Trending

6/recent/ticker-posts

Hasrat Menulis, Ini List Tugas-Tugas Saya

 


Malam ini, saya berhasrat untuk menulis satu tulisan lagi.
Dari pagi tadi, saya sudah dihadapkan dengan keinginan dan kenyataan yang berlawanan. Tadi pagi, sekitar pukul 06.00 WIB. Saya ingin menyelesaikan sebuah tulisan minimal. Menulis di blog. Tapi pada jam itu juga, ada pengajian kitab di musholla timur. Pengajian kitab mauizhotul mukminin.

Barangkali ini pentingnya memiliki teman. Kita harus pandai-pandai memiliki teman yang selalu mengajak kebaikan, mengingatkan pada Allah dan tentunya ingin kita sukses. Roni, mengajakku untuk ngaji saja. Urusan menulis bisa ditunda nanti saja.

Padahal, menulis pagi adalah keinginan dan pekerjaan yang mesti dilakukan oleh Gus Fayyadl. Keterangan ini beliau ucapkan saat acara muhasabah pada 1 Januari lalu. Kata beliau, karena dengan menulis di pagi hari, Gus Fayyadl mengaku bahwa itu adalah salah satu ‘kunci’ mengapa ia dulu bisa produktif. Sekarang aktifitas Gus Fayyadl disibukkan dengan mengajar dan berkhidmah di pesantren. Tentunya hal ini berpengaruh terhadap jadwal menulis dan menuangkan gagasana dalam bentuk tulisan.

Tapi tak apalah. Masih ada waktu untuk menambal kekurangan dan mengoptimalkan yang bisa dipotimalkan. Malam ini, saya ingin bercerita soal pekerjaan dan tugas saya yang belum selesai. Rencan-rencana ke depan. Sebagai bentuk curhatan. Sebenarnya saya tidak biasa, tapi tulisan di blog adalah isinya diary. Dan, diary merupakan tulisan yang tidak ideal-ideal banget, ya saya akan terang-terangan saja.

Pertama, saya perlu belajar untuk persiapan presentasi Gus Imdad Robbani. Presentasinya malam ahad. Mata kuliah fikih siyasah. Sistemnya mengartikan kitab nidhomul islam. Dari halaman awal sampai halaman 28. saya ingin belajar dan mengkomparasikan dengan politik yang ada pada masa sekarang. apalagi presentasinya di depan anak-anak.

Kedua, saya perlu belajar untuk persiapan menulis karya tulis ilmiah yang diadakan PCINU Yamana. KTI kali ini, sesuai dengan usulan Ust. Husain, saya akan membahas tentang pendidikan nabi terhadap kaum marjina. Saya harus mengakaji tentang marjinal itu apa dulu ? orang-orang terpinggirkan itu seperti apa ? lalu mengkaji dari tinjauan hadits dan historis, bagaimana nabi memperlakukan orang-orang terpinggirkan itu ? semisal kepada kaum difabel, pemabuk, pezina, Orang Dalam Gangguan Jiwa (ODGJ), dll.

Untuk ini, saya perlu mencari contoh KTI yang studi hadits terhadap tema-tema tertentu. Sebagai contoh dan acuan bagaimana menulis KTI itu. Untuk tugas ini, terakhit tanggal 17 Januari.

Ketiga, mengetik teks kitab fikih usroh yang merupakan pakonan (instruksi, red) dari mudir kepada Media Center. Tugas ini kemudian ditangani oleh Maktabah Az-Zainiyah, yang mana diketuai oleh Sutan Batara Dalimonthe. Sutan lalu meminta tolong pada saya untuk mengetik. Dari beberapa lembar itu, saya belum menyelesaikan satu lembar-pun. Padahal ketika ditanya oleh mudir bagaimana progres ketikannya itu, Sutan menjawab sudah 50 %. Wah, ini  saya harus ngebut juga. Karena pada realitanya di lapangan belum mencapai nominal seperti itu.

Keempat, merumuskan dan mencari ibaroh Bahtsul Masail, As-Suniyah-Kencong, Jember. Saya dan Roni ditugaskan untuk berangkat ke sana, tapi secara persiapan mencari pada malam hari dan mencurahkan pikiran untuk menjawab berbagai persoalan itu, bagi saya pribadi, masih belum optimal. Entah saya kemana saja dan ngapain saja. Untuk BM ini berangkat tanggal 19 Januari. Persiapan jauh-jauh hari tentunya semakin baik pula.

Kelima, adalah belajar canva sebagaimana usulan saya untuk mengaktifkan media sosial BEMs. Saya perlu belajar dan memikirkan untuk mengemas konten-konten seperti apa yang akan di posting di instagram BEMs.

Ini catatan dan wacana ya. Yang perlu dan penting adalah mengerjakan serta menyelesaikan kewajiban-kewajiban ini. Perlu beberapa hari saya untuk belajar dan konsep harus segera dijalankan. barangkali mulai tanggal 10 akan posting terus IG BEMs Ma’had Aly NJ.

Paiton, 06 Januari 2022.

 

Posting Komentar

0 Komentar