Dalam keadaan dan kondisi yang sulit serta pelik, manusia
dapat melakukan segala cara sehinga ia bisa memenuhi kebutuhannya atau sekadar memenuhi ambisi hasrat kesenangannya. Semisal dalam keadaan yang paceklik, tak ada uang
dan ditagih-tagih hutangnya, ia dapat melakukan tindak kriminalitas untuk keluar
dari permasalahannya. Baik mencuri, bernain judi atau bahkan menghilangkan
kesadarannya dengan cara minum-minuman keras.
Bila tak benar-benar kuat pondasi iman seseorang,
menerima ketidak idealitasan, menghadapi segala hal yang tak sesuai ekspektasi,
sangat mungkin sekali orang melakukan aktvitas yang tak diharapkan.
Sabar dan sabar. Ini adalah kunci utama menghadapi segala
urusan. Walau badai kencang menghalang, terjal rintangan serta alotnya keadaan,
tak membuat ia patah arang. Ia tak bergeming. Tetap berdiri tegak menghadapi
semua masalah dengan kepala tegak. Bukan malah lari dari keadaan.
Manusia-manusia ini adalah manusia yang bermental
tangguh. Menghadapi segala masalah, walau berat hati, meski tertatih-tatih, walau
hancur berkeping-keping hati serta perasaannya, ia mampu melewati segala
masalah yang ada. Ia tambah mengerti, berbudi dan semakin paham: bahwa manusia tidak
boleh sombong.
Hidup harus srawung. Harus bersosial. Berkumpul bersama
orang lain. perlu tolong menolong. Tidak boleh hidup egois. Dan, masih banyak
yang lainnya. Bila semua terpaan badai dan jurang yang terjal bisa dilalui
semua, akhirnya ia akan berbeda dengan sebelumnya. Ia semakin matang dan
dewasa. Ia semakin realistis. Ia semakin kuat.
Tak semua orang peduli dengan hidup kita. Ini kenyataan yang pahit. Kita harus menyemangati
diri kita sendiri. Kita harus mandiri, berdikari. Kita harus membuat daftar tugas yang terus menumpuk. Kita harus bergerak. Membagi fokus. Dan, mencicil serta mengerjakan tugas demi tugas. Satu per satu.
Semakin berharap dengan orang lain, semakin kecewa dan
pahit rasanya hidup ini. Sayyidina Ali KW. pernah berkata, "Aku sudah
pernah merasakan semua kepahitan dalam hidup. Dan yang paling pahit ialah berharap pada manusia."
Baiklah. Mari kita semua
menerima ketidak idealan dalam hidup. Semoga kita bisa jadi orang mandiri,
bersabar dan tentunya memiliki empati yang tinggi. Semoga saja. amiin.
Paiton. Jum’at, 25 Maret
2022.

0 Komentar