Beberapa hari lalu, saya telponan bareng sahabat lama yang sekarang kuliah di pondok kami dahulu dan merangkap jadi ustadz disana, sebut saja si Amin. Kebetulan kami telponan lama banget karena sudah setahun tak bertemu sehingga kami begitu asyik ngobrol ngalor ngidul, hingga sampai saatnya si Amin menceritakan sebuah kejadian yg berkesan bagi saya.
Kejadian tersebut terjadi ketika si Amin pulang demi menghabiskan hari raya idul fitri bersama keluarganya, akan tetapi dalam hati dan pikirannya selalu tergambar bunga-bunga di depan asramanya yang ia tinggalkan, siapa yg akan merawat dan menyiram bunga2 tersebut? Pikirnya, karena selama ini ia-lah yg selalu meluangkan waktunya tuk merawat bunga2 tersebut.
Akhirnya ia pun memutuskan untuk mempersingkat waktu liburannya di rumah dan langsung kembali ke pondok untuk kembali merawat bunga-bunga yang ia tinggal, setelah minta ijin kepada ibunya untuk kembali dan sang ibu merestui keinginannya tersebut ia pun kembali ke pondok dengan perasaan senang bercampur khawatir. Dan sesampainya di pondok ia langsung menuju bunga2 yg selama ini ia khawatirkan.
Akan tetapi, ada yang aneh dengan bunga-bunga tersebut, karena bukannya terlihat layu dan kurang terawat setelah ia tinggalkan dan - kemungkinan besar - tidak ada yang merawatnya. Bunga-bunga tersebut malah terlihat segar, bahkan tak pernah sesegar itu selama ia rawat sejak sebelum liburan.
Ia pun terheran-heran dan tak lama kemudian terbesit di hatinya bahwa ia selama ini telah salah, ia telah lupa terhadap Allah SWT pencinta bunga tersebut yang jauh lebih baik dan mengetahui dalam hal merawat bunga tersebut, ia terlalu sombong hingga berpikiran bahwa jika ia tak ada maka takkan ada yg merawat bunga tersebut, dan ia pun akhirnya beristighfar dan memohon ampun kepada Allah SWT.
Oleh karena itu, marilah kita sama-sama memperbaiki hati kita dan berusaha agar selalu ingat bahwa segala kebaikan yg berhasil kita lakukan hanya semata2 pertolongan dari Allah SWT,
لا ØÙˆÙ„ ولا قوة إلا بالله العلي العظيم
"Tiada kemampuan menghindari kemaksiatan dan kekuatan untuk laksanakan ketaatan kecuali dgn pertolongan Allah SWT yg maha luhur lagi maha agung".
Wassalam...
By : Wagis Abdula
Nb :
Sumber gambar : Goodminds.id
0 Komentar