Salah
satu hal yang membahagiakan saya adalah khatam dalam membaca buku. Meskipun rasanya
hal ini rasanya tabu, tapi saya tetap menjalaninya. Karena dengan membaca buku,
saya dapat menjangkau hal-hal yang sebelumnya tidak terjangkau dari pikiran saya,
mengetahui gagasan orang lain dan tentunya dapat lebih unggul dari yang lain
dalam buku tertentu. Semakin banyak membaca dan mengkhatamkannya, semakin
unggul pula pengetahuan kita dari pada yang lain.
Dalam
suatu iklan yang pernah diceritakan As. Laksana dalam suatu artikelnya, bahwa rata-rata
orang membaca dua buku dalam setahun. Apa ? dua buku dalam setahun ?. alangkah
malangnya orang-orang seperti ini. Mungkin karena itulah mereka menjadi orang
rata-rata, tidak ada bedanya dengan butir-butir telur dalam sebuah peti.
Tentu
saja ada yang lebih menyedihkan daripada orang seperti ini, ialah orang yang
tidak pernah membaca buku selama bertahun-tahun meskipun bisa membaca. Mark
Twain memiliki pendapat tentang orang jenis ini : “orang yang tidak pernah
membaca tidak lebih baik sedikit pun dibandingkan orang yang buta huruf.”
Beberapa
hari lalu, saya sangat berbahagia dapat mengkhatamkan dua buku dalam dua hari
sekaligus. Buku yang memang tidak tebal dan kata-katanya juga tidak sulit untuk
memahaminya. Dan barangkali saya perlu menulis dan menceritakannya pada pembaca,
bukan dalam artian apa-apa, sekadar berbagai bahagia.
Buku
pertama, nasihat-nasihat keseharian Gus dur, Gus Mus, dan Cak Nun karya
Ahfa Waid dan buku kedua adalah merasa pintar, bodoh saja tak punya
karya Rusdi Mathari. Dari kedua buku tersebut, saya ingin bercerita buku kedua
dan saya merasa oramg-orang perlu membacanya. Oleh karena itu, saya merekomendasikan
buku tersebut agar dibaca khalayak umum.
Saya
mengenal buku itu sejak duduk dibangku kelas akhir Madrasah Aliyah. Dalam salah
satu akun media sosial yang menjual buku, dalam suatu postingannya yang mengutip
potongan-potongan cerita didalamnya, buku merasa bodoh, pintar saja tak
punya berhasil membuat saya tertarik. Buku tersebut pada mulanya adalah kisah-kisah
islami karya cak Rusdi yang terbit di mojok.co selama dua kali ramadhan,
dan cerita-cerita tersebut berhasil menarik perhatian sebanyak 5.000 pembaca.
Penulisnya
berhasil menampilkan Cak Dlahom dengan tingkah-laku dan pemikirannya untuk membuka
wawasan pembaca dari berpikir yang statis dan mengajak pada pembaruan pemikiran
islam dalam kehidupan sehari-hari. Hebatnya lagi, pesan-pesan yang tersirat
dalam dialog antar tokoh ataupun drama yang dilakukan Cak Dlahom disampaikan
dalam bentuk yang menarik dan inovatif, tidak membosankan dan monoton.
Semenjak
itu, saya semakin tertarik pada karya-karya rusdi mathari yang lain. Di shopee.com,
dibulan desember ini ada paket buku karya rusdi mathari yang berjumlah 6 buku. Harganya
270-an dari harga normal berkisar 330-an. Satu bukunya sudah saya punya yang
telah saya jelaskan diatas. Sayangnya, uang tidak mencukupi dan saya harus menghemat
uang jajan saya untuk membeli buku-buku itu.
*Alfin Haidar Ali, Santri Nurul Jadid
Email : alfinhaidar3f@gmail.com


1 Komentar
Trus nulis finn.. yg istiqomah