Malam ini, saya berhasrat untuk menulis satu tulisan lagi.
Dari pagi tadi,
saya sudah dihadapkan dengan keinginan dan kenyataan yang berlawanan. Tadi
pagi, sekitar pukul 06.00 WIB. Saya ingin menyelesaikan sebuah tulisan minimal.
Menulis di blog. Tapi pada jam itu juga, ada pengajian kitab di musholla timur.
Pengajian kitab mauizhotul mukminin.
Barangkali ini pentingnya memiliki teman. Kita harus pandai-pandai memiliki
teman yang selalu mengajak kebaikan, mengingatkan pada Allah dan tentunya ingin
kita sukses. Roni, mengajakku untuk ngaji saja. Urusan menulis bisa ditunda
nanti saja.
Padahal, menulis pagi adalah keinginan dan pekerjaan yang mesti dilakukan
oleh Gus Fayyadl. Keterangan ini beliau ucapkan saat acara muhasabah pada 1
Januari lalu. Kata beliau, karena dengan menulis di pagi hari, Gus Fayyadl
mengaku bahwa itu adalah salah satu ‘kunci’ mengapa ia dulu bisa produktif.
Sekarang aktifitas Gus Fayyadl disibukkan dengan mengajar dan berkhidmah di
pesantren. Tentunya hal ini berpengaruh terhadap jadwal menulis dan menuangkan
gagasana dalam bentuk tulisan.
Tapi tak apalah. Masih ada waktu untuk menambal kekurangan dan
mengoptimalkan yang bisa dipotimalkan. Malam ini, saya ingin bercerita soal
pekerjaan dan tugas saya yang belum selesai. Rencan-rencana ke depan. Sebagai
bentuk curhatan. Sebenarnya saya tidak biasa, tapi tulisan di blog adalah
isinya diary. Dan, diary merupakan tulisan yang tidak ideal-ideal banget, ya
saya akan terang-terangan saja.
Pertama, saya perlu belajar untuk persiapan presentasi Gus
Imdad Robbani. Presentasinya malam ahad. Mata kuliah fikih siyasah. Sistemnya
mengartikan kitab nidhomul islam. Dari halaman awal sampai halaman 28.
saya ingin belajar dan mengkomparasikan dengan politik yang ada pada masa
sekarang. apalagi presentasinya di depan anak-anak.
Kedua, saya perlu belajar untuk persiapan menulis karya tulis ilmiah yang diadakan
PCINU Yamana. KTI kali ini, sesuai dengan usulan Ust. Husain, saya akan
membahas tentang pendidikan nabi terhadap kaum marjina. Saya harus mengakaji tentang
marjinal itu apa dulu ? orang-orang terpinggirkan itu seperti apa ? lalu
mengkaji dari tinjauan hadits dan historis, bagaimana nabi memperlakukan
orang-orang terpinggirkan itu ? semisal kepada kaum difabel, pemabuk, pezina,
Orang Dalam Gangguan Jiwa (ODGJ), dll.
Untuk ini, saya perlu mencari contoh KTI yang studi hadits terhadap
tema-tema tertentu. Sebagai contoh dan acuan bagaimana menulis KTI itu. Untuk
tugas ini, terakhit tanggal 17 Januari.
Ketiga, mengetik teks kitab fikih usroh yang merupakan pakonan (instruksi,
red) dari mudir kepada Media Center. Tugas ini kemudian ditangani oleh Maktabah
Az-Zainiyah, yang mana diketuai oleh Sutan Batara Dalimonthe. Sutan lalu
meminta tolong pada saya untuk mengetik. Dari beberapa lembar itu, saya belum
menyelesaikan satu lembar-pun. Padahal ketika ditanya oleh mudir bagaimana
progres ketikannya itu, Sutan menjawab sudah 50 %. Wah, ini saya harus ngebut juga. Karena pada
realitanya di lapangan belum mencapai nominal seperti itu.
Keempat, merumuskan dan mencari ibaroh Bahtsul Masail,
As-Suniyah-Kencong, Jember. Saya dan Roni ditugaskan untuk berangkat ke sana,
tapi secara persiapan mencari pada malam hari dan mencurahkan pikiran untuk
menjawab berbagai persoalan itu, bagi saya pribadi, masih belum optimal. Entah saya
kemana saja dan ngapain saja. Untuk BM ini berangkat tanggal 19 Januari.
Persiapan jauh-jauh hari tentunya semakin baik pula.
Kelima, adalah belajar canva sebagaimana usulan saya untuk mengaktifkan media
sosial BEMs. Saya perlu belajar dan memikirkan untuk mengemas konten-konten
seperti apa yang akan di posting di instagram BEMs.
Ini catatan dan wacana ya. Yang perlu dan penting adalah mengerjakan serta
menyelesaikan kewajiban-kewajiban ini. Perlu beberapa hari saya untuk belajar
dan konsep harus segera dijalankan. barangkali mulai tanggal 10 akan posting
terus IG BEMs Ma’had Aly NJ.
Paiton, 06 Januari 2022.
0 Komentar