Trending

6/recent/ticker-posts

Pentingnya Sanad dan Mempertanggung Jawabkannya














Membaca twitter beberapa hari lalu, beberapa warganet saat itu sedang membahasa cuitan salah seorang dai atau ustadz yang juga menjadi penulis dengan 268 ribu follower mengungkapkan bahwasanya ia membenarkan tindakan para muallaf yang langsung berdakwah.

Beberapa yang tidak setuju, membuat argumentasi yang rapi dan tersusun. Balasannya hingga beberapa utas. Saya membacanya tuntas tapi tidak ikut berkomentar. Salah satu argumen yang dipakai orang yang tidak menyetujui sikap ustadz tersebut adalah pentingnya sanad dalam mencari ilmu agama.

Ibnu Mubarok berkata :
الإسناد من الدين ولولا الإسناد لقال من شاء ما شاء
“Sanad adalah bagian dari agama. Tanpa sanad banyak orang berkata semau mereka.”

Kaitannya dengan antara sanad dan agama yang begitu penting, tadi malam, Kiai Moh. Zuhri Zaini mengingatkan hadirin pada acara wisuda ke Enam Ma’had Aly Nurul Jadid akan hal ini pula. Berikut ceritanya dengan bahasa saya sendiri :

Dulu, kata beliau, ada seorang santri (meskipun bukan santri Ma’had Aly) yang belajar ilmu computer. Setelah dapat seminggu, kemudia ia tertarik pada konten yang menyebutkan amalan-amalan yang dapat menyebabkan seseorang dapat bertemu dengan ruh orang yang sudah meninggal. Baik itu leluhurnya ataupun para orang sholeh, ulama’ dan auliya’ sholihin.

Kemudian, ia mengamalkannya. Dapat seminggu, kemudian anaknya stres. Lalu sowan ke Kiai Zuhri dan laporan bahwa anaknya sedang stres. Kata beliau, “mungkin anaknya punya amalan-amalan.”
“ya” jawab wali santri tersebut.
“dapat dari mana ?” tanya kiai lagi.
“dari internet.”

Para hadirin tertawa. “sudah bawa ke Ust. Rotib Saja.” Almarhum Ust. Rotib ini merupakan salah seorang santri senior di PP. Nurul Jadid dulu. Beliau dikenal paham dan mengerti akan ilmu kebatinan seperti ini.
Amalan itu penting, termasuk dalam ajaran islam, yanik dzikir dan doa. Akan tetapi sanad juga penting. Sebagai mata rantai yang menghubungkan kita ke seorang guru yang bersambung terus hingga nabi Muhammad SAW.  Sanad ini gunanya untuk menjaga keotentikan ajaran agama islam.

Sekali lagi, pengasuh kita ini juga mengingatkan, apabila mencari sanad harus jelas dan dapat dipertanggung jawabkan. 

Karena pada saat ini, banyak sekali pemikiran yang tidak muncul pada masa lampau. Ada yang terlalu ketat atau ekstrem hingga sampai radikal. Bahkan ada pula yang bebas sampai masuk dalam kategori liberal. Sebab kadang-kadang kita terlalu bebas atau terlalu ketat seperti dua corak pemahaman seperti diatas.

Caranya mengatasi dengan belajar. Mempelajari ilmu tanpa berhenti. Kalau dalam bahasa agamanya,    من المهد الى اللحد . Sejak buaian ibu hingga ke liang lahat.

Ttd,
Alfin Haidar Ali

Posting Komentar

1 Komentar

Unknown mengatakan…
Komentar ini telah dihapus oleh pengarang.