Tadi saya mendapat teguran dan
masukan soal penggunaan fasilitas media center. Utamanya adalah penggunaan
kantor ketika malam hari dan lalu-lalangnya orang-orang non-media center di
kantor itu.
Ada beberapa poin yang telah
diingatkan sebelumnya sebenarnya, tapi terulang kembali. Semisal malam hari
kantor harus kosong, tidak boleh ada santri bukan anggota media center berada di
kantor. Entah tadi sudah ke berapa kalinya saya mendapat masukan-masukan itu.
Memang, kemarin, saya dan
teman-teman begadang di kantor. Garap persiapan technical meeting MQK festival turats. Pelaksanaannya
pada tanggal 8 Februari. Hampir sudah. Nah, tadi malam persiapan-persiapan
teknis, semisal buat desain latar belakang zoom, menggunakan aplikasi apa, hingga
bagaimana cara menyambungkan TM ini ke youtube.
Saya tidur duluan. Di kamar.
Berkisar pukul satu lewat. Di kantor tinggal dua orang, yakni Lutfi dengan
Syahrullah selaku ketua panitia dan bagian server acara ini. Mereka bekerja
keras. Aku tinggal tanpa izin. Mata tak bisa diajak kompromi.
Keesokan harinya, setelah
mendapat ‘siraman emosional’ dari atasan, juga di grup, Pak Qusyairi screenshot
bahwa ada salah ustadz mempertanyakan jadwal buka-tutup kantor media center.
Apakah buka sepanjang malam ?
Wah ini, saya jadi tahu siapa
orang yang mempertanyakannya. Dari sini, saya jadi tahu, bagaimana seharusnya
bertindak. Saya usul agar media center menerbitkan peraturan secara resmi
penggunaan fasilitas media center. Termasuk diantaranya adalah hp, jadwal buka-tutup
kantor dan lain sebagainya.
Kami tadi rapat kecil-kecilan di
grup telegram. Alhamdulillah, yang ikut nimbrung ‘meski sedikit’ bukan saja
saya dan pembina (Pak Qusyairi). Tapi juga ada Alpian dan Huwaidi. Saya
kemudian salin di microsoft word, tambahi sedikit-sedikit dan kirim ke grup.
Tapi sejauh ini belum ada tanggapan, komentar, kritik dan saran.
Kalau memang begitu, besok akan
langsung di print. Supaya teman-teman bila ada yang main-main di media center
bisa sadar diri. Bukan hanya pihak luar, juga pihak orang dalam-nya juga semoga
amanah dan disiplin. Bergerak sesuai dengan batasan, koridor dan regulasi yang
telah ditetapkan.
Wah, amanah ini yang berat. Ideal
dan selalu sesuai jalan yang ada. Sebagai manusia tentu kita juga pernah dan
akan mengalami kesalahan. Sebagai solusinya: saling mengingatkan, saling
mengayomi dan saling menasehati dalam rangka kebaikan.
Juga, media center, demi
perbaikan dan kemajuannya yang lebih dan lebih baik lagi, sangat terbuka dengan
usulan, masukan, kritikan dan saran. Apapun itu. Kritik saja tanpa solusi juga
boleh.
Baiklah. Itu saja dulu.
0 Komentar