugas itu- pun juga mengakuinya.
Ada shlat tahajud
berjama’ah, sholat dhuha dan kegiatan wajib lainnya yang wajib didampingi oleh
para ustadz. Tidak pandang bulu. Meski tidak ada hukuman bagi para ustadz yang
telat/tidak mengikuti kegiatan wilayah, tapi kami di sini tetap tidak enak bila
menyalahi adat kebiasaan di sini.
Oleh karena itu, di
sini ya harus rajin. Tuntutan keadaan begitu. Seandainya tidak rajin dan
tidak menjadi sosok yang patut diteladani, rasanya malu. Kalau bicara/ngomong
di depan santri bagusnya minta ampun, tapi secara praktik dan amaliah, malah berbanding
terbalik 180 derajat.
Kemarin, aku
mengisi waktu buat menyelesaikan desain infografis spesial kurban. Total ada 11
slide. Semua ku posting di IG @daerah_riyadlush-Sholihin dan ku jadikan IG story.
Cari ide dan eksekusi sendiri. Mylai cari bahan konten, desain sendiri, revisi
sendiri, share konten sendiri dan semua dilakukan sendiri. Mirip-mirip dulu
saat masih berjuang di awal menghidupkan akun medsos ma’had aly.
Selain itu, kemarin
aku juga mendapat pesan dari Ust. Syarifuddin untuk membuat banner. Aku menyanggupi
asal ada koreksi dari Ust. Udin. Selain itu, ada pesan/chat dari Gus Hadi bahwa
Idul Adha nanti dibutuhkan khotib idul adha. Silahkan dimusyawarahkan antara ke
lima orang disini. Nah, kira-kira siapa ya ?. hahaha. Tentu kami saling tunjuk.
Lihat saja besok hasilnya.
Selebihnya,
kegiatan berjalan sebagaimana biasanya. Buka puasa, jama’ah, ngaji al-qur’an, nakrir
nadzam al-miftah dan KBM al-Miftah sebagaimana biasa. Nah, saat KBM itu Kiai
Hafidz ke kamar sebagaimana yang ku ceritakan di awal tulisan ini tadi.
Beliau banyak
cerita banyak hal. Diantaranya adalah beliau yang alumnus Sekolah Menengah
Nurul Jadid (SMA), nostalgia kehidupan di NJ dulu hingga kisah Kiai Zaini yang apa-apa
dikerjakan semua. Beliau sosok yang semangat dalam beraktivitas. Semua beliau
lakukan sendiri. Tidak menunggu hadaman dan lain sebagainya.
Diantara kisah yang
ku ingat, Kiai Zaini pernah bertanya ke Kiai Hasan Abdul Wafi soal sawah yang yang
dipasrahkan ke Kiai Hasan Abdul Wafi. Ketika ditanya keadaan sawah itu dan ternyata
sawah itu tidak terlalu diurus dan dirawat oleh Kiai Hasan. Akhirnya Kiai Zaini
menegur Kiai Hasan agar merawat dan mengelola sawah.
Kiai Zaini berpesan,
“urusan santri ya santri. Urusan kasab (pekerjaan, red) urusan
kasab. Jangan mengandalkan pemberian santri,” begitu kira-kira. Begitulah,
pelajaran ikhlas yang diberikan oleh Kiai Zaini. Pendiri Pondok Pesantren Nurul
Jadid yang terkenal ikhlas.
Ada beberapa potong
kisah masyayikh Nurul Jadid yang diceritakan Kiai Hafidz malam itu yang tidak
bisa aku tulis dalam tulisan kali ini. Banyak ibroh dan pelajaran yang bisa ku
ambil. Intinya, semangat berjuang, berproses dan semoga kita selalu dalam
lindungan-naungan do’a para masyayikh, orang tua dan ridho-Nya. Amiin.
*Catatan BMs
hari ke 10. Selesai ditulis pada hari Sabtu, 09 Juli 2022 pukul 01:10 WIB.
.png)
0 Komentar