Trending

6/recent/ticker-posts

Cerita tentang Buku-Buku (1)



Salah satu hal yang membahagiakan saya adalah khatam dalam membaca buku. Meskipun rasanya hal ini rasanya tabu, tapi saya tetap menjalaninya. Karena dengan membaca buku, saya dapat menjangkau hal-hal yang sebelumnya tidak terjangkau dari pikiran saya, mengetahui gagasan orang lain dan tentunya dapat lebih unggul dari yang lain dalam buku tertentu. Semakin banyak membaca dan mengkhatamkannya, semakin unggul pula pengetahuan kita dari pada yang lain.

Dalam suatu iklan yang pernah diceritakan As. Laksana dalam suatu artikelnya, bahwa rata-rata orang membaca dua buku dalam setahun. Apa ? dua buku dalam setahun ?. alangkah malangnya orang-orang seperti ini. Mungkin karena itulah mereka menjadi orang rata-rata, tidak ada bedanya dengan butir-butir telur dalam sebuah peti.

Tentu saja ada yang lebih menyedihkan daripada orang seperti ini, ialah orang yang tidak pernah membaca buku selama bertahun-tahun meskipun bisa membaca. Mark Twain memiliki pendapat tentang orang jenis ini : “orang yang tidak pernah membaca tidak lebih baik sedikit pun dibandingkan orang yang buta huruf.”

Beberapa hari lalu, saya sangat berbahagia dapat mengkhatamkan dua buku dalam dua hari sekaligus. Buku yang memang tidak tebal dan kata-katanya juga tidak sulit untuk memahaminya. Dan barangkali saya perlu menulis dan menceritakannya pada pembaca, bukan dalam artian apa-apa, sekadar berbagai bahagia.

Buku pertama, nasihat-nasihat keseharian Gus dur, Gus Mus, dan Cak Nun karya Ahfa Waid dan buku kedua adalah merasa pintar, bodoh saja tak punya karya Rusdi Mathari. Dari kedua buku tersebut, saya ingin bercerita buku kedua dan saya merasa oramg-orang perlu membacanya. Oleh karena itu, saya merekomendasikan buku tersebut agar dibaca khalayak umum.



Saya mengenal buku itu sejak duduk dibangku kelas akhir Madrasah Aliyah. Dalam salah satu akun media sosial yang menjual buku, dalam suatu postingannya yang mengutip potongan-potongan cerita didalamnya, buku merasa bodoh, pintar saja tak punya berhasil membuat saya tertarik. Buku tersebut pada mulanya adalah kisah-kisah islami karya cak Rusdi yang terbit di mojok.co selama dua kali ramadhan, dan cerita-cerita tersebut berhasil menarik perhatian sebanyak 5.000 pembaca.

Penulisnya berhasil menampilkan Cak Dlahom dengan tingkah-laku dan pemikirannya untuk membuka wawasan pembaca dari berpikir yang statis dan mengajak pada pembaruan pemikiran islam dalam kehidupan sehari-hari. Hebatnya lagi, pesan-pesan yang tersirat dalam dialog antar tokoh ataupun drama yang dilakukan Cak Dlahom disampaikan dalam bentuk yang menarik dan inovatif, tidak membosankan dan monoton.

Semenjak itu, saya semakin tertarik pada karya-karya rusdi mathari yang lain. Di shopee.com, dibulan desember ini ada paket buku karya rusdi mathari yang berjumlah 6 buku. Harganya 270-an dari harga normal berkisar 330-an. Satu bukunya sudah saya punya yang telah saya jelaskan diatas. Sayangnya, uang tidak mencukupi dan saya harus menghemat uang jajan saya untuk membeli buku-buku itu.
*Alfin Haidar Ali, Santri Nurul Jadid
Email : alfinhaidar3f@gmail.com

Posting Komentar

1 Komentar

Unknown mengatakan…
Mantapp.. bagus.
Trus nulis finn.. yg istiqomah