Setiap pagi kegiatan di Ma’had Aly Nurul Jadid ada kegiatan yang wajib diikuti oleh semua santri Ma’had Aly. Namanya kegiatan takhossus. Berkisar pukul 08.00 wib, semua santri setidaknya harus sudah dikelompok mereka masing-masing. Sesuai dengan pembagian semester dan fan keilmuan yang telah ditetapkan.
Aku dan kawan-kawan semester empat, sedang mempelajari ilmu arudh dan ilmu mantiq. Dua fan ilmu ini, dengan berpedoman kitab tipis bagi pemula, alhamdulillah sudah kami khatamkan. Sekarang tinggal proses mengulangi, muthola’ah, setoran dan sebagainya.
Semua kegiatan ini diarahkan untuk acara i’lan, yang insyaallah akan dilaksanakan pada bulan maret 2021. Acara i’lan merupakan acara unjuk gigi (kemampuan) santri Ma’had Aly yang telah mengkhatamkan kitab, materi serta hafal diluar kepala di depan khalayak umum, semisal para kiai, wali santri, santri, alumni dan simpatisan lainnya.
Tapi, pagi tadi suasana cukup tenang dan santai. Aku dan kawan seangkatan yang berjumlah dua belas orang, terbagi menjadi dua kelompok. Tentunya, ada dua ustadz (disini istilahnya musyrif) sudah datang pagi itu. Sambil menunggu teman kami yang lain, yang sedang berada diluar kamar, kami berbincang-bincang santai.
Perbincangan kami tidak terarah sama sekali. Sesekali kami gojlokan, bercanda, bicara perihal sihir, jin, hingga ke pernikahan. Dari jam delapan kurang itu, hingga jam sembilan, sedikitnya hanya tiga poin yang bisa ku narasikan pada artikel ini.
1. Cara menembus mertua yang alot untuk mempersunting isterinya.
Sebagai santri, tentunya kita pernah mendengar cerita kisah-kisah ustadz atau guru kita dalam menjemput jodohnya. Ada yang berdarah-darah hingga jalur aman melalui titah kiai atau guru yang sangat dihormati. Ada yang jalur mutad (murid-ustadz) atau jalur teman seangkatan. Hehe..
Salah satu adalah cerita ustadz A (nama disamarkan) yang mempunya himmah kuat untuk menikah seorang wanita di pulau Jawa. Ustadz tersebut berasal dari pulau yang sangat jauh pula. Di daerah Nusa Tenggara Barat. Ketika menyampaikan kehendak beliau sebagai orang laki-laki untuk menjadi Imam di rumah tangga bersama putrinya, sang mertua menolaknya. Dengan alasan, ustadz tersebut sangat jauh sekali rumahnya.
Singkat cerita ustadz A bersedih. Ia curhat kesana-kesini. Sesama pengurusnya di Ma’had Aly. Bagaimana cara melembutkan hati sang Mertua agar mau menerima ustadz A menjadi menantunya. Bila penolakan ini dengan alasan kurang ganteng, barangkali ustadz tersebut bisa berdoa, “turunkanlah selera bu Mertua ya Rabb..”. Tapi sekarang ini perihal rumah yang sangat jauh. Antara Jawa dan NTB. Hemm...
Hingga sampailah Ilham, cara untuk ‘menembus' legal formal izin mempersunting Putri sang mertua, yakni melalui jalur kiai. Kebetulan, ustadz A memiliki teman yang abahnya merupakan seorang kiai kharismatik. Pada saat yang sama, kiai tersebut pernah menjadi kiai sang mertua yang menolak tadi. Akhirnya, melalui temannya tersebut, temannya bicara dengan abahnya supaya menasihati sang calon mertua agar mau menikahkan Putrinya dengan ustadz A. Karena ini saran dari gurunya, akhirnya sang Mertua luluh hatinya. Meng ‘iya’ kan permintaan sang kiai. Dan jadilah ustadz tersebut mempersunting kekasih idamannya.
Pesan ustadzku diakhir cerita, “jadi samean begitu nak, bila ingin tidak menerima penolakan dalam urusan lamaran, masuklah lewat jalur kiai.” Ucapnya dengan penuh bahagia.
Kami semua yang mendengarkan
mengangangguk-nganggukkan kepala saja. Sambil bercanda, “ wah, ini tips yah. Catat baik-baik.” Hehe..
Masih banyak cerita perihal kisah-kisah dengan tema “kapan kita nikah” atau “kisah kasih santri” yang ada forum itu. Hanya saja ku comot satu saja. Untuk cerita yang lain bisa ngopi dan bincang sana-sini lain waktu ya..
2. Cara budhul aman santri di pondok pesantren.
Cerita ini disampaikan oleh salah satu temanku. Ia memang dikenal sebagai spesialis dunia alam ghaib. Aku beberapa kali melihat pertunjukan mirip-mirip “jejak para normal” atau semacam “si tukul jalan-jalan.” Jadi, perihal dunia perdukunan anda bisa konsultasi langsung ke teman saya ini. 😂
Ceritanya begini: sudah menjadi perkara biasa seorang santri yang memiliki amalan-amalan untuk hajat dan kepentingan tertentu. Amalan-amalan ini biasa didapatkan santri melalui ijazah dari kiai, atau ustadz-ustadz yang memang mendalami ilmu kanuragan. Termasuk diantara keperluan yang paling masyhur adalah amalan-amalan ini digunakan untuk melindungi diri dan keluarga dari gangguang sihir, jin, setan dan semacamnya.
Dan menjadi suatu hal yang tak asing pula, bahwa di pondok pesantren itu sudah terjaga dari makhluk-makhluk asing (ghaib) seperti itu. Karena ini berkat tirakat kiai dan kegiatan santri yang memang sengaja membaca amalan-amalan tertentu untuk menjaga stabilitas dan kemanan pondok pesantren.
Oleh karena itu, bila ada santri yang mencoba-coba ilmu kebatinannya, membaca amalan-amalan tertentu, biasanya akan diketahui oleh sosok kiai yang sudah profesional dan ahli dalam masalah ini. Bahkan bila sosok kiai tersebut sudah meninggalkan dunia.
Contohnya adalah santri yang diceritakan teman ku tadi, bahwasanya santri tersebut membaca amalan tertentu untuk mendapatkan santri Putri di sebuah wilayah di sebuah pondok pesantren. Sampailah ia membaca amalan-amalan tersebut dengan niatan agar santri Putri idamannya mau dan mencintai dirinya sepenuh hati. Hingga beberapa hari, efek dari amalan-amalan ini, akhirnya ia bermimpi dengan sang kiai yang sudah lama meninggal dunia di pesantren itu.
Dalam mimpinya, sang kiai mengatakan, tak kerah bisa ben cong, mun been gitak izin ka nkok. (Tidak akan bisa kamu nak, kalau kamu tidak izin ke saya)
Akhirnya, tanpa putus asa, si santri sebelum membaca amalan-amalan itu, ia mengirim alfatihah bertawassul kepada sang kiai yang hadir dalam mimpinya. Endinya, setelah tawassul dan al-fatihah tersebut, santri Putri idamannya pun mencintai dirinya.
Aw aw--
3. Ampuhnya Rotibul Haddad Menumpas Segala Bentuk Ilmu Perdukunan
Dalam tulisan sebelumnya, saya pernah mengutip ucapan kiai Azaim terkait faidah dari rotibul haddad. “Bila orang membaca rotibul haddad, sedang ia memiliki bisnis, maka insyaallah bisnisnya akan dipermudah.” Sebuah kumpulan bacaan dzikir-dzikir yang disusun oleh Imam Abdullah bin Alwi al-Haddad (له الفاتحة). Beliau terkenal sebagai wali min auliya’illah dan sosok yang kedudukannya melebihi para pendahulunya.
Dan diantara faidah rotibul haddad ini adalah melindungi dari gangguang jin, sihir, setan dan semacamnya. Cerita ini dimulai dari sebuah kecamatan di Situbondo yang terkenal dengan kebiasaan sihir menyihirnya. Di desa tersebut, ada orang-orang yang secara sosial memang tampak ramah dan baik-baik saja masyarakatnya. Akan tetapi, tak jarang orang-orang tersebut sudah menyiapkan peralatan untuk mengeluarkan sihir, gangguan jin-setan semacamnya pada orang yang baru datang di desa itu. Semisal ada orang yang menikah dengan salah satu orang di desa tersebut, maka orang itu harus siap-siap dicoba-coba dengan ilmu-ilmu seperti itu.
Kata temanku, bila anda bertamu dan disuguhi teh, coba berkca pada teh itu. Bila bisa melihat bayangan gambar kita sendiri, berarti teh itu tidak diracuni dengan bacaan-bacaan sihir. Bila tidak ada, maka berhati-hatilah. Bisa jadi teh itu sudah ada bacaan-bacaan sihirnya. Sayang, temanku tidak tahu cara mengetahui suatu minuman itu telah dibacakan sihir-sihir bila minumannya adalah selain teh.
Didesa sebelah, ada seseorang yang hidup ditengah orang yang biasa saling melempar sihir. Akan tetapi keluarga dan rumahnya masih baik-baik saja. Ketika ditanya, mengapa kok bisa begitu? Ia menjawab bahwasanya ia selama ini mengamalkan rotibul haddad.
Kata temanku, “cukup rotibul haddad pak, buat menangkal sihir. Yang penting istiqomah bacanya.”
Tak terasa, teman-temanku sudah lengkap semua. Tapi waktu sudah menunjukkan pukul 09.15 Wib. Lebih lima belas menit. Kamipun menutup forum itu karena waktu takhoussus telah usai.
Pembelajaran yang tidak kaku seringkali memberikan nafas segar bagi para pelajar untuk mendalami materi-materi. Pembelajaran yang komunikatif seringkali lebih menumbuhkan karakter, mengembangkan potensi dan keunikan peserta didiknya masing-masing.
Sekali dua tak apalah KBM seperti ini. Untuk menambah chemistry atau hubungan emosial antara guru dan murid.
Sehat selalu ustadz dan para guru. ~~
Sekian. Terima kasih.
0 Komentar