Trending

6/recent/ticker-posts

Media Center: Sebuah Masukan

 

 



Tadi saya mendapat teguran dan masukan soal penggunaan fasilitas media center. Utamanya adalah penggunaan kantor ketika malam hari dan lalu-lalangnya orang-orang non-media center di kantor itu.

Ada beberapa poin yang telah diingatkan sebelumnya sebenarnya, tapi terulang kembali. Semisal malam hari kantor harus kosong, tidak boleh ada santri bukan anggota media center berada di kantor. Entah tadi sudah ke berapa kalinya saya mendapat masukan-masukan itu.

Memang, kemarin, saya dan teman-teman begadang di kantor. Garap persiapan technical  meeting MQK festival turats. Pelaksanaannya pada tanggal 8 Februari. Hampir sudah. Nah, tadi malam persiapan-persiapan teknis, semisal buat desain latar belakang zoom, menggunakan aplikasi apa, hingga bagaimana cara menyambungkan TM ini ke youtube.

Saya tidur duluan. Di kamar. Berkisar pukul satu lewat. Di kantor tinggal dua orang, yakni Lutfi dengan Syahrullah selaku ketua panitia dan bagian server acara ini. Mereka bekerja keras. Aku tinggal tanpa izin. Mata tak bisa diajak kompromi.

Keesokan harinya, setelah mendapat ‘siraman emosional’ dari atasan, juga di grup, Pak Qusyairi screenshot bahwa ada salah ustadz mempertanyakan jadwal buka-tutup kantor media center. Apakah buka sepanjang malam ?

Wah ini, saya jadi tahu siapa orang yang mempertanyakannya. Dari sini, saya jadi tahu, bagaimana seharusnya bertindak. Saya usul agar media center menerbitkan peraturan secara resmi penggunaan fasilitas media center. Termasuk diantaranya adalah hp, jadwal buka-tutup kantor dan lain sebagainya.

Kami tadi rapat kecil-kecilan di grup telegram. Alhamdulillah, yang ikut nimbrung ‘meski sedikit’ bukan saja saya dan pembina (Pak Qusyairi). Tapi juga ada Alpian dan Huwaidi. Saya kemudian salin di microsoft word, tambahi sedikit-sedikit dan kirim ke grup. Tapi sejauh ini belum ada tanggapan, komentar, kritik dan saran.

Kalau memang begitu, besok akan langsung di print. Supaya teman-teman bila ada yang main-main di media center bisa sadar diri. Bukan hanya pihak luar, juga pihak orang dalam-nya juga semoga amanah dan disiplin. Bergerak sesuai dengan batasan, koridor dan regulasi yang telah ditetapkan.

Wah, amanah ini yang berat. Ideal dan selalu sesuai jalan yang ada. Sebagai manusia tentu kita juga pernah dan akan mengalami kesalahan. Sebagai solusinya: saling mengingatkan, saling mengayomi dan saling menasehati dalam rangka kebaikan.

Juga, media center, demi perbaikan dan kemajuannya yang lebih dan lebih baik lagi, sangat terbuka dengan usulan, masukan, kritikan dan saran. Apapun itu. Kritik saja tanpa solusi juga boleh.

Baiklah. Itu saja dulu.

Posting Komentar

0 Komentar